J.B. Sumarlin

Penulis: Ronna Qurrata Ayun
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

J.B. Sumarlin


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI - Prof. Drs. Johannes Baptista Sumarlin, M.A., Ph.D. atau yang dikenal dengan nama J.B. Sumarlin lahir di Blitar pada tanggal 7 Desember 1932.

J.B. Sumarlin lahir dari pasangan Sapoean Pawirodikromo dan Karmilah, seorang buruh tani di Desa Ngadirejo, Kec. Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Sumarlin menempuh pendidikan S1 Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, gelar sarjananya diraih tahun 1958.

Tidak lama setelah lulus dari Universitas Indonesia (UI), Sumarlin menempuh pendidikan S2 di University of California di Berkeley, Amerika Serikat, meraih gelar Master of Arts (M.A.) tahun 1960.

Pada tahun 1968, Sumarlim menuntaskan pendidikan doktoralnya di University of Pittsburg, Amerika Serikat, dan mendapatkan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.).

J.B. Sumarlin adalah seorang ekonom Indonesia yang pernah memegang berbagai jabatan pemerintahan penting di bidang ekonomi. 

Pria yang pernah bekerja sebagai dosen di Universitas Indonesia ini wafat pada 6 Februari 2020 di Jakarta. (1)

Buku J.B. Sumarlim yang ditulis oleh Bondan Winarno (gerai.kompas.id/)

Baca: 5 Tokoh Besar Indonesia yang Berpulang Pada Tahun 2019

Baca: Hasri Ainun Habibie

  • Keluarga


J.B. Sumarlin yang lahir di Blitar, Jawa Timur ini dilahirkan dari pasangan Sapoean Pawirodikromo dan Karmilah, seorang buruh tani.

Kakek dari ibunya, Toedjo Towinangoen, adalah seorang petani yang memiliki sawah dan pekarangan luas di Desa Ngadirejo, dan Nenek dari ibunya bernama Raminah.

Ngadirejo pada masa itu termasuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Desa tersebut terletak di sebelah utara Gunung Kelud yang menjulang gagah.

J.B. Sumarlin menikah dengan Theresia Yostiana Soedarmi dan mempunyai empat anak, yaitu Ignatius Widyantoko, Sylvia Efie Widyantari, Antonius Widyatma, Fransiskus Widyanata, dan Khristina Widyastuti. (2)

Baca: Ir H Joko Widodo (Jokowi)

Baca: Susilo Bambang Yudhoyono

Pendidikan

  • SD Negeri 1 Blitar (1944)
  • SMP di Kediri dan Yogyakarta (1947)
  • SMA Negeri 1 Yogyakarta (dilanjutkan ke SMA 1 Budi Utomo, Jakarta) (1952)
  • Doctorandus (Drs.) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1958)
  • Master of Arts (M.A.) di bidang Ekonomi dari University of California di Berkeley, California, Amerika Serikat (1960)
  • Doctor of Philosophy (Ph.D) di bidang Ekonomi dan Pembangunan Sosial (Economics and Social Development) dari University of Pittsburgh, Amerika Serikat (1968) (1)

Baca: Sri Mulyani Indrawati S.E., M.Sc., Ph.D

Baca: BREAKING NEWS Menteri Keuangan Era Orde Baru, JB Sumarlin Tutup Usia

  • Riwayat Karier
    • Asisten Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) (1957).
    • Dosen dan Guru Besar FE UI (1960-2020).
    • Staf Ahli Menteri Keuangan (Prof. Dr. Ali Wardhana) (Desember 1968-Mei1969).
    • Sekretaris Dewan Moneter (1970-1973).
    • Deputi Ketua Bappenas bidang Fiskal dan Moneter (1969-1973).
    • Anggota MPR (1972-1988).
    • Wakil Ketua Bappenas (1973-1982).
    • Ketua Opstib, merangkap Menteri Negara Penertiban Aparatur Negara (1973-1983).
    • Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, merangkap Ketua Bappenas (1983-1988).
    • Menteri Pendidikan ad interim (1985).
    • Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan V (1988-1993).
    • Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) (1993-1998).
    • Presiden Komisaris (Independen) Asuransi Ramayana Tbk. (ASRMi)


  • Perjalanan Karier di Kementerian Keuangan


Perjalanan karir di Kementerian Keuangan dirintis sejak melakukan Gebrakan Sumarlin I pada tahun 1987.

Saat itu, Sumarlin menjabat sebagai Ketua Bappenas dan Menteri Keuangan ad interim.

Gebrakan Sumarlin I adalah pengetatan moneter dengan cara menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

Hal ini dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia untuk mengatasi perekonomian Indonesia yang menghadapi kesulitan.

Gebrakan Sumarlin I berhasil menunjukkan perkembangan yang membaik dengan angka pertumbuhan 5,7% melebihi target rata-rata pertumbuhan 5% (1988).

Pada Kabinet Pembangunan V, Sumarlin dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan didampingi Menteri Muda Keuangan Nasruddin Sumintapura.

Kebijakan yang dikeluarkan untuk mendukung pengendalian inflasi dan memperkuat struktur perkreditan, yaitu Paket Kebijakan Deregulasi di Bidang Moneter, Keuangan dan Perbankan (Pako 1988), Paket Maret 1989, dan Paket Januari 1990.

Namun, kebijakan ini menghasilkan ekspansi kredit perbankan yang berlebihan dan kurang selektif.

Pada Maret 1991, Gebrakan Sumarlin II dikeluarkan.

Gebrakan II ini mampu mengekang laju inflasi hingga secara berangsur-angsur turun menjadi 4,9% pada 1992.

Sejak 1970 hingga 1998, J.B. Sumarlin banyak berperan dalam pusat kebijakan ekonomi dan keuangan. (1)

Baca: Di Balik Nama Dian Sastrowardoyo, Ternyata Lawan Main Nicholas Saputra Ini Cucu Tokoh Sumpah Pemuda

Baca: Sunario Sastrowardoyo

Penghargaan

  • Menteri Keuangan Terbaik, Euromoney (1989).
  • Menteri Keuangan Terbaik, Majalah Asia (1990).
  • Bintang mahaputra Adiprana III (1973).
  • Bintang Grootkruis in de Orde van Leopold II, Pemerintah Belgia (1975). (1)

(TribunnewsWiki.com/Ronna)



Nama Lengkap Johannes Baptista Sumarlin (J.B. Sumarlin)


Tempat Tanggal Lahir Blitar, 7 Desember 1932


Orang Tua


Ayah Sapoean Pawirodikromo


Ibu Karmilah


Karier Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan V Republik Indonesia


Sumber :


1. www.kemenkeu.go.id/profil/daftar-menteri/johannes-baptista-sumarlin-jb-sumarlin/
2. www.kompas.com/tren/read/2020/02/06/180000265/meninggal-dunia-ini-profil-dan-perjalanan-menteri-keuangan-era-soeharto-jb?page=all


Penulis: Ronna Qurrata Ayun
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer