Kemenkes Tekankan Indonesia Tak Buru-buru Bawa Pulang WNI yang Dikarantina di Kapal Diamond Princess

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sebanyak 74 Warga Negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan negatif virus corona di kapal Pesiar Diamond Princess sudah diperbolehkan pulang.

Namun, Menteri Kesehatan Terawan, Agus Putranto, mengatakan pemerintah Indonesia tak terburu-buru dalam memulangkan WNI yang dikarantina tersebut.

Sebab Indonesia tak ingin berakhir seperti negara lain yang dinilai terburu-buru memulangkan warga negaranya dari China.

Baca: Warga Negara Jepang Dikonfirmasi Positif Terkena Virus Corona Setelah Berlibur ke Indonesia

Baca: Update Terbaru Virus Corona - 23 Februari: 23.092 Pasien Sembuh, 2462 Orang Meninggal Dunia

Dikutip dari Kompas.com, diketahui beberapa negara yang memulangkan warganya setalah dikarantina di kapal pesiar Diamod Princess justru menjadi terjangkit virus corona.

Terawan mencontohkan negara Australia yang awalnya negatif virus corona menjadi positif.

"Contoh sekarang, negara mana yang keburu-buru ngambil, coba?

Australia itu kan dari negatif jadi positif kan.

Kita mau seperti itu?" ujar Terawan saat dijumpai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Baca: Virus Corona Infeksi Korea Selatan, Kasus Meningkat hingga 8 Kali Lipat

Baca: Darurat Virus Corona, Beberapa Pertandingan Liga Italia Ditunda

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto memberikan keterangan kepada wartawan menjelang kedatangan WNI dari natuna di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Tak hanya Australia, Terawan juga mencontohkan Amerika yang melakukan hal serupa.

"Amerika sama juga kan (dari negatif menjadi positiv corona)?

Masak mau ngikutin yang seperti itu?" lanjut dia.

Menurut Terawan, Indonesia sangat berhati-hati dan mengikuti kaidah-kaidah yang sudah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca: Waspada Virus Corona, Sandiaga Uno Lebih Pilih Lakukan Hal Ini Dibanding Pakai Masker saat di Jepang

Baca: Media Pemerintah China Dikritik Karna Unggah Video Perawat Hamil yang Tangani Virus Corona

The Diamond Princess, terlihat di Melbourne pada 2010, telah dikarantina di pelabuhan Yokohama sementara otoritas kesehatan memeriksa semua 2.500 penumpang dan 1.000 anggota awak kapal.(bangkokpost) (bangkokpost)

Pemerintah tidak hanya mengambil keputusan berdasarkan keinginan WNI di kapal Diamond Princess.

Sebab jika salah langkah, maka menurutnya bisa terjadi penularan virus.

"Tapi, harus ada prosedur dan tata caranya.

Jangan mengikuti apa yang mereka inginkan, hanya sekadar secepatnya saja.

Kalau caranya semau sendiri, bisa membentuk episentrum (penularan virus) baru. Enggak boleh," sambung Terawan.

Baca: Virus Corona Infeksi Korea Selatan, Kasus Meningkat hingga 8 Kali Lipat

Baca: China Klaim Penurunan Tajam Kasus Virus Corona, WHO Ingatkan Masih Terlalu Dini Beri Kesimpulan

Bus-bus dengan penumpang AS tiba di Bandara Haneda, di Tokyo pada 17 Februari 2020 setelah turun di Yokohama dari kapal pesiar Diamond Princess, tempat orang-orang dikarantina di dalam pesawat karena ketakutan akan coronavirus COVID-19 yang baru. Orang Amerika mulai meninggalkan kapal pesiar yang dikarantina di Jepang pada 17 Februari 2020, untuk naik ke pesawat sewaan ketika jumlah kasus virus corona baru yang didiagnosis di kapal itu melonjak menjadi 355. Kazuhiro NOGI / AFP (Kazuhiro NOGI / AFP)

Mengenai rencana evakuasi WNI dari kapal pesiar Diamond Princess itu sendiri, Terawan memastikan bahwa Pemerintah Indonesia terus bernegosiasi dengan pemerintah Jepang.

"Harus butuh negosiasi yang detail, yang baik, sehingga apa yang kita lakukan sampai kita diketawain dunia di kemudian hari," kata dia.

Pemerintah juga akan memastikan virus tidak menyebar pada penduduk Indonesia lainnya.

"Pemerintah menjaga yang 260 juta (masyarakat) ini tetap bisa survive sembari kita melakukan tindakan-tindakan untuk menyelamatkan masyarakat kita yang ada di Jepang," katanya.

