Toraja
TRIBUNNEWSWIKI.COM - Toraja merupakan salah satu kota penghasil kopi arabika di Indonesia.
Toraja adalah daerah pegunungan yang dihuni oleh kelompok etnis Toraja dengan lokasi yang basah dan lembab.
Berlokasi di bagian selatan Pulau Sulawesi, Toraja didominasi dengan kontur dataran tinggi berupa pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1.200 mdpl dan berjenis tanah endapan liat/marine.
Hal tersebut memberikan satu keunggulan yang mampu membuat kualitas kopi dari Tana Toraja memiliki keunikan dari segi karakteristik rasa dan aroma.
Wilayah ini mempunyai letak geografis area pegunungan yang sangat cocok untuk pengembangan budidaya kopi dengan kualitas yang sangat prima.
Daerah ini sangat dikenal sebagai penghasil kopi dengan aroma wangi yang memikat selera para penikmat kopi dengan selera tinggi.
Ada beberapa negara yang sangat menggemari kopi Torja salah satunya Jepang.
Kopi Toraja bahkan telah dipatenkan Jepang oleh perusahaan bernama Key Coffe pada tahun 2005.
Di Jepang kopi Toraja dianggap sebagai barang mewah, sekitar 40% kopi yang beredar di Jepang adalah kopi Toraja.
Penikmat kopi Toraja di negara matahari terbit ini berasal dari kalangan menengah ke atas, karena untuk mendapatkan secangkir kopi Toraja mereka harus membayarnya dengan harga cukup tinggi. (1)
Ada dua jenis kopi yang ditanam di Toraja, yaitu arabika dan robusta.
Jenis arabika kebanyakan dijual sebagai green bean, sedangkan robusta diolah sebagai bahan kopi instan dan oleh-oleh khas. (2)
Baca: Kopi Kintamani
Baca: Kopi Gayo
Jenis
Pada dasarnya kopi Toraja terbagi menjadi dua, yaitu kopi robusta dan arabika.
Kedua kopi tersebut memiliki rasa yang berbeda, berikut penjelasan mengenai kopi Toraja robusta dan arabika.
Kopi Toraja robusta adalah biji kopi yang memiliki rasa lebih pahit dibandingkan arabika.
Hal ini disebabkan oleh kandungan kafeinnya yang mencapai dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan varian kopi lainnya.
Maka dari itu jenis kopi ini memiliki kandungan antioksidan yang tinggi serta dapat membantu mengurangi risiko terserang penyakit.
Dikarenakan rasanya yang pahit, tidak heran apabila kopi jenis ini sering kali digunakan dalam membuat kopi instan espresso dan bahan campuran kopi lainnya untuk menguatkan cita rasa.
Meskipun tidak diproduksi sebanyak kopi toraja arabika, namun kopi toraja robusta tetap populer di kalangan pecinta kopi yang menginginkan rasa lebih pahit.
Biji kopi Arabika lebih banyak digunakan pada biji kopi Toraja.
Hal ini disebabkan oleh kontur tanah vulkanis pengunungan Sasean dan juga ketinggian yang sesuai dengan media tanam untuk tanaman kopi Arabika.
Seperti yang diketahui, tanaman kopi Arabika harus ditanam pada ketinggian antara 700 hingga 2000 mdpl.
Selain dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan kualitas biji kopi yang baik, tanaman kopi Arabika juga dapat terhindar dari HV atau penyakit karat daun yang dapat merusak kualitas biji kopi itu sendiri.
Selain itu, kopi Arabika memiliki rasa yang lebih ringan dan tingkat keasaman yang lebih rendah dari kopi robusta.
Sehingga membuat kopi arabika lebih banyak ditanam oleh para petani kopi di Toraja. (4)
Baca: 5 Khasiat Kopi untuk Kesehatan
Baca: 9 Jenis Kopi Lokal Indonesia yang Namanya Telah Mendunia
Karakteristik
Kopi Sulawesi rasanya bersih, mereka secara umum menampilkan ciri karakter rempah-rempah atau kacang-kacangan, seperti kayu manis atau cardamom (sejenis jahe).
Karakter lada hitam kadang-kadang juga ditemukan.
Rasa manis, seperti halnya kebanyakan kopi-kopi Indonesia, berhubungan erat dengan kekentalan kopi.
After taste-nya akan menyelubungi langit-langit mulut di akhir minum kopi, halus dan lembut.
Sebagian besar kopi Sulawesi dibudidayakan oleh perkebunan kecil, dengan sekitar 5% berasal dari tujuh perusahaan yang lebih besar petani-petani Sulawesi menggunakan suatu proses yang unik disebut “giling basah”.
Kopi toraja sendiri memiliki aroma kopi spesial khas dengan tingkat keasaman yang rendah, halus, lembut, cita rasa floral dan fruity.
Sensasi rasa kopinya kuat, menembus lidah, juga terdapat sedikit rasa kecut.
Pahitnya muncul di ujung lidah tidak lama setelah diteguk.
Penampilan kopinya tampak lebih bening setelah dituang ke dalam cangkir, mirip teh pekat.
Kopi Toraja adalah jenis kopi arabika yang disebut “queen of coffee”.
Cirinya kopi ini memiliki aroma khas seperti aroma tanah.
Rasa pahitnya menonjol, namun dengan kadar asam yang rendah, tidak bikin mual ketika meminumnya. (1)
Baca: Manfaat dan Bahaya Kafein, Konsumsi 3 Cangkir Kopi Bisa Picu Migrain?
Baca: Nama Menu Unik Sadari Kopi, Solo Banget!
Pengolahan
Biji kopi Toraja diproses melalui pengolahan yang disebut oleh para petani lokal sebagai giling basah (semi-washed).
Biji kopi dipetik dari pohon dan dikupas kulitnya, kemudian didiamkan beberapa hari baru setelah itu dicuci hingga kesat.
Setelah para petani mengambil biji/ceri kopi, mereka menaruh ceri di mesin depulper dan mengeringkannya.
Namun, meski dikeringkan, biji kopi harus tetap pada 30% hingga 50% persen kelembapan sebelum dikupas, hingga mendapatkan biji kacangnya yang berwarna hijau.
Proses ini menciptakan rasa manis dan biji penuh (tidak pecah) yang menjadi ciri khas kopi Toraja.
Kopi yang sudah siap diolah dibersihkan kulit cangkangnya, kemudian disangrai sampai siap untuk ditumbuk.
Yang unik disini adalah untuk proses pembuatan kopi, di mana kopi di tumbuk disebuah lesung batu sampai berbentuk serbuk.
Dalam proses ini beberapa kali melalui proses tumbuk sampai sudah siap jadi kopi untuk diminum. (3)