Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Pulau Sebaru di Kepulauan Seribu ditetapkan pemerintah Indonesia sebagai tempat observasi virus corona terhadap 188 WNI eks kru kapal pesiar World Dream.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy usai menghadap Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/2).
Nantinya, seluruh WNI yang dievakuasi akan terlebih dahulu menjalani masa observasi pascaevakuasi.
Adapun lokasi yang dipilih oleh pemerintah adalah Pulau Sebaru yang terletak di gugus Kepulauan Seribu, Jakarta.
Baca: 188 WNI Kru Kapal World Dream Nantinya Akan Dikarantina di Pulau Sebaru Selama 14 Hari
Baca: Pulau Sebaru Jadi Lokasi Observasi 188 ABK World Dream, Dulunya Lokasi Rehabilitasi Pecandu Narkoba
Menurut Menko PMK, Pulau Sebaru dipilih karena pulau tersebut tidak berpenghuni dan telah memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk observasi.(1)
Pulau Sebaru, salah satu pulau yang terletak di Kepulauan Seribu, Jakarta, telah menjadi tujuan utama bagi penyelam karena keindahan bawah lautnya yang tak tersentuh.
Dibandingkan dengan pulau-pulau lain seperti Pramuka atau Tidung, Sebaru terletak lebih jauh dari Jakarta.
Pulau ini biasanya dikunjungi beberapa pengunjung - kebanyakan penyelam mencari tempat yang sempurna.(2)
Lokasi
Secara geografis, Pulau Sebaru berada di gugus Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.
Pulau Sebaru terbagi atas dua teritorial, Sebaru Besar dan Sebaru Kecil.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Seribu pada tahun 2018, Pulau Sebaru Besar di Kelurahan Pulau Harapan memiliki luas 6,38 hektare.
Sedangkan Pulau Sebaru Kecil di Kelurahan Pulau Kelapa memiliki daratan yang lebih luas, yakni 16,60 hektare.
Baca: Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu
Baca: Virus Corona (Coronavirus)
Kedua pulau tersebut bergabung di wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dengan jarak sekitar 3,5 jam perjalanan dengan kapal cepat dari Pelabuhan Marina, Ancol, Jakarta Utara.
Perjalanan menuju lokasi observasi bisa ditempuh melalui Muara Angke - Pulau Lutung Jawa - Pulau Pari - Pulau Pramuka - Pulau Kelapa - Sebaru.
Atau melalui jalur alternatif Muara Angke - Pulau Lancang - Pulau Payung - Pulau Tidung - Pulau Kelapa - Sebaru.
Sedangkan dari Pelabuhan Sunda Kelapa melintasi Untung Jawa - Pulau Tidung - Pulau Kelapa - Sebaru.(3)
Fauna
Pulau Sebaru terkenal akan keindahan bawah lautnya yang mampu menyaingi keindahan perairan Indonesia Timur.
Salah satunya adalah ikan Pink Anemone atau biasa dikenal dengan sebutan Ikan Badut.
Ikan ini dapat dengan mudah ditemukan di kedalaman 5 meter hingga 17 meter di perairan pulau Sebaru ini.
Selain jenis ikan yang beragamnya jenis ikan, di Pulau Sebaru ternyata juga menjadi berkembangnya Giant Sea Fan.
Sehatnya area laut menjadikan ratusan Coral Masiv tumbuh subur dan diperkirakan berumur lebih dari ratusan tahun.
Baca: Kemenkes Tekankan Indonesia Tak Buru-buru Bawa Pulang WNI yang Dikarantina di Kapal Diamond Princess
Baca: 46 Warga AS Terinfeksi Corona di Kapal Diamond Princess, Akan Diberi Tambahan Karantina 14 Hari
Begitupun dengan Soft Coral yang tumbuh dan memiliki warna-warna yang menarik mulai dari merah menyala hingga kuning emas.
Giant Pipefish yang berukuran hampir 1 meter juga bisa kalian jumpai di kedalaman laut Pulau Sebaru, beserta Green Turtle, Cuttlefish dan Angelfish yang berwarna warni.
Serta tak ketinggalan ikan Goropa Tikus yang terlihat mendiami kawasan perairan ini.
Pulau Sebaru dinyatakan amat baik kebersihan dan kesehatannya, hal ini dipertegas dengan pernyataan seorang peneliti Anemone dari Universitas Bern Swiss, Liana Lasut, Ph.D.,(4)
Rehabilitasi Narkoba
Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad mengungkapkan jika dulunya Pulau Sebaru pernah dijadikan sebagai tempat observasi pecandu narkoba.
Pulau tersebut memiliki sejumlah fasilitas yang cukup lengkap untuk rehabilitasi.
Fasilitas itu di antaranya berupa asrama dan ruang perawatan bagi pasien.
Baca: Sabu-sabu
Baca: Ekstasi
Namun, beberapa tahun belakangan pulau itu sudah tak digunakan lagi sebagai tempat rehabilitasi dan ditinggalkan begitu saja.
Bangunan eks rehabilitasi bagi pecandu narkotika yang terakhir digunakan pada 2005 hingga 2006 di Sebaru saat ini diklaim masih layak digunakan sebagai tempat observasi WNI.(5)