Penuhi Panggilan Polda Jabar, Grand Prime Minister Sunda Empire Didampingi Gubernur Sunda Atlantik

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nasri Banks, Grand Prime Minister di Sunda Empire, sosok yang lebih tinggi di atas Rangga Sasana. Dia terlihat dominan dalam sejumlah tayangan video di media sosial.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Grand Prime Minister Sunda Empire, Nasri Banks, mendatangi Polda Jabar.

Nasri Banks memenuhi panggilan penyidik Subdit Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Selasa (28/1/2020).

"Ya masih diperiksa," ujar Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Hendra Suhartiyono, di Mapolda Jabar.

Pantauan Tribun, ada dua orang anggota Sunda Empire, laki-laki dan satu perempuan yang keluar dari Ditreskrimum Polda Jabar.

Satu di antara orang itu adalah yang dikenal mengaku sebagai Gubernur Sunda Atlantik, Eduard SE.

Baca: Dua Klaim Petinggi Sunda Empire: PBB Lahir di Bandung, hingga Bisa Kalahkan Jack Ma dan Bill Gates

Baca: Bisa Rusak Generasi Muda, Roy Suryo Merasa Perlu Laporkan Tokoh Sunda Empire Rangga Sasana ke Polisi

Nasri Banks, Grand Prime Minister di Sunda Empire, sosok yang lebih tinggi di atas Rangga Sasana. Dia terlihat dominan dalam sejumlah tayangan video di media sosial. (Kolase Tribun Jabar - Foto: Tribunjabar.id/Mega Nugraha- Istimewa)

Ketika ditanya wartawan, keduanya enggan berkomentar dan memilih bungkam.

"Enggak-enggak, say‎a enggak bisa komen. Saya hanya menemani secara moral Pak Nasri Banks. Dia masih diperiksa," ucap Eduard.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Saptono Erlangga, menambahkan bahwa pemeriksaan itu sebagai tahapan pengembangan penyelidikan.

Kasusnya sudah jadi penyidikan.

"Agenda hari ini pemeriksaan tambahan dari yang kemarin sudah dilakukan pemeriksaan sebelumnya. Terkait tersangka, nanti tunggu aja pemeriksaannya," ucap dia.

Ditemui Wartawan, Nasri Banks Enggan Berkomentar

Wartawan Tribun Jabar sempat menyambangi rumah Nasri Banks.

Sayang, jenderal bintang lima Sunda Empire ini menolak untuk diwawancara.

"Waah enggak bisa, mohon maaf, saya enggak bisa ngomong. Off the record," ujar Nasri.

Raut muka Nasri tampak menunjukkan ketidaksukaan ketika wartawan menyinggung Rangga Sasana.

"Aaah apa dia. Enggak bisa, saya enggak akan ngomong," ujar Nasri seraya masuk ke rumah dan membanting pintu rumahnya dikutip dari Tribun Jabar.

Baca: Petinggi Sunda Empire Mengaku Keturunan Prabu Siliwangi, Tokoh Masyarakat: Orangtua Asli Brebes

Baca: Tanggapi Ridwan Kamil, Raden Rangga Sasana Sebut Gubernur Jabar Memalukan: Tak Paham Sunda Empire

Salah satu petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sasana.(Kompas.TV) (Kompas.TV)

Dari Guru Fisika, Menjadi Jenderal Sunda Empire

Adik Ipar Nasri Banks, Raden Setiawati, menceritakan kisah hidup Nasri Banks sebelum menjabat sebagai jenderal.

Setiawati menceritakan, Nasri sebelumnya tinggal bersama orangtuanya.

"Saya adik iparnya, dulu dia memang tinggal di sini karena rumah orangtua. Kakak saya menikah sama dia, kami memanggilnya Babeh," ujar Setiawati di kediamannya, Jumat (23/1/2020).

Kemudian, ia pindah rumah sekitar tahun 2000.

Pada awalnya ia tinggal di Bekasi, namun kembali pindah untuk tinggal di Bandung.

Setiawati mengungkap, Nasri Banks dulunya bekerja sebagai guru di fisika.

"Pekerjaannya guru PNS, mengajar SMA/SMK. ‎Guru mata pelajaran fisika," ucapnya.

Setelah nama Nasri Banks melejit, Setiawati mengaku kaget.

Padahal menurut Setiawati dulunya pemikiran Nasri Banks normal seperti orang pada umumnya.

"Saya pribadi kaget. Kok bisa. Begini ya, terlepas perbuatannya salah atau enggak, saya yang merasa bukan orang pintar saja, ‎heran banget kok bisa seperti itu. Nalar dan logika saya jadi kaget saja. Padahal dulu enggak begitu, biasa saja, bekerja, ngajar ya seperti itu," ucap Setiawati.

Setiawati mengaku sempat menanyakan terkait Sunda Empire ke Nasri Banks.

"Saya tanya kenapa, ada apa, jawabnya enggak ada apa-apa, biasa saja karena enggak ada yang salah, kata Babeh. Saya tanya sama kakak saya, katanya pada tepuk tangan saat muncul di TV," ucap dia.

Mendengar jawaban kakaknya, Setiawati tak mau mendebatnya.

Ia pun membiarkan Nasri Banks dengan keyakinannya saat ini.

"Selama dia meyakini keyakinannya, saya mau apa, enggak mendebat. Sebagai keluarga, saya berharap ini segera tuntas," kata Setiawati.

Meski begitu Setiawati mengaku malu pada tetangga.

"Bagaimanapun, dia kan lama tinggal di sini, saat ada ramai pemberitaan, saya jadi malu juga sama warga sini," katanya.

Sosik Nasri Banks terlihat dalam video kegiatan Sunda Empire.

Dalam sebuah video, Nasri Banks berorasi sangat meyakinkan.

Ia memaparkan kekaisaran matahari, united, nation, dan empire.

Nasri Banks disebut-sebut lahir di Sibolga, Sumatera Utara, tahun 1954.

Baca: Sujiwo Tejo Apresiasi Pemberitaan tentang Keraton Agung Sejagat: tapi Mana Berita Jiwasraya?

Baca: Berbeda dengan Keraton Agung Sejagat, Ganjar Sebut Kerajaan di Cepu Blora Punya Orientasi Pariwisata

Cuplikan video orasi tokoh Sunda Empire. (Facebook) (Facebook)

Belum Bayar Kontrakan

Tetangga Nasri Banks, Agus (6) mengatakan bahwa Nasri tinggal di rumah kontrakan.

Menurutnya, Nasri bukan warga asli komplek tersebut.

Seingatnya, Nasri mengontrak rumah itu sejak kurun 5 tahun lalu.

"Dia rumahnya ngontrak di sini. Ini bentar lagi mau selesai‎. Yang punya kontrakannya sudah sering nagih uang kontrakan," ujar Agus.

Ketua RT setempat, Tecky membenarkan bahwa Nasri tinggal di wilayahnya.

Sesuai KTP, ia bernama Nasri Banks, kelahiran Sibolga 1954.

"Tapi domisili aja di sini, KTP-nya bukan orang sini. Dia ngontrak rumah. Setahu saya, banyak orang yang bertamu ke dia. Orang-orang sini bilangnya profesor, tapi saya enggak ngerti profesor apa," ucapnya.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin) (TribunJabar.id/Mega Nugraha/TribunBogor)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer