Informasi awal
TRIBUNNEWSWIKI.COM – Arak-arakan meteor menerangi langit utara Amerika pada 9 Februari 1913.
Fenomena arak-arakan meteor ini dikenal sebagai 1913 Great Meteor Procession.
Penampakan meteor juga terlihat di atas langit Kanada, Bermuda, beberapa kapal di laut, dan juga Brazil.
Peristiwa arak-arakan meteor memicu perdebatan selama berdekade-dekade, mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Fenomena ini dinamakan “arak-arakan” atau prosesi karena berbeda dari hujan meteor tahunan yang terlihat menyebar ke segala arah dari titik tunggal di langit yang dinamakan radian.
Sebaliknya, meteor-meteor 1913 terlihat melintasi langit dalam formasi dan memiliki jalur identik. [1]
Selain itu ada juga yang mengaitkannya dengan kedatangan makhluk luar angkasa.[2]
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 8 Februari 1983, Pencurian Kuda Rp 12,2 Miliar, Pelaku Tak Pernah Tertangkap
Baca: Hari Ini dalam Sejarah, 7 Februari 1812, Gempa Bumi dan Tsunami di Mississippi, 1000 Orang Tewas
Penampakan meteor
Pada malam hari tanggal 9 Februari 1913, langit di atas timur laut Amerika Serikat berawan, sehingga sehingga puluhan juta orang tidak menyadari ada fenomena langit yang sedang terjadi.
Namun, lebih dari seratus orang di daerah terpencil di Kanada melaporkan fenomena ini.
Orang-orang tersebut terkejut melihat arak-arakan bola api terang berjumlah antara 40 dan 60 yang bergerak dari horison ke horisan dalam jalur yang identik.
Satu bola api terlihat setidaknya selama 30 sampai 40 detik dan seluruh arak-arakan berlangsung selama sekitar 5 menit.
Fenomena ini juga terlihat di atas Bermuda, kapal-kapal di laut, dan Brazil.
Beberapa saksi di Kota Batavia, negara bagian New York, melihat meteor dan banya orang mendengar suara menggelegar.[3]
Kemungkinan hanya ada total sekitar 1.000 orang yang melihat fenomena arak-arakan meteor 1913, mayoritas dari mereka berada di Toronto, Kanada.
Hingga saat ini fenomena arak-arakan meteor yang mirip pada 1913 belum terjadi lagi.[4]
Pada umumnya, meteor yang memasuki atmosfer bumi akan menguap karena bergesakan dengan udara.
Hal ini membuat meteor hanya kan terlihat beberapa detik, berbeda dari arak-arakan meteor 1913.
Meteor-meteor 1913 juga melintas secara hampir horizontal, hampir paralel dengan permukaan bumi.
Selain itu, suara aneh yang muncul juga mengindikasikan bahwa meteor-meteor 1913 kemungkinan relatif dekat dengan bumi sebelum meteor itu hancur.[3]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 7 Februari 1906 - Kelahiran Puyi, Kaisar Terakhir Tiongkok
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 6 Februari 1937, Novel Of Mice and Men karya John Steinbeck Diterbitkan
Penjelasan
Penelitian pertama mengenai fenomena ini dihasilkan oleh seorang astronom Kanada bernama Clarence Chant dalam Journal of the Royal Astronomical Society of Canada.
Orbit meteor kemudian didiskusikan oleh Pickering dan G. J. Burns yang menyimpulkan bahwa itu pada dasarnya satellitic.
Namun, penjelasan ini kemudian diserang oleh Charles Wyle yang berusaha membuktikan bahwa hujan meteor tersebut memiliki radiant.
Studi lebih lanjut oleh Lincoln LaPaz dan John O’Keefe menunjukkan bahwa meteor-meteor tersebut sangat mungkin mewakili sebuah benda, atau kelompok benda, yang secara temporer masuk ke orbit bumi sebelum hancur.
O’Keefe juga berpedapat bahwa meteor-meteor itu mungkin mewakili sisa terakhir dari cicin di sekitar bumi, terbentuk dari ejecta yang berasal dari gunung berapi di bulan yang dipostulasikan.[4]
Sementara itu, ada juga yang mengaitkan fenomena arak-arakan meteor dengan kedatangan makhluk luar angkasa.
Arak-arakan tersebut dipercaya bukan sebagai meteor tetapi armada kapal luar angkasa.[5]
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 8 Pemain Manchester United Meninggal dalam Kecelakaan Pesawat di Munich
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Dua Pria Australia Temukan Bongkahan Emas Seberat 72 kg di Bawah Pohon
(TribunnewsWiki/Febri)