Dalam pemeriksaan polisi, terdapat dua jenis obat dari tas Lucinta Luna, yakni tramadol dan Riklona.
Kedua pil ini merupakan obat yang termasuk dalam jenis psikotropika yang dikonsumsi oleh artis kontroversional ini.
Dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan, dua jenis obat tersebut merupakan obat penenang dan masuk golongan psikotropika.
Siapa sangka efek yang ditimbulkan dari obat tersebut cukup mengejutkan.
Kedua jenis obat tersebut ternyata bukan obat yang seharusnya dikonsumsi oleh masyarakat.
Baca: Lucinta Luna Akhirnya Buka Suara, Akui Kesalahan dan Ingin Tebus Dosa : Jangan Ikuti Saya
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengungkapkan, Tramadol merupakan obat anti-nyeri dan jika disalahgunakan maka akan menimbulkan halusinasi.
Tak hanya itu, Tramadol yang dikonsumsi berlebihan bisa menimbulkan ketergantungan dan memengaruhi aktivitas mental dan perilaku yang cenderung negatif.
Hal itu sebagaimana diberitakan Kompas.com (6/9/2016).
Karena adanya efek negatif tersebut, maka obat itu masuk dalam kategori obat-obat tertentu.
Dan hanya digunakan untuk pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan.
Melansir WebMD, Tramadol ada berbagai jenis, yakni Tramadol HCL, Tramadol HCL-Acetaminophen, dan Tramadol HCL ER.
Umumnya obat ini menimbulkan rasa mual dan muntah.
Penggunaan Tramadol harus dalam pengawasan dokter.
Baca: Tak Singgung Muhammad Fatah, Lucinta Luna Menangis sambil Sebut Namanya Ayluna Putri
Obat penenang lain yang ditemukan oleh polisi, yakni Riklona.
Pada 2016 lalu, kasus obat penenang yang tergolong psikotripika ini santer terdengar lantaran diberikan kepada anak-anak di daerah Blok M, Jakarta Selatan.
Riklona merupakan obat penenang dengan zat aktif Clonazepam.
Clonazepam sendiri merupakan derivatif dari benzodiazepine.
Secara umum, benzodiazepine adalah obat yang digunakan untuk mengobati kecemasan, tetapi juga efektif dalam mengobati beberapa kondisi lain.
Mekanisme kerja Benzodiazepine saat ini masih belum diketahui secara pasti, yang jelas obat ini bekerja dengan cara memengaruhi neurotransmitter di otak.
Salah satu neurotransmitter ini adalah asam gamma-aminobutyric (GABA).
Sebuah neurotransmitter yang menekan aktivitas saraf.
Tak hanya itu, yang perlu diperhatikan dari konsumsi Benzodiazepine yakni efek samping.
Efek tersebut antara lain:
- Ketenangan
- Pusing
- Lemas dan goyah
- Mengantuk
- Hilang orientasi
- Gangguan tidur
- Bingung Lekas marah atau agresif
- Kegembiraan berlebihan atau tidak wajar
- Gangguan memori
- Bahkan, ada ketergantungan fisik juga yang cukup parah jika diteruskan akan menyebabkan kematian.
Baca: Mantan Rekan Duet Terjerat Narkoba, Ratna Pandita Bongkar Perangai Buruk Lucinta Luna, Jual Diri?
Diketahui, semua Benzodiazepine dapat menyebabkan ketergantungan fisik.
Apabila penggunaannya dihentikan secara tiba-tiba, setelah penggunaan berbulan-bulan.
Maka akan menimbulkan efek, seperti depresi, merasa tidak percaya diri, kacau, dan insomnia.
Efek lain yang memengaruhi tubuh, yakni kejang, kram otot, muntah, dan bekeringat.
Lucinta Luna sendiri akhirnya buka suara dan meminta maaf warga Indonesia terkait kasus yang menjeratnya ini.
Melansir dari Kompas.com, Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas S Imam mengatakan, Lucinta ditahan di sebuah ruangan khusus di blok tahanan wanita.
"(Lucinta) ditahan di blok cewek, tapi di ruangan khusus," kata Barnabas di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2020).
Lucinta diketahui ditahan selama 20 hari ke depan atas dugaan penyalahgunaan narkoba.
Baca: Fakta Baru Kasus Narkoba Lucinta Luna, Konsumsi Obat Sebelum Tidur, 5 Bulan Coba Hilangkan Depresi
Menurut Barnabas, Lucinta ditahan seorang diri di ruangan khusus tersebut.
"(Lucinta ditahan di sek khusus) sendirian," ungkap Barnabas.
Barnabas menjelaskan, penempatan artis peran Lucinta Luna di blok perempuan Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya bertujuan untuk mencegah perundungan (bullying).
Menurut Barnabas, blok tahanan laki-laki di Rutan Polda Metro Jaya juga tidak dapat menampung Lucinta karena kapasitasnya penuh.
"Kebetulan blok pria (di Rutan Polda Metro Jaya) juga penuh, blok wanitanya masih longgar," ujar Barnabas.
Dalam sebuah kesempatan berbicara di Press Conference, Lucinta Luna memohon maaf kepada masyarakat Indonesia, "Buat teman-teman media yang ada di sini."
"Saya pribadi atas nama Ayluna Putri atau bisa dibilang Lucinta Luna."
"Saya mau minta maaf kepada semua masyarakat Indonesia yang ada di sini."
"Dengan tekanan saya, batin saya seperti ini, saya melakukan kesalahan yang sangat fatal yang bisa merugikan diri saya sendiri
"Saya cuma mau agar permohonan maaf saya dimaafkan oleh kalian, teman-teman, warga saya, teman-teman artis juga..."
"Dan kalau bisa jangan mengikuti langkah-langkah seperti saya."
"Tolong jauhi narkoba."
"Dan saya sangat berterima kasih kepada semua bapak-bapak polisi yang sudah melakukan penangkapan kepada saya."
"Semoga dari sini saya bisa menebus dosa dan saya juga bisa menyesali apa yang saya lakukan, terima kasih."
Baca: Identitas Lucinta Luna Dibongkar Dukcapil, Awalnya Muhammad Fatah Lalu Berganti Ayluna Putri
Baca: Diselamatkan Abash, Lucinta Luna Pernah Coba Bunuh Diri: Sempat Nyaris Loncat dari Gedung Apartemen