Korea Selatan Darurat Virus Corona, Jumlah Korban Meledak di Gereja dan Rumah Sakit

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Situs pengujian coronavirus darurat pusat medis di Gyeongsan, Provinsi Gyeongsang Utara, ramai dikunjungi warga ada Sabtu (22/2/2020). Sebagian besar dengan penduduk provinsi Cheongdo provinsi itu, yang dekat kota di mana jumlah orang yang terinfeksi virus baru meningkat tajam dalam beberapa hari. Yonhap/Korea Times

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Penyebaran wabah virus corona di Korea Selatan mencapai tingkat yang tertinggi.

Negeri Ginseng tersebut mengumumkan ratusan kasus virus corona baru hanya dalam kurun waktu beberapa hari.

Kejadian tersebut langsung meningkatkan level kewaspadaan penyakit menular ke tingkat yang tertinggi.

Puncak penyebaran virus corona berpusat di sekitar dua kelompok utama dari sebuah gereja di kota Daegu dan rumah sakit terdekat.

Kasus baru ini telah mendongkrak angka penghitungan kasus terkonfirmasi Korea Selatan jauh lebih tinggi daripada tempat lain di luar China.

Baca: Menyebar Tak Terkendali Sepekan Terakhir, 20 Negara Umumkan Kasus Pertama Corona

Baca: Italia Tak Gubris Saran dari WHO, Kini Tercatat Ada Belasan Kematian Akibat Virus Corona

Awal mula virus corona dikonfirmasi di Korea Selatan pada 20 Januari.

Kejadian tersebut terjadi saat seorang wanita China berusia 35 tahun yang terbang dari Wuhan, China ke bandara internasional Incheon, diisolasi saat masuk ke Korea Selatan.

Hanya dalam kurun waktu 4 minggu setelah insiden tersebut, Korea Selatan berhasil menghindari wabah besar dengan hanya 30 orang terinfeksi virus.

Namun, banyaknya interaksi antara mereka yang kemudian dikonfirmasi sakit, ratusan orang pun langsung diidentifikasi sebagai orang yang kontak dengan pasien yang sakit.

Kondisi ini berubah dengan munculnya "Pasien 31."

Tidak ada berita yang jelas mengenai keberadaan Pasien 31 terinfeksi virus.

Namun, beberapa hari sebelum diagnosisnya, pasien ini sempat mengadakan perjalanan ke temapt-tempat ramai di Daegu, serta di ibukota, Seoul.

Pada tanggal 6 Februari dia mengalami kecelakaan lalu lintas kecil di Daegu, dan memeriksakan dirinya ke rumah sakit pengobatan Oriental.

Saat berada di rumah sakit itu, ia menghadiri layanan di cabang Daegu dari Gereja Shincheonji Yesus, pada 9 Februari dan sekali lagi pada 16 Februari.

Di sela-sela kunjungan itu, pada 15 Februari, para dokter di rumah sakit menyarankan dia untuk dites virus corona, karena dia mengalami demam yang tinggi.

Namun pasien tersebut menolak dites.

Sebaliknya, wanita itu pergi makan siang prasmanan dengan seorang teman di sebuah hotel.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar lokal Joongang Ilbo, wanita itu tak mau mengakui jika dokter telah menyarankan tes untuk melihat kondisinya.

Namun, ketika gejalanya memburuk, dokter mengatakan mereka sekali lagi menyarankannya untuk dites.

Pada 17 Februari, dia akhirnya pergi ke rumah sakit lain untuk tes.

Hari berikutnya, otoritas kesehatan mengumumkan bahwa dia adalah kasus ke-31 di negara tersebut.

Hanya dalam hitungan hari, angka korban yang terjangkit COVID-19 di Korea Selatan mengalami ledakan jumlah korban ketika ratusan orang di Gereja Shincheonji dan daerah sekitarnya dinyatakan positif.

Pusat Pengendalian & Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) mengabarkan pada hari Sabtu bahwa mereka telah memperoleh daftar 9.300 orang yang telah menghadiri dua kebaktian gereja Shincheonji, sekitar 1.200 di antaranya mengeluh gejala seperti flu.

Ratusan kasus kini telah dikonfirmasi di sana.

Cluster besar kedua muncul dari rumah sakit terdekat di Cheongdo, sebuah desa yang dekat dengan Daegu.

Pihak berwenang sedang menyelidiki hubungan antara gereja di Daegu dan layanan pemakaman di rumah sakit, yang dihadiri sejumlah anggota gereja dari 31 Januari - 2 Februari.

Jika dikonfirmasi, itu berarti Pasien 31 dapat dihubungkan dengan kedua kluster.

Antara daerah Daegu dan Cheongdo, wilayah tersebut mencakup sekitar 80% dari kasus di seluruh Korea Selatan.

Penyelidikan masih dilakukan oleh pihak berwenang mengenai sebab Pasien 31 tertular virus.

Pasien tersebut tidak memiliki catatan baru-baru ini tentang perjalanan ke luar negeri atau kontak yang sebelumnya diketahui dengan kasus-kasus lain yang dikonfirmasi.

Hampir semua kota besar dan provinsi di Korea Selatan sekarang telah melaporkan beberapa infeksi.

Namun, Daegu menjadi tempat dengan kasus terbanyak.

Daegu merupakan tempat gereja itu berada, dan di dekat Gyeongbuk, di mana rumah sakit itu berada.

Sedangkan Seoul, wilayah metropolitan yang berpenduduk lebih dari 25 juta orang, hanya memiliki porsi kecil kasus virus corona.

“Virus corona lebih menular dan menyebar dengan cepat selama tahap awal wabah, dan oleh karena itu diperlukan tindakan pencegahan mengingat kemungkinan bahwa virus dapat berkembang menjadi penyebaran nasional dari penyebaran komunitas,” jelas menteri kesehatan Korea Selatan Park Neung-hoo.

“Kami meyakini, minggu depan hingga 10 hari ke depan akan sangat penting untuk menentukan sejauh mana penyebaran virus corona,” imbuhnya.

 (Tribunnewswiki.com/Kaa)(Kontan/Barratut Taqiyyah Rafie)



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer