Ombak dan angina kencang diduga menjadi penyebab terbaliknya kapal.
“Tiba-tiba angin kencang dan ombak gede langsung hitungan detik, langsung kapal terbalik,” ungkapnya.
Baca: Jelang Liburan Tahun Baru Imlek, Ahli Menyebut Warga China Dapat Membawa Virus Korona ke Luar Negeri
Deputi Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin memberikan penjelasan soal kapal terbalik yang ditumpangi wartawan istana.
Bey menyebut musibah itu terjadi pada Selasa (21/1/2020) siang.
Kapal yang ditumpangi wartawan yang diketahui bernama Plataran Pinisi Bali terbalik saat berada di tengah laut.
"Peristiwa tersebut terjadi di luar agenda kepresidenan, karena setelah acara terakhir di Labuan Bajo, yaitu penyerahan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat,
Pada Selasa pagi, 21 Januari 2020, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo langsung ke Bandara Komodo untuk kembali ke Jakarta," kata Bey.
Baca: Mariando Uropmabin
Baca: 217 Warga Terinfeksi, Presiden China Xi Jinping Serukan Wabah Virus Korona sebagai Masalah Serius
"Sementara para wartawan tersebut memilih untuk ke dermaga untuk menaiki kapal menuju Pulau Bidadari.
Dalam perjalanan kembali dari Pulau Bidadari, saat berada di tengah laut, Desca salah satu wartawan yang ikut,
menyampaikan terjadi perubahan cuaca mendadak yaitu ombak tinggi dan angin kencang sehingga kapal terbalik," sambungnya.
Saat terbalik, petugas pantai di Hotel Plataran yang melihat kejadian tersebut segera bergerak menuju lokasi dengan speedboat.
Setelah itu para wartawan dibawa ke Hotel Plataran dan langsung diperiksa oleh tim dokter dari RS Siloam Labuan Bajo.