Gambar tersebut ramai diperbincangkan di sejumlah media sosial setelah seorang pengguna mengunggah sebuah foto bagian belakang botol antiseptik merek Dettol yang dalam keterangannya tertulis:
"(Antiseptik) ini dapat membunuh E.Coli, Sammonella, MRSA, Rotavirus, *Flu virus (H1N1), Cold viruses (Human corona cirus dan RSV)" tertulis dalam keterangan botol Dettol.
Berkat kejadian ini, muncul pernyatan hoax yang menganggap bahwa Dettol dapat mengatasi segala permasalahan virus corona yang telah membunuh setidaknya 213 orang dan menginfeksi ribuan pasien di China.
Terlebih lagi, muncul opini menyesatkan bahwa Dettol adalah 'obat' untuk virus corona jenis baru di Wuhan.
Sejumlah pengguna sosial juga banyak membagikan kabar hoax yang salah satunya mengajak untuk minum Dettol.
Benarkah hal itu? Berikut Tribunnewswiki.com sajikan sejumlah informasi yang perlu diketahui:
Baca: Kesaksian Mahasiswa Indonesia yang Pulang dari Wuhan, Banyak Hoaks Tentang Virus Corona di Medsos
Dalam sebuah gambar yang diunggah oleh pengguna media sosial, tertulis keterangan bahwa sejumlah produk semprot Dettol dapat 'membunuh virus corona'.
Beberapa pengguna lainnya turut mengomentari gambar tersebut seperti, "Bagaimana bisa Coronavirus bisa menjadi hal baru? Ternyata sudah ada di dalam botol Dettol. Di situ tertulis dapat membunuh Coronavirus, mengapa sampai saat ini obatny (virus corona) masih belum diketahui?"
"Tak ada obat untuk virus corona. Orang-orang hanya dapat mengurangi risiko infeksi dengan terus menjaga agar tangannya bersih" kata pengguna lainnya.
Baca: Update Virus Corona hingga 31 Januari: Jumlah Meninggal Dunia 213 Orang, Total Terinfeksi 9816 Kasus
Semprotan disinfektan ini memang telah mencantumkan klaim dapat membuat pengguna terhindar dari virus corona jauh sebelum munculnya wabah virus corona di Wuhan, China.
Merespon klaim tersebut, para ilmuwan terkemuka menyatakan bahwa perusahan antiseptik tersebut tidak dapat membunuh virus corona 'jenis baru' di Wuhan, China.
Para ilmuwan mengatakan meskipun semprotan disinfektan ini dapat menghilangkan beberapa jenis virus corona -seperti yang menyebabkan flu biasa-, namun tidak ada bukti bahwa Dettol dapat melawan wabah virus corona jenis baru di Wuhan, China yang mematikan.
Virus corona jenis baru di Wuhan, China ini baru ditemukan pada akhir 2019 yang telah membunuh setidaknya 213 orang dan menginfeksi hampir 10.000 pasien di 24 negara di seluruh dunia.
Seorang profesor kesehatan dan obat-obatan, Paul Hunter menjelaskan bahwa bahan-bahan aktif dalam Dettol adalah Chloroxylenol, sebuah disinfektan yang tersedia luas di berbagai produk anti-bakteri lainnya.
Menurut Paul, 'Chloroxylenol' aktif melawan berbagai virus dan bakteri, termasuk virus corona.
Cairan disinfektan ini digunakan untuk permukaan keras yaitu kulit dan atau luka.
Terlebih lagi, disinfektan ini dapat juga digunakan sebagai sabun.
Namun demikian, Paul menegaskan agar tidak menggunakan Dettol selain untuk tujuan 'membersihkan'.
"Chloroxylenol beracun jika tertelan dan tidak boleh digunakan sebagai aerosol yang dapat dihirup orang" kata Paul memperingatkan."
"Apakah (penggunaan Dettol) menawarkan keuntungan dibandingan pembersihan standar lainnya, seperti mencuci sabun atau air saja, klaim tersebut belum benar-benar jelas" tambahnya.
Sementara itu, peneliti senior bidang kesehatan global di University of Southampton, Dr Michael Head, menjelaskan bahwa semprotan disinfektan memang berguna untuk menghilangkan bakteri.
Pernyataannya kepada Mail Online menyebutkan jika penggunaan dilakukan dengan benar maka, jenis pembersih sejenis lainnya juga dapat menghilangkan virus corona dan sejumlah virus-virus lainnya yang berada di permukaan (kulit, luka, dll).
Baca: Pasien yang Terinfeksi Virus Corona di Malaysia Bertambah Menjadi 8 Orang, Semuanya Warga China
Virus corona sendiri merupakan kategori virus yang dapat menyebabkan penyakit pernafasan.
Namun demikian, virus corona jenis baru di Wuhan, China ini berbeda dengan jenis virus corona pada umumnya.
Tulisan "dapat membunuh virus corona' dalam botol Dettol ini dimungkinkan merujuk pada virus penyebab flu biasa.
Dilansir oleh Plymouth Herald, pimpinan divisi Virologi dari The Francis Crick Institute, Dr. Jonathan Stoye mengatakan, "Harus diperjelas bahwa virus Wuhan hanyalah satu dari banyak jenis virus corona yang diderita manusia, sementara yang lainnya (pada umumnya) dikaitkan dengan penyakit flu biasa."
Sampai berita ini diturunkan, Tribunnewswiki.com masih berusaha menghubungi pihak Dettol.
Komite Kesehatan Nasional China mengumumkan kabar terbaru korban meninggal dunia akibat kasus penyakit virus corona mencapai 213 orang.
Sementara itu, muncul sejumlah korban terinfeksi baru yang menambah angka keseluruhan menjadi 9816 kasus virus corona.
Pihak medis China menyatakan masih terus melakukan pengamatan terhadap sejumlah kasus lain yang diduga berkaitan dengan virus corona.
Peningkatan angka ini terjadi ketika China sedang berupaya untuk mengembalikan martabatnya di mata internasional untuk mengatasi masalah ini, dilansir South China Morning Post (SCMP), Jumat (31/1/2020).
--