Latihan Keras ala Shin Tae-yong, Semprot Kiper Timnas Indonesia Seperti Kakek-kakek

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong menjawab pertanyaan wartawan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (13/1/2020).

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Latihan Keras ala Shin Tae-yong, Semprot Kiper Timnas Indonesia Seperti Kakek-kakek.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, tak segan menyebut performa kiper seperti kakek-kakek.

Perkataan keras itu meluncur karena kiper Timnas Indonesia kurang mematuhi instruksi.

Shin Tae-yong diketahui kini tengah menggembleng pasukannya dalam pemusatan latihan (TC).

TC sudah dimulai 14 Februari 2020.

TC yang sudah direncanakan sejak lama oleh Shin Tae-yong bersama dengan PSSI ini rencananya digelar hingga 23 Februari 2020.

Hal ini dilakukan untuk persiapan Timnas Indonesia menghadapi sisa laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.

Pelatih baru PSSI asal Korea Selatan Shin Tae Yong saat ditemui usai penandatanganan kontrak kerja di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/12/2019). (Tribunnews)

Timnas Indonesia bakal melakoni tiga pertandingan terakhir melawan Thailand (26/3/2020), Uni Emirat Arab (31/3/2020) dan Vietnam (4/6/2020).

Di bawahan asuhan Shin, latihan skuad Garuda memiliki intensitas yang tinggi dengan durasi yang cukup lama.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut tak segan memarahi para pemain timnas jika mereka salah melakukan gerakan.

Salah satunya saat latihan kiper yang memang porsinya lebih banyak 30 menit dibandingkan pemain lain.

Pelatih kiper, Kim Hae-won, selalu mengingatkan pemain untuk tetap tersenyum walaupun mereka kelelahan.

"Ayo, ke mana senyumnya? Serius sekali wajah kalian.

Cobalah tetap senyum,” kata Kim, dikutip dari Kompas.com.

Baca: Peserta SKD CPNS, Bawa Jimat Agar Lulus Tes, Kepala BKD : Padahal Jin Enggak Ngerti Komputer

Baca: Nadiem Makarim Jawab Tuduhan Pakai Wewenang Soal Bayar SPP via GoPay : Saya Sudah Tinggalkan Go-Jek

Para kiper Timnas Indonesia terkadang terlihat kewalahan dengan intensitas latihan yang tinggi.

Mereka diminta melompati halang-rintang kecil dan dilanjutkan menangkap bola datar, tinggi, ke kiri, ke kanan, ke depan, atau ke belakang.

Durasi latihan tersebut sekitar dua hingga tiga menit tetapi dengan intensitas yang tinggi.

Shin, yang memperhatikan kiper Timnas Indonesia berlatih, ikut memberikan semangat supaya para pemain lebih kuat menjalani latihan.

”Hey, gerakan kamu seperti kakek-kakek umur 60 tahun.

Kamu kan masih muda.

Ayo, lebih kuat,” ujar Shin.

Para penjaga gawang Timnas Indonesia diminta untuk tetap menjaga dasar-dasar teknik seperti kuda-kuda yang harus selalu seimbang, kuat dan kokoh.

”Ingat ya, selelah apa pun kalian, dasar-dasar teknik penjaga gawang tidak boleh dilupakan.

Kuda-kuda kaki kalian harus selalu kokoh.

Tangkapan harus selalu aman.

Ini kunci utama penjaga gawang,” ujar Kim

Genjot Fisik Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Gunakan Kalimat Pedas

Karakter Shin Tae-yong, pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, kian terlihat di hari keempat pemusatan latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Pelatih asal Korea Selatan yang dikenal disiplin dan sangat detail itu tidak segan berkata ”pedas” kepada para pemain yang berulang kali melakukan kesalahan.

”Kalian ini mengoper (bola) saja tidak bisa. Anak sekolah dasar saja bisa passing seperti ini.

Kalian ini, kan, pemain timnas.

Apa tidak malu dengan predikat ini?” teriak Shin melalui penerjemahnya, Jeong Seok-seo, ketika menghentikan latihan sejenak sekaligus memberikan koreksi tegas terkait kualitas operan para pemain tim ”Garuda”, kemarin.

Suasana latihan perdana timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong di Stadion Madya, Jumat 14 Februari 2020

Pada latihan itu, kualitas operan para pemain timnas, khususnya pada sentuhan satu-dua, terlihat masih jauh dari sempurna.

Bola sering kali tidak meluncur tepat ke kaki para pemain, bahkan terkadang mengarah liar tidak tentu arah.

Semua itu diamati saksama oleh Shin, mantan pelatih timnas Korsel di Piala Dunia Rusia 2018.

Dalam latihan tersebut, Shin menginstruksikan pemain mengawali program dengan melakukan sentuhan kombinasi satu-dua.

Pemain harus melakukannya bergantian dan terus berpindah tempat.

Ternyata operan mereka masih semrawut.

Kontrol bola mereka pun tidak jarang kurang ”lengket” sehingga ada beberapa pemain yang mencoba menahan bola karena takut kontrolnya kurang baik.

Hal itu membuat aliran bola justru melambat. Padahal, Shin meminta bola dioper cepat.

Baca: Kronologi Pesinetron Anak Jalanan Aulia Farhan Ditangkap Polisi, Diciduk Saat Tunggu Pesanan Sabu

Baca: Cucu Habibie Kuatkan BCL yang Ditinggal Ashraf : Seperti Eyang, Unge Bisa Ceritakan Cinta Itu Ada

Pelatih fisik Lee Jae-hong juga tidak jarang meneriaki para pemain agar tidak mengendurkan intensitas kecepatan aliran bola.

”Oper keras… oper keras…. Jangan menahan bola. Jangan kurangi intensitas kecepatan.

Latihan adalah simulasi pertandingan. Kalau kalian terbiasa menahan bola, ini akan terbawa dalam pertandingan,” teriak Lee.

Secara keseluruhan, irama sentuhan satu-dua para pemain kurang sedap dipandang mata, setidaknya di mata orang awam yang menyaksikan latihan itu.

Awalnya, Shin tampak tenang.

Namun, dia terus memutari pemain dari satu kelompok ke kelompok lain.

Terlihat dia sangat detail mengamati gerakan semua pemain yang berjumlah sekitar 30 orang itu.

latihan berlangsung, Shin tiba-tiba meniupkan peluit keras.

Dia menghentikan sejenak latihan dan meminta semua pemain memperhatikannya.

Raut mukanya yang mulanya tenang tiba-tiba menjadi serius dan mengeluarkan instruksi secara keras dalam bahasa Korea Selatan.

Saat diterjemahkan oleh Jeong, diketahui ternyata Shin tidak senang dengan operan yang dilakukan para pemain.

Setelah sedikit menyentil para pemain, dia meminta pemain lebih serius berlatih. ”

Saya minta kalian fokus.

Lakukan setiap gerakan dengan benar.

Passing yang tepat dan bagus kepada rekan-rekan,” ujarnya dengan nada meninggi.

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Kompas.com/ Angga Setiawan/M. Hafidz Imaduddin)



Penulis: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer