Mungkin bagi segenap insan Milan, hasil tersebut sangat menyenangkan.
Musim ini performa Rossoneri memang naik turun.
Milan sempat tertinggal oleh sang tamu dan kemenangan tersebut, meski bukan melawan tim besar, bisa menebalkan kepercayaan diri tim.
Namun, laga tersebut terasa berbeda bagi salah satu pemain Milan, Lucas Paqueta.
Pemain timnas Brasil yang didatangkan pada awal tahun 2019 itu tidak bermain pada laga melawan Udinese.
Baca: Rekor Buruk Manchester United: Lebih Sering Kalah Ketimbang Menang di Liga Inggris Sejak Maret 2019
Baca: Liga Italia: Setelah Kapten Manchester United, Inter Milan Kembali Borong Pemain dari Liga Inggris
Dia hanya menjadi cadangan tak terpakai di tim asuhan Stefano Pioli tersebut.
Pasca pertandingan, pemain didikan Flamengo itu merasakan ada yang tidak beres pada dirinya sendiri.
Paqueta pun kemudian pergi ke klinik klub untuk menjalani serangkaian tes disana.
Dari hasil tes, tidak ditemukan cedera atau kelainan dari segi fisik.
Tak ditemukan masalah jantung, atau problem berkaitan dengan cedera kaki seperti yang biasa dialami oleh pemain sepak bola.
Dilansir Tribunnewswiki.com dari media Brasil, uol.com pada Jumat (24/1/2020), Lucas Paqueta dikabarkan menderita anxiety (kecemasan) dan stres tinggi.
Sering dicadangkan dan sangat jarang mendapatkan menit bermain disebut-sebut menjadi penyebab Lucas Paqueta mengalami kecemasan tingkat tinggi.
Baca: Liga Italia: Sempat Kecolongan, Milan Bekuk Udinese berkat Gol “Bintang Piala Dunia”
Baca: Liga Inggris: Derbi London Imbang, Chelsea Gagal Menang, Manchester City Jaga Jarak dari Liverpool
Kedatangan Paqueta merupakan program mantan direktur olahraga Milan yang lama, Leonardo de Araujo.
Profil dan karakter Paqueta pun juga diinginkan oleh mantan pelatih Milan di musim 2018-19, Gennaro Gattuso.
Semenjak datang pada awal tahun 2019, Paqueta menjadi andalan lini tengah Rossoneri dengan tampil sebanyak 17 laga dan mencetak sebiji gol di semua ajang musim 2018-19.
Paqueta sering menjadi starter di Milan era Gattuso.
Pergantian pelatih dari Gennaro Gattuso ke Marco Giampaolo lalu ke Stefano Pioli membuat Lucas Paqueta tersisihkan dari lini tengah Milan.
Kini, Paqueta jarang bermain di Milan.
Hingga pekan ke-20 Liga Italia, pemain bernama asli Lucas Tolentino Coelho de Lima itu baru melahap 713 menit dari 14 kali berlaga di musim 2019-20 ini.
Padahal, Paqueta merasakan 851 menit bermain dari 13 laga Liga Italia musim lalu.
Baca: PSSI Bertemu Pelatih Asal Italia, Peluang Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia Mengecil?
Baca: Italia Lolos ke Piala Eropa 2020, Mancini Tetap Soroti Permainan Timnya
Kegemaran pelatih Stefano Pioli dengan formasi 4-4-2, telah mereduksi ruang bagi Paqueta untuk mengembangkan dan menyatukan dirinya ke dalam sistem permainan Milan.
Paqueta yang berposisi sebagai gelandang serang tengah, kesulitan untuk bermain di sisi sayap.
Sehingga, Pioli pun lebih memilih pemain senior Giacomo Bonaventura atau gelandang timnas Kroasia, Ante Rebic.
Hal tersebut membuat Paqueta cemas dan khawatir.
Selain dirinya tak bisa beradaptasi di sistem 4-4-2 karena jarang dimainkan, tempat Paqueta di timnas Brasil juga terancam tergusur.
Baca: PSSI Dihadapkan Persiapan Piala Dunia U-20 2021, Bagaimana Nasib dan Jadwal Pasti Liga 1 2020?
Baca: Liga Inggris: Benamkan Manchester United, Inikah Momen Nyata Liverpool akan Juara?
Paqueta melihat peluangnya untuk dibawa ke ajang Copa America 2020 nanti akan tergerus andai selalu menjadi penghangat bangku cadangan Milan.
Pada Piala Dunia 2018. Paqueta hampir masuk skuat utama timnas Brasil asuhan Tite.
Debut Paqueta di tim Samba pun terjadi pada 7 September 2019 di laga persahabatan melawan Amerika Serikat.
Paqueta dikabarkan merasa sangat terpukul dengan situasi yang ia alami saat ini, jarang bermain di Milan dan terancam tak masuk skuat Brasil.
Terlebih, Paqueta tak memiliki banyak teman untuk bersosialisasi di skuat Milan saat ini.
Eduardo Uram, agen Paqueta disebut sudah mengadakan pertemuan dengan direktur olahraga Milan, Maldini dan Boban.
Sang agen telah meminta solusi atas situasi yang dialami oleh Paqueta terkini.
Pindah ke klub lain menjadi opsi rasional bagi Paqueta.
Paris Saint-Germain (PSG) dikabarkan meminati jasa Lucas Paqueta.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 13 Januari 1915 – Gempa Besar Avezzano Tewaskan 30 Ribu Penduduk Italia
Baca: Koki Terkenal Italia Bruno Barbieri Suruh Valentino Rossi Pensiun MotoGP karena Buat Dia Menderita
Tawaran sebesar 20 juta euro sedang PSG persiapkan untuk memboyong Paqueta ke ibukota Prancis pada bursa transfer musim dingin ini.
Direktur olahraga PSG ini adalah Leonardo, yang pernah berada di Milan.
Leonardo juga yang menjadi negosiator transfer ketika sukses mendatangkan Lucas Paqueta dari Flamengo dengan mahar sebesar 35 juta euro ke Milan.
Negosisasi antara Milan dan PSG masih berjalan untuk menentukan harga kepindahan Paqueta.
Paqueta pun sudah meminta untuk tidak dimasukkan ke skuad Milan kala jumpa Brescia di lanjutan Liga Italia Serie A, Sabtu (26/1/2020) nanti.
Dan situasi tersebut semakin menegaskan Paqueta akan segera pindah dari Milan pada bursa transfer musim dingin ini.