Viral Cerita Penculikan Oleh Sopir Grab, Sopir dan Penumpang Berdamai: Ternyata Salah Paham

Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Setelah sempat viral dengan cerita akan diculik, penumpang dan sopir Grab kini berdamai karena salah paham

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sempat viral di Instagram dan Twitter tentang kasus dugaan penculikan oleh sopir Grab Car, kini ceritanya berujung damai.

Seorang penumpang Grab Car bernama Istiani, mengunggah cerita mendebarkannya lewat Instagram Story karena mengira ia akan diculik.

Ceritanya viral dan sempat di-repost oleh beberapa akun di twitter, termasuk akun @FlamingMo pada Sabtu (8/2/2020).

Cerita yang dibagikan oleh akun @tiannnwu itu ternyata merupakan kesalahpahaman antara dirinya dan sang sopir.

Istiani yang melaporkan kejadian mencurigakan itu pada Senin (10/2/2020), keesokan harinya Polda Metro Jaya mengamankan sang sopir, Muhammad Imam untuk dimintai keterangan.

Baca: Viral Cerita Penumpang Grab Car yang Hendak Diculik, Sopir Kini Tengah Diperiksa Polisi

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, sopir Grab tersebut tidak berniat menculik Istiani.

Imam mengaku akan mengantarkan Istiani ke lokasi kedua, yakni ICE BSD dengan memilih jalan tol arah Merak.

Setelah memeriksa Imam, polisi kemudian mempertemukan keduanya untuk berdamai karena kejadian ini ternyata salah paham.

Imam mengaku dirinya baru saja menjadi sopir Grab selama sebulan sehingga ia belum mengetahui aplikasi Grab.

Ia juga menjelaskan bahwa ia memilih masuk tol arah Merak karena kesalahan aplikasi maps yang menunjukkan arah ke Tol Kebon Jeruk.

Cerita kronologi yang dibagikan oleh @tiannnwu melalui Instagram Storynya (twitter.com/FlamingMo)

"Error map-nya itu. Pertama, saya sudah menanyakan ke Mbak (Istiani) bahwa ke arah Dharmawangsa ini, betul atau enggak. Saya pencetlah itu (aplikasi maps), keluar di maps arahnya ke Tol Kebon Jeruk," ujar Imam.

Selain itu, ia ternyata tidak memahami daerah Jakarta Selatan karena ia merupakan seorang perantau asal Brebes, Jawa Tengah.

"Saya sebelumnya memohon maaf kepada pihak yang terlibat dari pihak Grab maupun pihak Polda Metro Jaya atau Mbak (Istiani) juga atas kesalahpahaman semua ini.

Ini juga karena saya belum memahami aplikasi Grab kali ya," ungkap Imam.

Istiani kemudian memutuskan untuk mencabut laporan polisi atas kasus dugaan penculikan itu.

"(Mencabut laporan) secepatnya, per hari ini juga saya mau mencabut laporannya," kata Istiani.

"Saat ini, saya dan driver (Imam) sudah saling meminta maaf dan memaafkan atas kesalahpahaman yang terjadi. Maka dari itu, saya memohon maaf kepada MIS (Imam), keluarga dan pihak Grab atas keramaian yang terjadi," pungkas Istiani.

Sebelumnya, Istiani juga sempat mengungkapkan bahwa ia merasa curiga dengan sopir Grab karena ia menelepon lewat HT seperti berbisik-bisik.

Ternyata, Imam (sopir Grab), sedang menelepon anggota keluarganya dan memilih untuk berbicara secara bisik-bisik agar tidak menganggu Istiani.

Fitur tambah 3 kontak darurat di aplikasi Grab (grab.com)

Baca: Viral Cerita Mendebarkan dengan Grabcar, Penumpang Bagikan Pengalaman Pentingnya Emergency Button

Namun, berkat cerita dari Istiani ini lah penumpang Grab juga jadi mengerti kegunaan dari tombol 'Emergency Button' yang ada di aplikasi transportasi online ini.

Tombol Emergency ini bisa membantu para penumpang yang berada di situasi berbahaya untuk segera mendapatkan bantuan dari pihak Grab.

Kemudian, Grab akan segera melakukan pertolongan kepada penumpang atau sopir Grab jika terjadi sesuatu saat sedang kondisi penjemputan penumpang.

(TribunnewsWiki.com/Restu, Kompas.com/Rindi Nuris Velasdela)



Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer