Menkes Terawan Ungkap 2 WNI Positif Virus Corona dan WN Jepang Ternyata Punya Hubungan Dekat

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengungkap kronologi 2 warga negara Indonesia (WNI) tang positif virus corona.

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo mengumumkan ada 2 WNI yang terjangkit virus corona.

Hal tersebit diungkapkan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (2/3/2020) siang.

Terkait hal tersebut, presiden mendapatkan informasi dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Baca: Fakta-fakta Dua WNI yang Terjangkit Virus Corona: Tertular dari Warga Jepang hingga Kondisi Terkini

Menkes Terawan pun memaparkan kronologi 2 WNI yang terjangkit virus corona tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, menurut Terawan, keduanya tertular virus corona dari warga negara Jepang yang berkunjung ke rumah mereka di Depok, beberapa waktu lalu.

Warga Jepang itu baru terdeteksi positif corona saat sudah meninggalkan Indonesia dan tiba di Malaysia.

"Awalnya ada WN Jepang yang tinggal di Malaysia melakukan perjalanan ke Indonesia."

"Lalu, dia kembali ke Malaysia setelah beberapa hari sakit," ujar Terawan.

Baca: Berikut Kronologi Ibu dan Anak yang Tinggal di Depok Tertular Virus Corona dari WNA Jepang

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto umumkan kasus pertama positif Corona di Indonesia, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/20) (kompas.com/ihsanuddin)

WN Jepang tersebut kemudian diperiksa oleh tenaga medis di Malaysia.

Setelah diperiksa beberapa hari, WN Jepang tersebut dipastikan positif terjangkit virus corona.

Terawan melanjutkan, tenaga medis di Malaysia memastikan bahwa WN Jepang itu terjangkit virus corona tepatnya pada pekan lalu.

“Pemerintah Malaysia kemudian menghubungi kita (Indonesia),” ujar Terawan.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) (Kompas.com)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan lantas melakukan pelacakan di wilayah mana saja di Indonesia WN Jepang tersebut beraktivitas.

“Kami lakukan tracking melakukan close contact dengan pasien ini."

"Kita tindak lanjuti, sistem di sini berjalan,” ungkapnya.

Setelah mengetahui di mana saja WN Jepang itu beraktivitas, Kemenkes melakukan penelusuran lebih dalam mencari siapa saja yang pernah melakukan kontak fisik dengan WN Jepang itu.

Baca: Presiden Jokowi Umumkan Dua Orang Indonesia Positif Corona, Diduga Tertular WNA Jepang

Foto selebaran ini diambil dan dirilis pada 4 Februari 2020 oleh Menteri Kesehatan Malaysia menunjukkan seorang warga negara Malaysia diangkut di kursi roda oleh seorang petugas kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung ketika ia tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, setelah dievakuasi dari Wuhan China, episentrum wabah coronavirus baru.Muzzafar Kasim / Kementerian Kesehatan Malaysia / AFP (Muzzafar Kasim / Kementerian Kesehatan Malaysia / AFP)

"Begitu dengar berita, kita melakukan penelusuran dan pemisahan dan siapa pun yang close contact, selalu kita periksa detail.

Orang yang tinggal dengan dua orang ini dipisah, juga sudah kita pisahkan," kata Terawan.

Akhirnya didapatkan seorang ibu berusia 64 tahun beserta putrinya berusia 31 tahun warga Depok mengalami gejala batuk, pilek, sesak disertai demam.

“Jadi dua orang ini, rumahnya kita cek sehingga kita bawa dua-duanya,

Ibu dan anak, umur 64 tahun dan 31 tahun,” ujar Menkes Terawan.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Setelah itu, ibu dan anak tersebut dibawa langsung ke ruang isolasi khusus di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Setelah dua hingga tiga hari observasi kesehatan, pihak rumah sakit mengonfirmasi kedua warga Depok tersebut positif terjangkit corona.

"Saya baru diberi hasil tadi pagi, langsung lapor Bapak Presiden untuk mengumumkan.

Ini bagus sebagai keterbukaan informasi. Tidak ada yang ditutupi dan dibikin horor," lanjut dia.

Baca: Asal Muasal 2 Warga Indonesia Positif Corona, Tertular Gara-gara Dansa, Kemudian Batuk-batuk

Relasi dua WNI dengan WN Jepang yang terinfeksi corona tersebut, menurut Terawan, adalah teman dekat.

"Orang Jepangnya datang ke rumah, lalu dua orang ini mengeluhkan batuk pilek biasa.

Jadinya agak sesak dan demam. Tapi, sekarang ini kondisinya sekarang hanya batuk pilek," ungkap Terawan.

Meski demikian, Terawan tetap meminta masyarakat tidak panik merespon WNI yang terjangkit virus corona ini.

Dia mengimbau, jika memiliki gejala flu maupun cgejala semacam corona, untuk segera memeriksakan diri di pusat kesehatan tersekat.

Coronavirus.(CNN) (CNN)

"Kalau mengalami batuk, sesak napas, dan demam, segera datang ke puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Harus diingat, ini penyakit self limited disease, penyakit yang sembuh sendiri," ujar Terawan.

"Sama seperti virus yang lain, angka kematian di bawah 2 persen, dan tergantung imunitas tubuh. Dari awal saya bilang jaga imunitas dan higienitas,

gerakan hidup sehat digaungkan di mana-mana," lanjut dia.

(Tribunnewswiki.com/Saradita Oktaviani)

 


Penulis: saradita oktaviani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer