Walaupun Prancis adalah negara Eropa pertama yang mengonfirmasi adanya kasus corona sebelum Italia.
Dilansir dari SCMP, Italia menjadi negara Uni Eropa pertama yang mengabaikan saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait larangan penerbangan menuju dan/atau dari China.
Italia tetap membuka akses untuk para turis China yang datang.
Tidak hanya itu, penerbangan menuju China pun masih dibuka lebar oleh pemerintah Italia.
Akibatnya, dilaporkan terdapat 11 warga meninggal akibat terinfeksi virus corona.
Sekretaris Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengatakan ia mendapat pertanyaan dari beberapa warga soal larangan penerbangan menuju/ke China.
"Orang Italia tetap menerapkan penerbangan menuju atau ke China, dan saat ini mereka terinfeksi wabah terbesar di Eropa," ujar Matt kepada SCMP, Selasa (25/2/2020).
Baca: Jackie Chan Dikabarkan Terinfeksi Virus Corona Usai Berpesta di Hong Kong, Begini Kondisi Terbarunya
Baca: Menyebar Tak Terkendali Sepekan Terakhir, 20 Negara Umumkan Kasus Pertama Corona
Pusat penyebaran virus corona itu berada di pusat industri dan keuangan di Italia bagian utara.
Walaupun sumber penularan virus itu belum dikonfirmasi, namun sudah tercatat lebih dari 325 kasus dengan 11 kematian yang menimpa warga Italia.
Sementara itu, seorang dewan lokal di Kota Prato, Tuscan, Italia, Marco Wong menyampaikan tindakan pemblokiran penerbangan adalah keputusan yang bijaksana.
Karena jika pemerintah masih membuka penerbangan menuju/dari China, maka mereka juga kehilangan kemampuan melacak orang-orang yang kembali dari China.
Diketahui, Prati merupakan kota yang memiliki industri tekstil yang besar yang mampu menarik pendatan/turis dari China.
Saat itu belum terkonfirmasi adanya penyebaran virus corona di kota itu.
Baca: Update Terbaru Virus Corona hingga 27 Februari: 2.811 Orang Meninggal, 32.765 Pasien Sembuh
Baca: Bentuk Wajah Orang yang Mudah Terserang Virus Corona: Wajah dengan Jenggot Penuh Tidak Dianjurkan
Namun, pemerintah Italia mengabaikan saran dari WHO untuk menutup akses dengan China karena merasa tidak adil ketika melakukan pembatasan perjalanan.
Tetapi keputusan itu akhirnya menjadi bumerang bagi mereka sendiri yang mengakibatkan ratusan warganya terjangkit virus Covid-19.
Bahkan, penumpang Italia di pesawat yang tiba di Roma di Mauritius pada Senin (24/2/2020), diminta kembali ke Italia atau penumpang itu harus melakukan karangina selama dua minggu.
Italia juga menjadi negara yang batasi penerbangannya oleh beberapa negara Eropa lain seperti Bosnia, Kroasia, Serbia, Irlandia, dan Makedonia.
Bahkan, Israel pun juga ikut membatasi penerbangan dengan Italia.
Dilansir dari Kompas.com, Ibu Kota Rusia, Moskow telah memberlakukan larangan total terikat interaksi dengan China.
Berdasarkan laporan terkini, virus corona telah menewaskan sebanyak 2.715 orang dan telah menginfeksi lebih dari 78.064 orang di seluruh dunia.