Viral Dosen Bagikan Kisah Haru Persahabatan Mahasiswa soal Toleransi dari Beragam Suku dan Agama

Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lita Widyo Hastuti dari Universitas Katolik Soegijapranata bagikan cerita persahabatan mahasiswanya.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Viral di media sosial postingan seorang dosen tentang persahabatan dan toleransi yang dijalin mahasiswanya.

Postingan itu dibagikan oleh dosen dari Universitas Katolik Soegijapranata, Lita Widyo Hastuti.

Cerita haru yang dibagikan Lita Widyo melalui akun Twitternya pada Selasa (28/1/2020) itu menjadi perbincangan warganet.

Lita Widyo menuliskan bahwa ia memiliki mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang.

"Saya pernah punya bbrp mahasiswa yg berkawan dekat. Si A berjilbab & tipe halus.

B aktivis yg suka pake liontin salib & sesekali telat kuliah.

C Tionghoa tomboy rambut dicat, sy lupa dia Buddhis atau KongHuCu.

D cowok baik hati yg suka dikerjain. Masih ada 1-2 lagi sy gak inget," tulis Lita Widyo, dikutip TribunnewsWiki.com.

Ia pun menceritakan bahwa suatu ketika, sosok A yang beragama muslim tersebut mengalami kecelakaan.

Kecelakaan itu membuat si A mengalami luka parah di bagian kaki.

Baca: VIRAL Foto Diduga Mayat Korban Virus Corona Bergelimpangan di Wuhan, Ini Fakta Sebenarnya

Baca: VIRAL Amplop Sumbangan Kosong dengan Tulisan Hutangmu Lunas, Ini Klarifikasi Rudi Tobing

Mendengar si A kecelakaan, teman-temannya yang berbeda agama itu langsung bergegas memberikan bantuan untuk merawat si A di rumah sakit hingga orangtua si A datang.

"Satu saat terkabar A si cantik berjilbab kecelakaan berat.

Apalah daya seorang pengendara motor melawan laju truk. Salah 1 kakinya terluka parah.

Teman-temannya bergegas mengurus ini itu sembari menunggu ortu A yg tinggal di luar kota, sampai A bisa dirawat di rumah sakit," tulisnya.

Namun, kondisi si A tidak mengalami kemajuan hingga akhirnya si A harus dirujuk di rumah sakit di Solo, Jawa Tengah.

Kaki si A harus diamputasi.

Hal itu tidak menyurutkan semangat teman-teman si A untuk merawat.

Saat Lita Widyo menyempatkan besuk, ada beberapa mahasiswa yang bolos kuliah demi merawat si A.

Mahasiswanya tampak kelelahan tetapi berusaha menyembunyikan kelelahannya.

"Saat sy sempatkan bezuk, teman-teman A tengah berada di rumah sakit.

Rupanya mereka bergiliran meninggalkan kuliah di Semarang utk menguatkan ortu A mendampingi putrinya.

Baca: Viral Kisah Siswa SMP Urus Ibu yang Menderita Kanker Stadium 4 dan 2 Adiknya, Pemkot Beri Bantuan

Baca: Viral Kisah 7 Tahun Pacaran Ujung-ujungnya Kandas, Diselingkuhi saat LDR, Begini Cerita Lengkapnya

Saya saksikan mereka ngelesot di lantai dgn wajah kelelahan tapi berusaha hepi sambil makan nasi bungkus," tulisnya.

Namun, ternyata sosok si A menghembuskan nafas terakhirnya.

Teman-teman si A yang bergantian menjaga si A tampak sangat terpukul.

"Upaya medis terus berjalan, namun akhirnya Tuhan memanggil.

Pecah tangis keluarga & para sahabat.

Jenasah dibawa ke rumah duka, sebuah kota kecil.

Sy tak mampu gambarkan wajah-wajah duka, tak juga perlu berkata-kata, cuma menepuk-nepuk pundak anak-anak muda itu satu demi satu," tulisnya.

Selang setahun, teman-teman si A berhasil lulus dan mereka menyiapkan acara khusus untuk mendoakan si A.

"Waktu berlalu, mungkin setahun kemudian, saya dengar bbrp dari mereka dinyatakan lulus.

Saat yudisium menjelang wisuda ada sesuatu yg tak biasa.

Kawanan ini menyiapkan sesuatu di luar acara resmi, 1 seremoni kecil berisi kenangan dan doa bersama utk teman kesayangan mereka, A," tulisnya.

Teman-teman si A merasa bahwa sosok A memberikan semangat kepada mereka.

Baca: Viral Pernikahan Hanya Dihadiri 11 Tamu, Fotografer Ungkap Kesaksian Rasakan Hal Ini

Baca: Viral Penjual Tahu Cantik, Reaksi Netizen Ada Cincin di Jari, Akui Terima Pesan Bernada Tak Pantas

"Mereka bilang kami lulus atas semangat A, bagi kami dia ada di sini lulus bareng kami.
Hadir di situ ortu A yg relasinya makin kuat dgn para sahabat putrinya.

Salut & cinta saya utk anak-anak muda hebat itu dimanapun mereka kini berada.

Saya rindu Indonesia yg toleran," tulis Lita Widyo.

Melihat indahnya toleransi yang dilakukan mahasiswanya tersebut, Lita Widyo mengaku sangat bahagia.

Lita Widyo mengaku rindu dengan anak muda yang bisa menghargai perbedaan tanpa sekat agama, ras dan suku.

"Saya rindu makin banyak anak muda seperti mereka, yang matanya bening tak terkotori perbedaan, yang punya hati jauh lebih luas dibanding sekedar sekat agama dan ras yang seringkali membutakan," tulisnya.

Tak disangka, postingan tersebut mendapatkan respon dari orangtua si A.

Orangtua si A memuji dosen yang telah berhasil mendidik mahasiswanya.

"Bu Lita....! Saya hapal sahabat A. Bahkan, sebagian besar dari mereka, anak2ku itu, saya juga tahu keberadaannya sekarang karena saya adalah ortu si A ! Sungguh, mereka adalah anak2 hebat, cerminan dari hasil proses pendidikan yg pasti luar biasa hebat, dosen2 yg hebat," tulis akun @wahyu2202.

Cuitan tersebut pun dibalas oleh Lita Widyo dan memuji ketulusan Wahyu yang masih terus menjalin silaturahmi dengan para sahabat anaknya tersebut.

"Pak Wahyu. Luar biasa, kita dipertemukan di twitter. Ananda lahir dari orangtua hebat yg berani melepas putrinya ke lingkungan yg sarat perbedaan.

Bahkan dlm ketiadaannya, ananda masih memfasilitasi kuatnya persaudaraan di antara kami. Salam hormat utk Bapak dan Ibu," balas Lita.

Selain itu, banyak warganet yang berterima kasih kepada Lita Widyo lantaran cerita yang telah dibagikan.

"Terima kasih bu @WidyoLita untuk cerita inspiratifnya. Kiranya ini membuka mata hati Anak2 muda Bahwa perbedaan itu indah jika dimaknai secara positif untuk membangun Indonesia kita," tulis akun @eka_dini722.

"Inspiratif banget Bu
Smoga Anak anak Zaman Now bisa mengerti Bahwa Saling Menghormati,saling Menghargai merupakan Budaya Bangsa ini," tulis akun @kenhans03.

"Terima kasih Bunda utk kisah yg inspiratif jk kita semua bersaudara dalam keberagaman," tulis akun @IGBagus07.

Hingga artikel ini ditulis, postingan Lita Widyo ini telah disukai oleh 33 ribu dan diretweet sebanyak 16 ribu orang.

(TRIBUNNEWSWIKI/Afitria)



Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer