Dilansir dari ESPN, Kobe Bryant kala itu sedang dalaam perjalanan untuk pertandingan bola basket dengan putrinya Gianna Bryant, yang berusia 13 tahun dan tujuh orang didalamnya termasuk pilot helikopter.
Kobe Bryant memasuki dunia NBA langsung dari high school (SMA).
Pada tahun 1996 di usia 18, ia menjadi pemain termuda dalam sejarah NBA.
Dia memenangkan lima gelar NBA bersama LA Lakers, serta dua medali emas Olimpiade untuk Amerika Serikat.
Saat ini Kobe Bryant merupakan pebasket keempat dalam daftar skor sepanjang masa NBA dengan 33.643 poin, memenangkan dua penghargaan MVP Final NBA dan musim reguler MVP NBA pada 2008.
Baca: Legenda Dunia Basket dan NBA, Kobe Bryant Tewas Pasca Kecelakaan Helikopter di California
Baca: Liga Italia: Pergantian Pelatih Milan Sebabkan Bintang Timnas Brasil Ini Alami Gangguan Mental
Berasal dari Philadelphia, Kobe Bryant masuk NBA draft pada 1996 oleh Charlotte Hornets sebelum akhirnya masuk ke LA Lakers.
Talenta Kobe Bryant membuat paradigma bahwa pebasket bertalenta dari high school (SMA) juga bisa masuk ke NBA Draft.
Bryant adalah satu-satunya pemain dalam sejarah NBA yang memiliki beberapa kaus yang dipensiunkan oleh dalam waralaba kompetisi tersebut.
Pada 29 November 2015, Bryant mengumumkan pensiun pada akhir musim dan meluncurkan tur perpisahan untuk dirinya.
Kobe Bryant bermain dalam 66 pertandingan musim itu untuk Los Angeles, rata-rata 17,6 poin, 3,7 rebound dan 2,8 assist.
Dalam pertandingan terakhirnya, pada 13 April 2016, ia mencetak 60 poin, memimpin Lakers melewati Utah Jazz 101-96.
Meraih nama besar di Amerika Serikat, nama besar Kobe Bryant juga harum di Eropa, terutama Italia.
Kobe Bryant tinggal di Italia dalam masa usia 6 dan 13 ketika ayahnya, Joe Bryant, bermain untuk beberapa tim di negara itu sebelum kembali ke Pennsylvania.
Kobe Bryant pun fasih berbahasa Italia dan sering mengatakan ingin bermain basket di negara tersebut.
Mimpi itu hampir menjadi kenyataan ketika Bryant hampir bergabung dengan Virtus Bologna pada tahun 2011, sebelum akhirnya gagal.
Nama Kobe Bryant pun sangat dihormati di Italia.
"Semua pemain NBA adalah penting, karena mereka legenda, tetapi dia (Kobe Braynt) sangat penting bagi kami karena dia mengenal Italia dengan sangat baik."
"Dia memiliki banyak kualitas khas Italia.”
"Dia berbicara bahasa Italia dengan sangat baik. Dia bahkan tahu bahasa daerah setempat," kata presiden federasi bola basket Italia, Giovanni Petrucci dilansir Tribunnewswiki.com dari The Associated Press, Senin (27/1/2020).
"Dia adalah seorang supranatural," kata pelatih basket Italia yang pernah menjadi asisten LA Lakers, Ettore Messina.
"Mendengar dia berbicara dan bercanda dalam bahasa Italia, mengingat ketika ayahnya bermain di sana dan mengingat bagaimana Kobe mengguncang NBA saat muda," kata Messina.
Baca: Liga Italia: Setelah Kapten Manchester United, Inter Milan Kembali Borong Pemain dari Liga Inggris
Baca: Transfer Liga Italia: Juventus Inginkan Pemain Barcelona, Milan Dekati Gelandang asal Spanyol
"Kobe sering membantu pebasket muda Italia tiba di NBA dan membantu mereka memasuki dunia yang kompetitif ini. Dia juga sangat membatu saya ketika berada di LA Lakers.”
"Sangat sedih kehilangan dirinya,” timpal Messina.
Kesedihan akan berpulangnya Kobe Bryant tak hanya dirasakan insan dunia basket.
Dunia sepak bola juga merasakan hal sama. Sosok Bryant merupakan ikon olahraga yang harum mewangi diluar hiruk pikuk perbasketan.
Para klub dan bintang sepak bola dunia ikut menyampaikan duka cita atas kepergian Kobe Bryant yang akrab dengan jersey nomor 8 dan 24 semasa aktif bermain.
Pernah tumbuh dan kembang di Italia, membuat Kobe Bryant jatuh cinta terhadap salah satu olahraga terbeken disana, sepak bola.
Selain itu, Kobe Bryant pun diketahui menjadi penggemar salah satu klub besar dunia asal Italia, AC Milan.
Kobe pun pernah datang ke Milanello, markas latihan klub berjuluk Rossoneri itu pada musim 2013-14.
Baca: Rekor Buruk Manchester United: Lebih Sering Kalah Ketimbang Menang di Liga Inggris Sejak Maret 2019
Baca: Siaran Liga Inggris Jadi Sebab Helmy Yahya Dipecat Dewan Pengawas TVRI: Tak Sesuai Jati Diri Bangsa