Serpong Terkontaminasi Nuklir, Sumber Radioaktif Diamankan, Namun Paparan Radiasi Masih Tinggi

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi radioaktif. Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan teradiasi nuklir. Material radioaktif telah diamankan, namun radiasi di lokasi tersebut masih tinggi.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Radiasi nuklir terjadi di lingkungan Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan.

Paparan radiasi diatas ambang batas normal tersebut ditemukan tepatnya di area tanah kosong di samping lapangan voli blok J blok perumahan tersebut.

Oleh sebab itu, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) meminta warga untuk tidak memasuki lokasi yang terkontaminasi paparan radiasi nuklir.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Biro Hukum, Kerja sama dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.

Indra menjelaskan bahwa, Bapeten rutin melakukan uji fungsi unit pemantau radioaktivitas bergerak.

"Bapeten memang secara rutin melakukan uji fungsi unit pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak (mobile RDMS – MONA), dengan melakukan pemantauan radioaktivitas lingkungan di area Jabodetabek," ujar Indra, seperti yang dikutip dari Kompas.com, Jumat (14/2/2020).

Termasuk uji fungsi unit pemantau yang dilaksanakan pada 30-31 Januari 2020 lalu dengan target area meliputi wilayah Pamulang, dan Perumahan Dinas Puspiptek.

Tak hanya itu, Bapetan juga melakukan uji fungsi di daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, serta Stasiun KA Serpong.

Secara umum, nilai paparan radiasi lingkungan pada daerah-daerah pemantauan tersebut menunjukkan nilai normal.

Namun ketika dilakukan pemantauan di lingkungan Perumahan Batan Indah, ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan.

Baca: Bencana Nuklir Chernobyl

Baca: Gempa Bumi Berkekuatan 4.9 Guncang Iran di Dekat Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Dilakukan pengecekan ulang

Mendapati adanya kejanggalan, tim uji fungsi kemudian melakukan pengecekan ulang dan penyisiran di sekitar Perumahan Batan Indah.

Benar saja, tim menemukan nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal.

Bapetan kemudian melakukan koordinasi dan menginformasikan hasil pengecekan ke ketua RT setempat.

Setelah itu tim juga memasang garis pembatas di lokasi dengan laju paparan yang tinggi, dengan disaksikan oleh ketua RT.

Temuan paparan radiasi nuklir di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan. (kompas.com/Antara)

Sumber radioaktif telah diamankan

Untuk meneliti lebih lanjut, Bapeten dan BATAN mengambil sampel tanah di sekitar lokasi untuk dianalisa di laboratorium PTKMR-BATAN.

Berdasarkan hasil analisa di laboratorium dan juga hasil pengukuran laju paparan sebelumnya, diyakini terdapat material radioaktif.

Oleh karena itu tim gabungan Bapeten dan BATAN melakukan upaya pencarian sumber yang diduga menjadi penyebab kenaikan laju paparan radiasi diatas normal tersebut.

Pencarian material radioaktif telah dilaksanakan pada tanggal 7-8 Februari 2020.

Material radioaktif telah ditemukan dan segera diamankan pada waktu tersebut.

Meskipun laju paparan mengalami penurunan namun paparan nuklir di daerah tersebut masih berada di atas nilai normal.

Perlu adanya dekontaminasi

Karena laju paparan masih tinggi, Bapetan dan BATAN berencana untuk melakukan dekontaminasi.

Diantaranya dilakukan pengambilan atau pengerukan tanah, pemotongan pohon atau pengambilan vegetasi yang terkontaminasi material radioaktif.

"Berdasarkan hasil tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kontaminasi yang sifatnya menyebar di area tersebut, dan perlu dilakukan kegiatan dekontaminasi dengan cara pengambilan atau pengerukan tanah yang diduga telah terkontaminasi dan pemotongan pohon atau pengambilan vegetasi yang terkontaminasi," terang Indra.

Tim BATAN dan Bapeten telah mengambil sampel vegetasi, tanah, dan air sumur di sekitar lokasi untuk memastikan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang atau terjadi pencemaran.

Selain itu, tim BATAN telah melakukan kegiatan dekontaminasi dengan pengerukan tanah dan pemotongan pohon atau tanaman, dengan didampingi tim Bapeten.

Material yang diambil, selanjutnya dikirim ke PTLR-BATAN untuk diolah lebih lanjut.

Berdasarkan pengukuran laju paparan setelah pelaksanaan kegiatan dekontaminasi, diperoleh hasil bahwa laju paparan menggalami penurunan yang signifikan.

Namun angka tersebut masih tetap di atas nilai normal, sehingga proses dekontaminasi masih perlu dilanjutkan sehingga diperoleh nilai laju paparan kembali normal.

Tim BATAN juga akan melakukan pemeriksaan Whole Body Counting (WBC) terhadap beberapa warga di sekitar lokasi.

Laju paparan pada batas trotoar jalan Perumahan Batan Indah blok H, I, J dan lapangan voli blok J terukur pada batas normal.

Baca: Badan Pengawas Tenaga Nuklir

Baca: Badan Tenaga Nuklir Nasional

Baca: Uji Coba Senjata Nuklir Pertama Kali oleh Amerika

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, KOMPAS/Ambaranie Nadia Kemala Movanita)



Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer