Ternyata Virus Corona Bisa Menular dari Orang yang Terinfeksi meski Tak Menunjukkan Gejala

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Orang-orang yang memakai masker pelindung saat berjalan di distrik Kwun Tong Hong Kong pada 23 Januari. (Bloomberg via SCMP)

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dunia kesehatan telah digegerkan oleh virus corona beberapa hari terakhir ini.

Virus corona telah menjangkit lebih dari 17,205 orang diseluruh dunia dan lebih dari 360 orang telah kehilangan nyawa mereka, per Minggu (2/2/2020) malam.

Dilansir TribunWow.com dari channel YouTube Kompas TV pada Minggu (2/2/2020), terdapat fakta baru terkait kasus Virus Corona tersebut.

Selama ini diketahui bahwa gejala orang yang terkena virus corona adalah gejala seperti pneumonia.

Ternyata para ahli menemukan fakta orang yang terjangkit virus ini tidak menunjukkan gejala-gejala terlebih dahulu.

Jumlah kasus virus korona yang diketahui melonjak 1.737 menjadi 7.771 di Cina pada Kamis, (30/1/2020) pagi termasuk kasus pertama yang dikonfirmasi di Tibet, menurut otoritas kesehatan, meningkatkan total global menjadi hampir 8.000 - dan mendekati total infeksi di seluruh dunia dalam wabah SARS tahun 2002-2003. (South China Morning Post) (South China Morning Post)

Seperti halnya yang dialami wanita dari China yang berkunjung ke Jerman.

Sebelumnya, wanita ini tidak menunjukkan adanya gejala pneumonia.

Akan tetapi setelah dia kembali ke China, wanita tersebut langsung jatuh sakit.

Begitu pula temannya yang bersama dia ketika di Jerman, awalnya juga tampak sehat.

Ternyata, temannya tersebut juga terjangkit virus ini dan harus diisolasi.

Dari hasil tersebut para ahli menyimpulkan seseorang yang tidak menunjukkan gejala pneumonia bahkan dapat menularkan virus corona ke orang lain.

Pada Kamis (27/1/2020), WHO menyatakan virus corona sebagai darurat kesehatan global.

Kasus pertama virus corona ditemukan di Wuhan, China, tepatnya di pasar makanan laut dan ternak.

Namun, hewan yang menjadi sumber virus dan seberapa besar resiko orang terjangkit virus ini belum bisa dipastikan.

Virus corona mampu menyebar dari manusia ke manusia, tapi seberapa mudah virus ini menular belum diketahui.

Baca: UPDATE VIRUS CORONA - 362 Orang Meninggal Dunia, Total 17.388 Kasus Terinfeksi

Baca: Pasien Sembuh dari Virus Corona Ternyata Dapat Terinfeksi Kembali, Simak Penjelasan Ahli Medis

Kemenkes Menghimbau Masyarakat Agar Tak Berlebihan Tanggapi Virus Corona

Pemerintah Indonesia mengisolasi ratusan warga yang baru saja dipulangkan dari Wuhan ke Natuna.

Penolakan datang dari masyarakat Natuna, karena menjadi tempat karantina bagi warga Indonesia yang pulang dari Wuhan, China.

Wiendra Waworuntu yang menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, meminta masyarakat jangan berlebihan menanggapi Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut diungkapkan Wiendra Waworuntu saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Malam tv One pada Sabtu (1/2/2020).

Wiendra mengatakan virus corona tidak semengerikan yang dibayangkan.

Apalagi penularan infeksi saluran pernapasan kepada orang lain melalui udara (droplet infection) juga belum dapat dipastikan.

"Kita lihat dulu lah virus yang dihebohkan ataupun ditakuti masyarakat tidak seperti yang kita bayangkan."

"Artinya dia kan menularnya masih droplet infection maupun airbond itu pun juga belum tau," jelas Wiendra

Dia mengatakan, jarak penularan biasanya dari jarak yang cukup dekat.

"Nah kalau droplet infection itupun jaraknya satu sampai lima meter juga tidak terkena, lima meter," tambahnya.

Virus corona tidaklah separah SARS yang terjadi beberapa tahun silam.

"Nah yang paling penting masyarakat jangan dulu resah dengan virus ini mematikan, kita lihat SARS pada tahun 2003 itu juga lebih tinggi 10 persen, kalau ini kita lihat virus yang ditakuti masyarakat sebenarnya angka kematian itu baru sekitar empat persen," ujar Wiendra.

Orang yang meninggal akibat virus ini juga merupakan orang yang sudah tua dengan riwayat penyakit lain.

"Dan yang meninggal itu juga orang tua yang ada penyakit lainnya, itu artinya begitu," lanjutnya.

Maka dari itu, Wiendra meminta masyarakat untuk tak berlebihan menanggapi masalah tersebut.

Terlebih lagi, orang-orang yang dikarantina itu bukan orang-orang yang positif terkena virus corona.

Mereka hanya akan diobservasi selama 14 hari.

"Tapi saya sih mengimbau saja bahwa masyarakat jangan terlalu berlebihan untuk menanggapi bahwa penyakit ini sangat berbahaya begitu."

"Tapi mari kita sama-sama untuk melihat atau mencermati atau sikapi, bahwa warga negara kita yang datang ini adalah satu warga negara yang sehat dan akan diobservasi tenaga kerja kesehatan," pungkas Wiendra.

(TribunnewsWiki.com/ Ika W)

Baca: UPDATE VIRUS CORONA - 305 Orang Meninggal Dunia, Total 14.556 Kasus Infeksi

Baca: Seorang Pria di Filipina Meninggal Dunia Akibat Virus Corona, Menjadi Kematian Pertama di Luar China



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer