Kenali Morning Surge yang Bisa Sebabkan Serangan Jantung Pagi Hari Seperti Ashraf Sinclair

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jantung.(kompas.com/Intisari-Online.com)

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Berpulangnya aktor sekaligus suami dari Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair pada Selasa (18/2/2020).

Ashraf Sinclair meninggal pada pukul 04.51 WIB di RS MMC Kuningan, Jakarta.

Suami BCL tersebut menghembuskan napas terakhir karena serangan jantung.

Dikutip dari Hallo Sehat, serangan jantung biasanya terjadi ketika salah satu pembuluh darah mengalami penyumbatan, bisa terjadi karena terlalu banyak lemak.

Penyumbatan tersebut mengakibatkan aliran darah tidak lancer ke jantung.

Sehingga jantung kekurangan oksigen serta makanan.

Oleh karena itu, jaringan di sekitar otot jantung rusak dan mati, sampai tak bisa memompa darah lagi.

Baca: Absen Screening Kesehatan Bisa Picu Serangan Jantung Bagi Para Pegiat Olahraga, Bagaimana Bisa?

Serangan jantung bisa terjadi kapan saja, namun lebih sering terjadi pada pagi hari.

Dikutip dari NHS.UK, serangan jantung yang terjadi di pagi hari jauh lebih berbahaya dari pada waktu lainnya.

Ilustrasi penyakit serangan jantung (kompas.com)

Dikatakan bahwa orang yang mengalami serangan jantung antara 6 pagi dan tengah hari, menderita kerusakan lima kali lebih besar pada otot jantung mereka.

Hal tersebut berdasarkan penelitian terhadap lebih dari 800 pasien serangan jantung.

Baca: Waspada Serangan Jantung, Coba Lakukan 8 Kebiasaan Mudah Ini untuk Jaga Kesehatan Jantungmu

Penelitian tersebut meneliti kemungkinan hubungan antara waktu terjadinya serangan jantung dan kadar dua enzim dalam darah.

Enzim ini adalah penanda kerusakan pada jaringan jantung, dan kadar yang lebih tinggi menunjukkan area kerusakan yang lebih luas.

Ilustrasi serangan jantung (pixabay.com)

Gejala medis seperti serangan jantung di pagi hari ini juga dikairkan dengan morning surge.

Yaitu kondisi ketika ntekanan darah meningkat di pagi hari.

Orang yang memiliki kondisi morning surge disebut memiliki resiko lebih besar untuk terkena serangan jantung atau serangan stroke di pagi hari, yaitu saat tekanan darahnya meningkat.

Morning surge juga sering menjadi penyebab utama terjadinya serangan jantung pada pagi hari.

Selain itu, serangan jantung yang terjadi di pagi hari seringkali dikaitkan oleh para peneliti dengan irama sirkardian.

Pada pagi hari, terjadi peningkatan sekresi hormon tertentu yang digerakkan oleh sirkadian, terutama epinefrin, norepinefrin, dan kortisol.

Kondisi ini memicu peningkatan permintaan oksigen dan tekanan darah.

Faktor-faktor ini dapat meningkatkan aktivitas sirkulasi.

Selain itu, produksi sel-sel progenitor endotel, yang memiliki peran penting dalam memperbaiki lapisan pembuluh darah, juga mengikuti pola sirkadian.

Sel-sel ini berjumlah lebih sedikit pada aktivitas sirkulasi di pagi hari.

Jantung.(kompas.com/Intisari-Online.com)

Penurunan kadar dari sel-sel ini menyebabkan tekanan pada saat pemeliharaan endotel.

Dikutip dari Britannica via Kompas.com, kondisi tersebutlah yang disebut oleh para ilmuwan dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung saat bangun tidur di pagi hari.

Penjelasan yang serupa juga disebutkan dalam sebuah penelitan yang diterbitkan di jurnal Nature.

Penelitian dalam jurnal tersebut mengidentifikasi hubungan antara irama sirkadian dengan peningkatan risiko serangan jantung di pagi hari.

Sebenarnya, sebelum serangan jantung terjadi, ada tanda-tanda awal yang bisa diwaspadai, seperti:

  • Tiba-tiba lebih sulit bernapas
  • Merasa dada tidak nyaman dan berdebar-debar
  • Terasa sakit dan tidak nyaman pada bagian lengan dan leher
  • Keringat dingin
  • Merasa mual
  • Tiba-tiba kepala terasa ringan atau kliyengan

Terkadang, gejala awal serangan jantung pria dan wanita juga berbeda-beda.

Kebanyakan pria mungkin hanya akan mengalami rasa tidak nyaman dan tertekan pada bagian dada.

Namun, wanita yang akan mengalami serangan jantung, cenderung lebih banyak mengalami sesak napas, mual, dan muntah.

Gejala ini terkadang mengecoh kaum wanita karena hampir mirip dengan gejala ketika ia datang bulan atau premenstrual syndrome (PMS).

Akan tetapi, apa pun gejala yang dialami, sebaiknya jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter agar dapat diperiksa lebih lanjut.

(TribunnewsWiki.com/Saradita Oktaviani)

Baca: Ashraf Sinclair Akan Dimakamkan di San Diego Hills, Pemakaman Mewah dengan Sederet Fasilitas



Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer