Meski begitu, belum semua instansi telah selesai melaksanakan ujian.
Para peserta tes SKD CPNS yang telah mengikuti tes pun memberikan sejumlah bocoran terkait soal yang keluar.
Dilansir oleh Warta Kota, dari tiga jenis soal yang diujikan, kabarnya soal TWK diklaim menjadi soal yang paling sulit dibandingkan TIU dan TKP.
Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang mendapatkan nilai pas dalam soal TWK SKD CPNS 2019.
Hal ini tentu berbeda dengan CPNS 2018 dimana permasalahan tahun lalu adalah karena banyak peserta tidak lolos passing grade Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Berdasarkan bocoran yang diberikan peserta yang telah mengikuti tes SKD CPNS 2019, terkait soal TWK peserta lebih banyak disuruh menentukan sebuah kasus termasuk pengamalan sila ke berapa.
Selain itu dalam TWK juga tidak ada soal pasal-pasal UUD 1945, lalu tidak juga ada soal yang mempertanyakan nomor UU, tetapi lebih banyak analisis permasalahan di Indonesia.
Baca: Persiapan Tes SKD CPNS 2019: Kenali Proses Pelaksanaan hingga Simak Tips Mengerjakan Soal SKD
Baca: Tak Punya Saingan di Formasi CPNS 2019 yang Dilamar, Benarkah Langsung Bisa Lolos?
Soal tentang Natuna juga keluar dalam bentuk pertanyaan berupa penerapan Pancasila.
Sementara itu, ada pula peserta yang memberitahu bahwa untuk soal TWK ternyata tidak ada pertanyaan nama-nama tokoh, tetapi lebih ke logika.
Sedangkan untuk soal hitungan dalam TIU (tes inteligensi umum) TIU soalnya hanya berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian angka yang tidak rumit.
Berikutnya ada pula soal analogi, silogisme, mencocokan gambar, bilangan berderet, dan mengurutkan posisi tempat duduk.
Mengutip dari Warta Kota, berikut bocoran soal TWK CPNS 2019 dari peserta yang sudah lebih dulu mengikuti tes SKD.
Pelaku penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, SA memiliki harapan ditangkap polisi setelah merasa stres dan takut karena perekrutnya AZ, pimpinan Jamaah Anshartu Dhaulah (JAD) ditangkap polisi. Hal ini termasuk pengamalan Pancasila ke....
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai wacana masa jabatan Presiden hingga tiga periode tidaklah tepat. Lucius mengatakan wacana tersebut berbahaya bagi demokrasi di Indonesia. Lucius menuturkan sebagai sebuah sistem, wacana masa kepemimpinan presiden tiga periode dinilai bisa menghambat regenerasi. Pihaknya mengatakan seharusnya sistem yang ada saat ini diperkuat. "Sebagai sebuah sistem, demokrasi menjamin regenerasi dan kesinambungan pemimpin termasuk Presiden.
Wacana di atas kaitannya dengan demokrasi sangat erat dengan Pancasila. Demokrasi terbentuk karena konsistensi sebuah sistem yang kuat. Maka idealnya sebuah sistem yang kuat dan kokoh mencerminkan...
A. Sila ke 2
B. Sila ke 3
c. Sila ke 4
D. Sila ke 5
E. Sistem yang sesuai jaman
Jawaban yang tepat adalah B. Sila ke 3
Baca: Meski Tak Ikut Tes SKD, Peserta CPNS 2019 Berstatus P1/TL Tetap Diwajibkan Cetak Kartu Ujian
Baca: LINK DOWNLOAD Soal Latihan SKD CPNS 2019 Beserta Jawabannya, Simak Juga Kisi-Kisi Lengkap dari BKN
Terkait kisi-kisi soal CPNS 2019 telah diatur dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi (PermenpanRB) terbaru PermepanRB Nomor 23 Tahun 2019 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil dan Pelaksanaan Seleksi CPNS 2019.
Menurut peraturan tersebut, berikut adalah rincian materi soal-soalnya.
Materi TWK antara lain meliputi:
a) Nasionalisme, dengan tujuan mampu mewujudkan kepentingan nasional melalui cita-cita dan tujuan yang sama dengan tetap mempertahankan identitas nasional;
b) Integritas, dengan tujuan mampu menunjukkan sifat atau keadaan yang menjunjung tinggi kejujuran, ketangguhan, kewibawaan sebagai satu kesatuan;
c) Bela negara, dengan tujuan mampu berperan aktif dalam mempertahankan eksistensi bangsa dan negara;
d) Pilar negara, dengan tujuan mampu membentuk karakter positif melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika;
e) Bahasa Indonesia, dengan tujuan mampu menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang sangat penting kedudukannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Baca: HOAKS soal Surat Pengangkatan Honorer Jadi PNS
Baca: VIRAL Video PNS Kepergok Mesum di Mobil, Diduga Panik Langsung Tancap Gas hingga Tabrak Satpam Mall
a) Kemampuan verbal, yang meliputi:
i. Analogi, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua konsep kata yang memiliki hubungan tertentu kemudian menggunakan konsep hubungan tersebut pada situasi yang lain;
ii. Silogisme, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk menarik kesimpulan dari dua pernyataan yang diberikan; dan
iii. Analitis, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk menganalisis informasi yang diberikan dan menarik kesimpulan.
b) Kemampuan numerik, yang meliputi:
i. Berhitung, dengan tujuan mengukur kemampuan hitung sederhana;
ii. Deret angka, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam melihat pola hubungan angka-angka;
iii. Perbandingan kuantitatif, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk menarik kesimpulan berdasarkan dua data kuantitatif; dan
iv. Soal cerita, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk melakukan analisis kuantitatif dari informasi yang diberikan.
c) Kemampuan figural, yang meliputi:
i. Analogi, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua gambar yang memiliki hubungan tertentu kemudian menggunakan konsep hubungan tersebut pada situasi lain;
ii. Ketidaksamaan, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk melihat perbedaan beberapa gambar;
iii. Serial, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam melihat pola hubungan dalam bentuk gambar.
TKP untuk menilai:
a) Pelayanan publik, dengan tujuan mampu menampilkan perilaku keramahtamahan dalam bekerja yang efektif agar bisa memenuhi kebutuhan dan kepuasan orang lain sesuai dengan tugas dan wewenang yang dimiliki;
b) Jejaring kerja, dengan tujuan mampu membangun dan membina hubungan, bekerja sama, berbagi informasi dan berkolaborasi dengan orang lain secara efektif;
c) Sosial budaya, dengan tujuan mampu beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam masyarakat majemuk (terdiri atas beragam agama, suku, budaya, dan sebagainya);
d) Teknologi informasi dan komunikasi, dengan tujuan mampu memanfaatkan teknologi informasi secara efektif untuk meningkatkan kinerja; e) Profesionalisme, dengan tujuan mampu melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan tuntutan jabatan.
BKN secara resmi memberikan kisi-kisi bocoran soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2019.