RTHK, yang tidak menyebutkan sumbernya, mengatakan bahwa petugas polisi berpakaian preman disertai oleh petugas pemadam kebakaran mendobrak pintu Fang untuk memasuki flatnya.
Hua Yong, seorang seniman China dan aktivis hak asasi manusia, mengatakan kepada Quartz kemarin bahwa teman-teman Fang Bin secara terpisah memberitahunya tentang penangkapan itu.
Pemerintah China masih bungkam tentang hilangnya Fang Bin dan Chen Qiushi.
Belum ada pernyataan resmi yang merinci di mana Fang Bin atau Chen Qiushi berada, atau kapan mereka akan muncul jika mereka dimasukkan ke dalam karantina.
Baca: Warga Alami Krisis Kesehatan Mental Akibat Corona, China Beri Layanan Psikologis 24 Jam Gratis
Baca: Foto Satelit Sempat Merekam Wuhan, Kota Asal Virus Corona Merah Menyala, Ilmuwan Beri Penjelasan
Patrick Poon, seorang peneliti di Amnesty International, mengatakan masih belum jelas apakah Chen atau Fang "dibawa pergi oleh polisi atau ditempatkan di bawah 'karantina paksa'".
Namun, dia menambahkan bahwa pihak berwenang harus "setidaknya" memastikan anggota keluarga dihubungi.
"Pihak berwenang China harus memberi tahu keluarga mereka dan memberi mereka akses ke pengacara pilihan mereka.
Kalau tidak, itu adalah kekhawatiran sah bahwa mereka berisiko disiksa atau diperlakukan dengan buruk," kata Poon kepada BBC.
Baca: China Diduga Tutupi Jumlah Korban Tewas Akibat Virus Corona, Sebenarnya Tak Hanya 908 Orang
Baca: Terjangkit Virus Corona, Pejabat Publik Korea Utara Ditembak Mati setelah Pergi ke Pemandian Umum
Di China, jurnalisme warga jarang ada karena mereka tidak memperoleh sertifikat resmi yang diperlukan untuk melaporkan berita.
Sebab jurnalisme warga juga tidak bekerja untuk sebuah perusahaan atau media.
Namun dengan mengingkatnya kemarahan publik China terhadap pemerintahannya, beberapa orang mengambil tindakan tersebut.
Mereka mengunggah video online, berbagi foto dan kisah dramatis dari dalam kota yang dikarantina yang hampir terputus dari bagian lain negara.
Tetapi ketika pemerintah China berjuang untuk menahan wabah, virus corona lebih dulu memakan korban tewas lebih dari 1.110 dan menginfeksi hampir 45.000 orang.
Baca: Kabar Pasien Sembuh Akibat Virus Corona Telah Mencapai Angka 4.771 dari Total 45.168 Terinfeksi
Baca: Bukan Virus Corona, Indonesia Harus Waspada Penyakit Bahaya Ini: Ada 3.256 Kasus dan 27 Korban Tewas