Informasi Awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Claustrophobia adalah ketakutan tidak beralasan pada ruang ruang sempit.
Claustrophobia berasal dari kata latin 'claustrum' dan kata Yunani 'phobos' .
Claustrum berarti 'tempat tertutup' dan 'phobos' yang berarti takut.
Claustrophobia dianggap sebagai fobia spesifik menurut Manual Diagnostik dan Statistik 5 (DSM-5).
Laman NHS UK melaporkan, orang-orang yang terkena claustrophobia akan sering menghindari ruang terbatas, seperti lift, terowongan, kereta tabung dan toilet umum.
Tetapi menghindari tempat-tempat ini justru dapat memperkuat ketakutan.
Beberapa orang dengan claustrophobia mengalami kecemasan ringan ketika berada di ruang sempit, sementara yang lain mengalami kecemasan parah atau serangan panik. (1)(2)
Baca: Fobia
Baca: Thalassophobia
Pemicu
Banyak situasi atau perasaan yang berbeda dapat memicu claustrophobia.
Bahkan memikirkan situasi tertentu seperti ruangan sempit tidak secara langsung pun bisa menjadi memicu fobia ini muncul.
Menurut NHS UK pemicu umum claustrophobia antara lain (2):
- Lift
- Terowongan
- Kereta tabung
- Pintu putar
- Toilet umum
- Mobil dengan kunci sentral
- Pencucian mobil
- Toko ruang ganti
- Kamar hotel dengan jendela tertutup
- Pesawat
Dilansir dari Healthline, kondisi atau situasi yang dapat memicu claustrofobia antara lain (3) :
- Berada di sebuah ruangan kecil tanpa jendela
- Mengendarai mobil kecil
- Berada di lift yang penuh sesak
- Menjalani MRI atau CT Scan
- Berdiri di sebuah ruangan besar, tetapi penuh sesak, seperti di pesta atau konser
- Berdiri di lemari
Penyebab
Para penderita claustrophobia pada umumnya adalah hasil dari pengalaman masa lalu seseorang (biasanya pada masa kanak-kanak) yang menyebabkan mereka mengasosiasikan ruang kecil dengan perasaan panik atau berada dalam bahaya.
Teori lainnya menyebutkan ada faktor lain yang menyebabkan seseorang menderita claustrophobia :
- Amygdala lebih kecil
Amygdala merupakan bagian kecil dari otak yang digunakan untuk mengontrol tubuh memproses rasa takut.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Psychiatry and Clinical Neuroscience, Fumi Hayano dan rekan menemukan bahwa orang yang menderita gangguan panik memiliki amygdala lebih kecil dari normal.
Ukuran yang lebih kecil ini bisa memengaruhi bagaiman tubuh memproses panik dan kecemasan.
- Phobia genetik.
Ada juga teori yang mengatakan bahwa phobia berkembang lebih pada tingkat genetik daripada psikologi.
Penelitian di belakang teori ini menunjukkan bahwa phobia ruang tertutup dan phobia lainnya merupakan mekanisme evolusi bertahan hidup pasif.
Sebuah naluri bertahan hidup terkubur dalam kode genetik kita yang dulunya penting untuk kelangsungan hidup manusia, namun sudah tidak lagi diperlukan.
Tim dari Jerman dan Inggris menulis dalam jurnal Translational Psychiatry bahwa kecacatan gen tunggal mungkin memberikan kontribusi untuk pengembangan claustrophobia. (4)
Pengobatan
Pengobatan fobia claustrophobia dapat dilakukan dengan beberapa cara (2) :
Dikutip dari Medical News Today, setelah pasien mendapatkan diagnosis, psikolog dapat merekomendasikan satu atau lebih dari opsi perawatan.
Pasien akan dibawa perlahan-lahan ke ruangan sempit, untuk membantu mereka mengatasi kecemasan di ruang sempit dan kecil, sehingga perlahan-lahan mulai terbiasa.
Beberapa minyak penenang tersedia untuk dibeli secara online, seperti minyak lavender atau "obat penyelamat".
Perawatan sering berlangsung sekitar 10 minggu, dengan sesi dua kali seminggu.
Dengan perawatan dan penanganan yang tepat, claustrophobia bisa diatasi.