Mantan pemain Liverpool itu akhirnya memberikan respon terkait kabar yang mengaitkan dirinya bakal bergabung dengan berjuluk Los Blancos tersebut.
“Saya bisa katakan bahwa Real Madrid adalah klub yang fantastis,” jawab Sterling dikutip Tribunnewswiki.com dari Bolasport.com, Sabtu (22/2020).
“Ketika anda melihat jersey berwarna putih, anda tahu dengan pasti klub apa yang terlintas di pikiran anda.”
“Mereka adalah klub yang luar biasa."
Meski demikian, dengan tegas Sterling pun membulatkan tekad mengenai keputusannya yang tetap akan mengenakan seragam The Citizens sampai kontraknya habis.
Baca: Tak Dibayar, Fans Barcelona yang jadi Buzzer Penghujat Pemain Sendiri Akhirnya Buka Suara
Baca: Dihukum UEFA, Nasib Jelek Manchester City Jadi Bahan Ledekan Legenda Manchester United
“Saya masih memiliki kontrak bersama Man City dan saya harus menghargai kontrak tersebut.”
“Saat ini saya bahagia mengenakan seragam biru langit,” tambahnya.
Real Madrid tertarik untuk memboyong penyerang sayap berusia 25 tahun itu untuk memperkuat skuatnya guna menghadapi kompetisi Liga Spanyol musim depan.
Sterling bermain impresif dengan catatan 20 gol dan enam assist dalam 35 penampilannya di semua kompetisi musim ini.
Kedatangan Sterling tentu menjadi amunisi tambahan berarti bagi Real Madrid dibawah besutan Zinedine Zidane.
Kemungkinan Gareth Bale akan pindah di akhir musim 2019-20 ini, sedangkan performa Eden Hazard masih belum kembali seperti sedia kala.
Lain daripada itu, dua penyerang muda asal Brasil, Vinicius Junior dan Rodrygo Goes masih perlu jam terbang kebih tinggi lagi.
Manchester City kini menjadi bahan yang diperbincangkan jagad sepak bola setelah dijatuhi hukuman oleh UEFA karena melanggar aturan Financial Fair Play.
Larangan bertanding di kompetisi Eropa akan membuat pelatih mereka, Pep Guardiola kesulitan merealisasikan rencananya untuk Manchester City di musim depan.
Guardiola bersama direktur sepakbola Manchester City, Txiki Begiristain, ternyata sudah berencana untuk merombak tim secara besar-besaran di akhir musim ini.
Baca: Meski Terancam Degradasi, Pep Guardiola Bersumpah Tetap Setia di Manchester City
Baca: Manajemen Barcelona Diduga Sewa Buzzer Demi Hujat Pemain Sendiri di Media Sosial
Keduanya dikabarkan akan memburu beberapa nama seperti Jadon Sancho (Dortmund), Fabian Ruiz (Napoli), Milan Skriniar (Inter Milan) hingga Nathan Ake (Bournemouth) pada bursa transfer musim panas nanti.
Keduanya ingin melakukan peremajaan di dalam skuat The Citizens untuk persiapan menghadapi kompetisi Liga Inggris 2020-2021.
Guardiola merasa bahwa beberapa pemain kuncinya tidak akan tampil dengan performa terbaiknya pada musim depan.
Faktor usia menjadi alasan mantan pelatih Barcelona itu untuk segera membidik para pemain yang lebih muda untuk memperkuat tim asuhannya.
Belum diketahui apakah rencana tersebut dapat direalisasikan oleh Guardiola pada bursa transfer musim panas nanti.
Kemungkinan besar perekrutan para pemain tersebut tersebut berantakan total mengingat akan memakan biaya sangat besar, sehingga tak mungkin lagi bagi Manchester City untuk menghambur-hamburkan uang seperti sedia kala.
Selain itu, sanksi berat yang dijatuhkan UEFA juga bisa membuat Guardiola meluapakan rencananya dan memilih untuk tinggalkan Manchester City ke Juventus.
Hukuman tersebut juga mampu membuat para pemain incaran The Citizens enggan untuk bergabung dengan tim yang bermarkas di Stadion Etihad tersebut.
Klub kaya raya asal Inggris, Manchester City resmi dihukum oleh UEFA terkait skandal manipulasi laporan keuangan mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan temuan UEFA, Manchester City disebut telah melakukan pelebih-lebihan catatan pendapatan sponsor klub demi menghindari aturan Financial Fair Play (FFP) yang diterapkan federasi sepak bola Eropa tersebut.
Financial Fair Play (FFP) adalah peraturan yang harus dipatuhi oleh semua klub yang berpartisipasi dalam kompetisi naungan UEFA, disusun pada 2009 dan mulai diperkenalkan pada awal musim 2011/12.
Klub harus menyeimbangkan neraca keunagan mereka selama tiga musim berurutan.
Baca: Menang di Kandang Chelsea, Manchester United Ramaikan Perburuan Zona Liga Champions
Baca: Bersiap Ditinggal Pep Guardiola, Manchester City Incar Mauricio Pocchettino
Penghasilan dari klub seperti tiket pertandingan, pendapatan TV, iklan, sponsor, penjualan pemain, dan hadiah uang termasuk dalam catatan keuangan yang masuk fitur penghitungan untuk FFP.
Ada berbagai sanksi yang bakal berlaku andai klub tidak patuh pada aturan FFP.
Mulai dari sanksi teguran, peringatan, diskualifikasi, larangan berpartisipasi di kompetisi naungan UEFA, bahkan pencabutan gelar juara.
Selain itu, klub-klub yang melanggar aturan FFP juga bisa dikenai denda, pengurangan poin, larangan transfer pemain dan pembatasan registrasi untuk kompetisi di Eropa.
Berikut pernyataan resmi hukuman terhadap Manchester City yang Tribunnewswiki.com kutip dari laman resmi UEFA pada Sabtu (15/2/2020):
“Menyusul sidang yang diadakan pada 22 Januari 2020, Adjudicatory Chamber UEFA yakni Club Financial Control Body (CFCB), yang diketuai oleh José da Cunha Rodrigues, hari ini (Jumat, 14/2/2020 waktu Swiss) telah memberi tahukan bahwa Manchester City Football Club tentang keputusan akhir tentang kasus yang dirujuk oleh Kepala Investigator CFCB.”
“Setelah mempertimbangkan semua bukti, Adjudicatory Chamber telah menemukan bahwa Manchester City Football Club melakukan pelanggaran serius terhadap Peraturan UEFA Club Licensing dan Financial Fair Play Regulation dengan melebih-lebihkan pendapatan sponsor dalam akun-akunnya dan break-even point yang diserahkan ke UEFA antara 2012 dan 2016.”
“Adjudicatory Chamber juga menemukan bahwa dalam pelanggaran peraturan, Manchester City gagal bekerja sama dalam penyelidikan kasus ini oleh CFCB.”
“Adjudicatory Chamber telah menjatuhkan sanksi disiplin pada Manchester City Football Club dengan dikeluarkan dari partisipasi di kompetisi klub dibawah naungan UEFA dalam dua musim berikutnya (musim Musim 2020/21 dan 2021/22) dan membayar denda sebesar 30 juta euro,” demikian pernyataan UEFA terkait hukuman untuk Manchester City.