Update Pasien Sembuh Virus Corona Mencapai 2152 Orang, China Terus Berjuang Tangkal Penyebaran

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pekerja dari dinas kebersihan dan desinfeksi menyemprotkan desinfektan di kereta sebagai bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran virus baru yang berasal dari kota Wuhan di Cina di stasiun kereta api Suseo di Seoul pada 24 Januari 2020. Korea Selatan pada 24 Januari mengkonfirmasi kasus kedua dari virus seperti SARS yang telah menewaskan sedikitnya 26 di Cina, karena kekhawatiran meningkat tentang wabah yang lebih luas. Hong Yoon-gi / AFP

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Update pasien sembuh akibat virus corona dilaporkan bertambah menjadi 2152 orang.

Kabar baik ini datang sejalan dengan juga bertambahnya pasien meninggal dunia yang mencapai 813 orang.

Laporan per hari dari Komisi Kesehatan Nasional China, dilansir SCMP, Minggu (9/2/2020) ini menambah jumlah infeksi virus corona yang mencapai 37.552 kasus.

Pada Sabtu, (8/2), organisasi kesehatan dunia / World Health Organization mengatakan kenaikan ini masih dianggap wajar.

Seorang warga negara Amerika Serikat (AS), menurut Kedubes di China berusia 60 tahun yang didiagnosis mengidap virus itu meninggal pada Kamis (6/2) di Wuhan.

Sementara seorang pria Jepang berusia 60an juga dengan dugaan infeksi virus corona juga meninggal di rumah sakit di Wuhan.

Dua kematian di luar China yang terkonfirmasi adalah seorang pria China di Filipina dan seorang pria di Hong Kong.

Baca: Jumlah Korban Meninggal Coronavirus Mencapai Angka 813, Melebihi Kasus Terparah SARS

Orang-orang yang memakai masker mengunjungi pasar makanan segar di Hong Kong pada 29 Januari 2020, sebagai langkah pencegahan setelah wabah virus yang dimulai di kota Wuhan di Cina. Virus yang sebelumnya tidak dikenal telah menyebabkan alarm karena kemiripannya dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang menewaskan ratusan di seluruh daratan Cina dan Hong Kong pada 2002-2003. (DALE DE LA REY / AFP)


Berjuang Melawan Virus.

Pemerintah China masih berjuang untuk terus menangkal penyebaran virus yang membuat sekitar 56 juta penduduk terkunci di ibukota Provinsi Hubei, Kota Wuhan.

Sementara kota-kota lain yang jauh dari pusat penyebaran juga ikut membuat aturan untuk membuat warganya tetap berada di rumah dan membatasi jumlah orang yang akan bepergian.

Kematian seorang dokter di Wuhan pada Jumat (7/2) yang sempat dihukum lantaran berusaha memperingatkan adanya penyebaran virus corona memicu kesedihan sekaligus kemarahan warga terhadap pemerintah China.

Baca: Meski Khawatir Wabah Corona, Pernikahan Massal di Korea Selatan Sukses Dapatkan 30 Ribu Peminat

Orang-orang yang memakai masker mengunjungi pasar makanan segar di Hong Kong pada 29 Januari 2020, sebagai langkah pencegahan setelah wabah virus yang dimulai di kota Wuhan di Cina. Virus yang sebelumnya tidak dikenal telah menyebabkan alarm karena kemiripannya dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang menewaskan ratusan di seluruh daratan Cina dan Hong Kong pada 2002-2003. (DALE DE LA REY / AFP)

Virus corona telah menyebar ke lebih dari 20an negara.

Atas kejadian ini, sejumlah pemerintah negara-negara lain turut melarang kedatangan pengunjung dari China dan mendesak warganya untuk tidak pergi ke China.

Beberapa negara merekomendasikan warganya untuk segera meninggalkan China.

Penularan coronavirus muncul pertama kali di Ibukota Provinsi Hubei, Wuhan pada Desember 2019.

Kemudian virus ini menyebar ke seluruh Cina bahkan hampir di seluruh dunia.

Jumlah infeksi yang dikonfirmasi di Cina masih dapat tumbuh secara signifikan.

Baca: Makan Malam Daging Kura-Kura di Rumah Sakit Virus Corona? Ini Pengakuan Pasien

6.000 pasangan menikah massal di Gereja Unifikasi, Cheongshim Peace World Center, Gapyeon, Jumat (7/2/2020). (AFP/Jung Yeonje)

Selama hampir dua bulan, Cina telah berjuang menahan virus.

Kota-kota yang jauh dari pusat wabah coronavirus juga telah mengambil langkah-langkah untuk menjaga orang tetap di dalam ruangan.

Mereka membatasi jumlah orang yang berpergian keluar rumah.

--

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi

Berita Populer