Informasi awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sophocles adalah penulis drama Yunani Kuno yang masyhur menciptakan drama Oedipus the King dan Antigone.
Bersama Aeschylus dan Euripides, Sophocles dianggap sebagai tiga penulis besar drama tragedi Yunani.
Drama-dramanya berisi tema seperti hubungan manusia dengan dewa, reaksi manusia menghadapi situasi problematik, dan para pahlwan yang harus menghadapai berbagai rintangan.[1]
Sopochles juga dikenal karena penggunaan ironi tragis dan metafora yang meluas.[2]
Baca: Franz Kafka
Baca: Mark Manson
Kehidupan
Sophocles lahir sekitar tahun 495 SM di Colonus, Yunani kuno.
Ayahnya, Sophillus, adalah seorang pembuat baju zirah yang karya.
Karena keelokan fisik, kecakapan atletik, dan ketrampilan di bidang musik, Sophocles terpilih untuk memimpin paean (paduan suara pada dewa) ketika masih berumur 16 tahun.
Pada 442 SM dia terpilih menjadi salah satu bendahara yang bertanggung jawab menerima dan mengatur upeti sekutu Athena.
Dua tahun kemudian, dia menjadi salah satu dari 10 strategoi (pejabat tinggi yang memimpin kekuatan beresenjata), sebagai kolega Pericles.
Sophocles kemungkinan menjadi strategos dua kali.
Ketika berumur 83 tahun, dia menjadi satu dari 10 komisioner penasihat yang diberikan kekuatan istimewa dan dipercaya mengatur pemulihan domestik dan keuangan Athena setelah kekalahannya di Syracuse.
Catatan terakhir mengenai Sophocles, menyebutkan dirinya memimpin paduan suara berkabung untuk lawannya yang meninggal, Euripides,s ebelum festival pada 406.
Dia meninggal pada tahun yang sama.[3]
Sophocles dan drama
Suda, ensiklopedia kuno abad ke-10, menyatakan bahwa Sophocles menulis 123 drama.
Namun, hanya ada tujuh drama yang eksis sampai saat ini, yakni Ajax, Antigone, The Women of Trachis, Oedipus the King, Electra, Philoctetes, dan Oedipus at Colonus.
Dia mengikuti berbagai kompetisi dan bahkan mengalahkan dua penulis drama populer, Aeschylus dan Euripides.
Karya Sophocles yang paling terkena adalah Oedipus dan Antigone.
Sopochles memberi banyak permbaruan pada gaya drama Yunani.
Salah satunya adalah pengenalan tokoh ketiga yang memberikannya kesempatan membuat dan membangun tokoh-tokohnya lebih mendalam.
Drama Sophocles melibatkan tema-tema terkait hubungan manusia dengan para dewa, reaksi manusia terhadap situasi problematik, dan para pahlawan yang harus menyingkirkan rintangan.
Dia mengubah gaya trilogi dan justru membuat tiga drama dengan plot berbeda.
Namun, hal ini juga menyebabkan inkonsistensi pada karyanya.
Drama Electra (418-414 SM), berisi tokoh Electra yang menunggu kakak laki-lakinya bernama Orestes.
Drama Philoctetus (409 SM) memperlihatkan konflik antara manusia dan masyarakat dan kekejaman yang terjadi ketika seseorang tidak dibutuhkan masyarakat lagi.
Sementara itu, drama Oedipus at Colonus (401 SM) menjadi karya terpanjang yang ditulisnya.[4]
Karya
Karya Sopochles
- Antigone
- Oedipus The King
- Philoctetes
- Oedipus at Colonus
- Ajax
- Electra
- Women of Trachis [5]