Ternyata Hanya Ada 5 Pembalap yang Bisa Juara MotoGP dengan 2 Pabrikan, Valentino Rossi di Antaranya

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Valentino Rossi pada musim perdana MotoGP 2002

TRIBUNNEWSWIKI.COM  - Sejarah mencatat sampai saat ini hanya ada lima pembalap yang bisa menjuarai MotoGP bersama dua pabrikan.

Kelas premier balap motor dunia alias MotoGP memang berisi pembalap hebat.

Namun, sampai saat ini belum ada pembalap MotoGP yang bisa menjuarai kelas tersebut bersama tiga pabrikan berbeda.

Bahkan legenda hidup Valentino Rossi pun tidak bisa memecahkan rekor juara dunia MotoGP dengan tiga pabrikan berbeda.

Banyak yang bilang kehebatan seorang pembalap tidak hanya diukur dari jumlah gelar yang dimilikinya.

Seorang pembalap juga bisa dikatakan hebat jika mampu menjadi juara dengan pabrikan berbeda.

Hal ini biasanya untuk menunjukkan bahwa sang pembalap bisa menjadi juara bukan karena punya motor dan tim yang superior.

Namun, dari musim perdana 1949 sampai saat ini, pembalap MotoGP masih mentok di rekor dua pabrikan.

Dilansir dari Redbull.com, hanya ada lima pembalap yang bisa jadi juara dunia dengan dua pabrikan, tiga di antaranya berasal dari masa GP500.

Berikut lima pembalap tersebut:

1.       Geoff Duke (Norton dan Gilera)

Pembalap Inggris Geoff Duke (1923-2015) adalah kompetitor pertama yang berhasil menjadi juara dengan dua pabrikan berbeda.

Pada 1951, Duke menjuarai kelas 500 cc dan 350 cc bersama pabrikan Inggris Norton.

Dua tahun kemudian, dia pindah ke pabrikan Italia Gilera dan berhasil kembali jadi juara kelas 500 cc.

Duke juga menjuarai musim 1954 dan 1955 bersama Gilera.

Geoff Duke (Commons.wikimedia.org)

2.       Giacomo Agostini: MV Agusta dan Yamaha

Giacomo Agostini (1941 - ) adalah pembalap GP500 yang memecahkan berbagai rekor dunia.

Sampai saat ini, Agostini masih memegang rekor juara dunia terbanyak yakni 15 gelar di kelas 500 cc dan 350 cc.

Bersama motor MV Agusta saat itu superior, Agostini berhasil menjuarai GP500 musim 1966-1972.

Namun, Agostini mengejutkan para penggemarnya ketika memutuskan pindah ke Yamaha pada 1974.

Dia hanya mendapat peringkat keempat di kelas 500 cc tetapi berhasil menjuarai kelas 350 cc.

Agostini akhirnya berhasil menjuarai kelas 500 cc setahun kemudian.

Hal yang spesial adalah ini kali pertama mesin 2-tak memenangkan kelas premier 500 cc.

Giacomo Agostini memiliki 15 gelar juara dunia (Commons.wikimedia.org)

3.       Eddie Lawson: Yamaha dan Honda

Legenda balap Amerika Eddie Lawson (1958 - ) berhasil menjuarai kelas premier empat kali pada 1984, 1986, 1988, dan 1989.

Lawson menjuarai kelas 500 cc bersama Yamaha pada 1984, 1986, dan 1988 menggunakan YZR500.

Dia pindah ke Honda 1989 dan langsung menjadi juara pada musim perdananya bersama pabrikan Jepang tersebut.

Pada 1991-1992, Lawson sempat mencoba peruntungannya dengan Cagiva, tetapi dia gagal.

Pembalap GP500 Eddie Lawson (Motorcyclemuseum.org)

4.       Valentino Rossi (Honda dan Yamaha)

Pembalap berjuluk The Doctor ini sangat digdaya pada awal 2000-an bersama Honda.

Bersama RC211V yang superior, Rossi berhasil menjuarai musim 2002 dan 2003 dengan mudah.

Beberapa orang mulai mengatakan bahwa Rossi bisa juara karena motornya sangat bagus.

Rossi kemudian pindah ke Yamaha pada 2004 untuk membuktikan talentanya.

Dia langsung menjadi juara pada musim pertamanya bersama Yamaha.

Dapat dikatakan bahwa Rossi mirip seperti seperti Lawson yang langsung menggondol gelar pada musim pertama kepindahannya.

Valentino Rossi (Otorace.gridoto.com/Twitter/Monster Energy Yamaha Energy)

5.       Casey Stoner

Pembalap Australia Casey Stoner adalah satu-satunya pembalap yang bisa jadi juara bersama Ducati.

Dia berhasil mengalahkan dominasi Rossi pada 2007 dan menjadi juara.

Stoner pindah ke Honda pada 2011 dan langsung menjadi juara dunia.

Sayangnya, Stoner pensiun muda pada umur 27 tahun setelah menyelesaikan musim 2012.

Casey Stoner (Commons.wikimedia.org)

Valentino Rossi Memang Hebat di MotoGP, Tapi Apa Bisa Kalahkan Rekor Legenda Balap Giacomo Agostini?

Sebagai pembalap MotoGP fenomenal, Valentino Rossi sering dibandingkan dengan legenda balap Giacomo Agostini.

Valentino Rossi dan Giacomo Agostini memang mempunyai banyak kesamaan.

Keduanya berasal dari Italia, mengantongi banyak gelar di kelas premier, dan bisa menjadi juara dengan berbagai jenis motor.

Jika Valentino Rossi mendominasi MotoGP pada awal 2000-an, maka Giacomo Agostini mendominasi kelas premier pada 1960-an dan awal 1970-an.

Hanya saja pada waktu itu kelas premier masih berkubikasi 500 cc dan dikenal sebagai GP500.

Baca: Giacomo Agostini

Baca: Daftar 10 Pembalap GP500/MotoGP dengan Kemenangan Terbanyak, Valentino Rossi Masih Nomor Satu

Giacomo Agostini memiliki 15 gelar juara dunia (Commons.wikimedia.org)

Pada waktu itu tim balap dibebaskan menggunakan mesin 2-tak maupun 4-tak.

Valentino Rossi masih sempat mencicipi GP500 musim pamungkas, yakni pada 2001.

Selama dua dekade membalap di kelas premier, pembalap berjuluk The Doctor itu berhasil mengoleksi tujuh gelar.

Namun, perolehan gelarnya ternyata belum bisa menyamai milik Agostini yang berjumlah delapan.

Sampai saat ini Agostini adalah pembalap kelas premier dengan gelar terbanyak.

Valentino Rossi berada di peringkat kedua dan Marc Marquez ada di belakangnya dengan enam gelar.

Jika saja Valentino Rossi bisa meraih dua gelar lagi, maka dia akan melampaui rekor Agostini.

Tentu saja Rossi seandainya belum pensiun setelah musim 2020.

Baca: Siapa Lebih Jago Mengerem di MotoGP, Valentino Rossi atau Marc Marquez? Ini Jawaban Para Pembalap

Baca: Max Biaggi, Rival Lama Valentino Rossi, Dikabarkan akan Kembali Membalap di MotoGP Gantikan Iannone

Valentino Rossi (Instagram.com/valeyellow46)

Walaupun Rossi mungkin bisa mengalahkan jumlah gelar Agostini di kelas premier, tetapi hampir mustahil Rossi menyamai keseluruhan gelar Agostini di berbagai kelas.

Agostini secara spektakuler mengoleksi 15 gelar juara dunia di kelas 500 cc dan 350 cc.

Sementara Rossi “hanya” memilik sembilan gelar dunia di kelas 125 cc, 250 cc, 500 cc, dan MotoGP.

Lalu pertanyaannya adalah, kenapa Agostini bisa meraih banyak gelar?

Kejuaraan dunia balap motor zaman dulu masih memperkenankan para pembalap mengikuti berbagai kelas dalam satu musim.

Selain itu jumlah ronde balapan juga tidak sebanyak sekarang yang mencapai hampir 20 ronde.

Pada 1965-1977, Agostini mengikuti dua kelas, yakni 350 cc dan 500 cc.

Legenda balap ini berhasil menggondol delapan gelar di kelas 500 cc dan tujuh gelar 350 cc.

(TribunnewsWiki/Febri)



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Archieva Prisyta
BERITA TERKAIT

Berita Populer