Baca: Virus Corona Kian Mewabah di Italia, Dua Orang Dilaporkan Tewas

Baca: Tak Bisa Beli Masker Wajah untuk Lindungi Diri dari Virus Corona, Wanita Ini Pakai Kostum Jerapah

Seorang pria bersepeda melewati bis kota (belakang L) untuk mengantarkan batch pertama penumpang yang turun dari kapal pesiar Diamond Princess - dalam karantina karena kekhawatiran akan virus corona COVID-19 yang baru - di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama pada bulan Februari 19, 2020. Penumpang yang lega mulai meninggalkan kapal pesiar yang terkena virus corona di Jepang pada 19 Februari setelah dites negatif untuk penyakit yang kini telah merenggut lebih dari 2.000 jiwa di China. TRIBALLEAU CHARLY / AFP (TRIBALLEAU CHARLY / AFP)

"Tidak boleh sekedar kita dipengaruhi oleh sebuah keputusan yang gegabah, tidak boleh.

Taruhannya besar sekali.

Jadi saya minta juga para media ikut membantu supaya kita green zone," lanjut dia.

Hingga saat ini Indonesia masih bebas dari virus corona yang pertama kali muncul di Wuhan, China itu.

Sementara, sudah terdapat empat WNI kru kapal pesiar Diamond Princess yang terinfeksi virus corona Covid-19.

Baca: Sebarkan Hoax Infeksi Virus Corona karena Pacar Tak Mau Minta Maaf, Perempuan ini Ditangkap Polisi

Baca: 4 Warga Indonesia Positif Corona, Pemerintah Bersiap Evakuasi 74 WNI di Kapal Diamond Princess

Petugas karantina dan staf medis yang mengenakan alat pelindung terlihat bekerja di dekat kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Daikoku Pier Cruise Terminal di Yokohama pada 13 Februari 2020. Setidaknya 218 orang di atas kapal pesiar yang dikarantina di Jepang telah diuji positif untuk novel COVID-19 coronavirus, pihak berwenang mengatakan 13 Februari ketika mereka mengumumkan rencana untuk memindahkan beberapa penumpang tua dari kapal.Kazuhiro NOGI / AFP (Kazuhiro NOGI / AFP)

Sebelumnya diberitakan Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah masih berkomunikasi oleh pemerintah Jepang demi evakuasi 74 WNI tersebut.

"Saya kira secepatnya (dievakuasi).

Ini juga masih proses diplomasi di Indonesia dan Jepang," ujar Presiden Jokowi di sela kunjungan kerja di Pelalawan, Riau, Jumat (21/2/2020).

"Kita minta ini, minta itu, tapi di sana masih menjawabnya (belum).

Kita harapkan ya segera ada sebuah keputusan sehingga kita bisa langsung menentukan," lanjut dia.

Baca: Pemerintah Jepang Bagikan 2000 iPhone GRATIS untuk Para Penumpang Diamond Cruise

Baca: Menlu Ungkap 3 WNI yang Jadi Kru Kapal Diamond Princess Positif Corona

(Ilustrasi - Presiden Gunakan Kata ISIS Eks WNI) - Presiden Joko Widodo memberikan arahan dalam Rakornas Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (6/8/2019). Dalam arahannya, Presiden Jokowi meminta agar jajaran TNI dan Polri membantu pemerintah daerah dalam mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Pemerintah Indonesia sendiri sudah menyiapkan beberapa opsi evakuasi.

Beberapa opsinya, yakni dievakuasi menggunakan kapal rumah sakit atau evakuasi dengan pesawat terbang.

Seiring dengan itu, pemerintah Indonesia juga masih menyiapkan rumah sakit yang akan dijadikan tempat observasi kesehatan 74 WNI tersebut setibanya di Tanah Air.

Baca: 61 Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Positif Terjangkit Corona, 3 Ribu Lainnya Dikarantina

Baca: Jepang Karantina 3.500 Penumpang dan Awak Kapal Pesiar The Diamond Princess untuk Uji Virus Corona

Foto selebaran ini diambil dan dirilis pada 4 Februari 2020 oleh Menteri Kesehatan Malaysia menunjukkan seorang warga negara Malaysia diangkut di kursi roda oleh seorang petugas kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung ketika ia tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, setelah dievakuasi dari Wuhan China, episentrum wabah coronavirus baru.Muzzafar Kasim / Kementerian Kesehatan Malaysia / AFP (Muzzafar Kasim / Kementerian Kesehatan Malaysia / AFP)

"Ini dalam proses persiapan. Belum kita putuskan.

Rumah sakit juga kita siapkan, tapi urusan yang berkaitan dengan tempat belum diputuskan," ujar Presiden Jokowi.

"Apakah nanti itu dievakuasi dengan kapal rumah sakit langsung atau evakuasi dengan pesawat ini belum diputuskan.

Saya kira secepatnya," lanjut dia.

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 9 Orang Tewas Tersedot Keluar dari Pesawat Setelah Pintu Boeing 747 Lepas

Baca: BREAKING NEWS Gedung DPR Kebakaran, Asap Putih Menyelimuti Lobi Namun Tak Terlihat Adanya Api

(Tribunnewswiki.com/Saradita Oktaviani/Kompas.com)



Penulis: saradita oktaviani
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer