Soal Kemunculan Sunda Empire-Earth Empire, Pemkot Bandung: 'Jangan Aneh-aneh'

Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOKUMENTASI kegiatan Sunda Empire yang tengah ramai diperbincangkan. Sunda Empire ternyata sudah ditangani TNI pada tahun lalu. Viral belakangan karena kasus Keraton Agung Sejagat./ISTIMEWA

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Setelah kemunculan Keraton Agung Sejagat, kini ada pula kelompok yang bernama Sunda Empire muncul di Bandung, Jawa Barat.

Disebut-sebut Sunda Empire-Earth Empire merupakan kerajaan fiktif.

Keberadaan kelompok ini diketahui melalui channel YouTube yang mengatasnamakan Sunda Empire.

Tak hanya di YouTube, namun Sunda Empire juga viral di media sosial Facebook.

Baca: Dipinang Ponari, Aminatuz Zuroh Baru Tahu Calon Suaminya Pernah Viral sebagai Dukun Cilik

Baca: Sunda Empire Terlihat di Lingkungan UPI Bandung, Ridwan Kamil: Banyak Orang Stres Ya

Salah satu akun Facebook Renny Khairani Miller membagikan sejumlah foto kegiatan Sunda Empire pada  9 Juli 2019.

Dalam foto-foto tersebut, terlihat spanduk bertuliskan Sunda Empire-Earth Empire dengan ratusan orang berseragam militer.

Dalam unggahan tersebut juga terdapat tulisan yang menyebut Sunda Empire mengaku sistem pemerintah dunia, dimana Bandung menjadi pusatnya.

Baca: Kemunculan Sunda Empire Tak Ada Dasar Sejarahnya, Disebut Menyalahi Aturan dan Memecahkan NKRI

Baca: Ridwan Kamil Buka Suara terkait Munculnya Sunda Empire: Banyak Orang Stres di Republik Ini

Postingan soal Sunda Empire. (Istimewa via Tribun Jabar) (Tribun Jabar)

Berikut tulisan dalam unggahan tersebut:

' SUNDA EMPIRE - EARTH EMPIRE Dalam menyambut Indonesia baru yang lebih makmur dan sejahtera,dgn system pemerintah dunia yg dikendalikan dari titik 0.0 Bandung sebagai Mercusuar Dunia.

Masa Pemerintahan Dunia yg sekarang akan berakhir sampai dengan tangg 15 Agustus 2020.

Mari kita persiapkan diri kita uyk menyongsong kehidupan yg lebih baikdan sejahtera.

Agar kita tdk menjadi budak di negara sendiri dan hidup hanya utk membayar tagihan yg terus naik dan biaya hidup yg terus melambung tinggi apalagi biaya pendidikan anak yg tdk gratis,

setelah itu kita tua dan mati, terus pikniknya kapan???'

Baca: Setelah Keraton Agung Sejagat, Kini Muncul Sunda Empire, Keduanya Sama-sama Klaim Hal Mirip

Baca: Putri Delina Minta Ayahnya Cepat Nikah karena Sering Mengurung Diri di Kamar, Sule: Bukan Ngurung

Sunda Empire ternyata kerap berkegiatan di beberapa lokasi di Bandung. Hal tersebut terlihat dalam channel YouTube yang mengatasnamakan Sunda Empire.(Istimewa via Tribun Jabar)

Menanggai hal tersebut, Direskrimus Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyono mengatakan pihaknya saat ini sudah memonitor kegiatan tersebut.

“Saya sudah memonitor itu, tapi kami masih pantau dan dalami apakah serupa dengan Keraton Agung Sejagat di Purwarejo, kan beda-beda ini.

Memang sudah memonitor itu giat yang dimaksud," kata Hendra, Jumat (17/1/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca: Setelah Kasus Lem Aibon, Kini Anies Gelontorkan Dana Rp 4 Miliar untuk Toa Peringatan Banjir

Baca: HOAKS soal Surat Pengangkatan Honorer Jadi PNS

DOKUMENTASI kegiatan Sunda Empire yang tengah ramai diperbincangkan. Sunda Empire ternyata sudah ditangani TNI pada tahun lalu. Viral belakangan karena kasus Keraton Agung Sejagat./ISTIMEWA

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung Firdi Ligaswara mengatakan, Sunda Empire-Earth Empire tidak terdaftar sebagai ormas maupun organisasi kepemudaan (OKP).

"Yang pasti SE-EE ini tidak terdaftar di Kesbangpol. Akan kita telusuri," ujar Ferdi Ligaswara saat dihubungi.

Dia memastikan gerakan yang dilakukan oleh SE-EE adalah nyeleneh serta menyalahi aturan.

"Jangan yang aneh-aneh. Tidak ada negara dalam negara," jelasnya.

Menurut dia, setiap organisasi atau kelompok yang ingin mendaftarkan diri di Kesbangpol harus sesuai dengan aturan dan mengakui keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Sudah jelas aturannya harus mengakui NKRI," pungkasnya.

Baca: Hindia Siap Gelar Konser Tur Bayangan di 5 Kota Besar, Tiket Full Booked dalam Waktu 2 Jam

Kegiatan

Menurut penelusuran, kelompok yang mengatasnamakan Sunda Empire ini berkegiatan di Taman Bareti di dekat Villa Isola, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Hubungan Eksternal Kantor Humas UPI Bandung, Dr Yana Setiawan MPd.

Dikutip dari Tribun Jabar, kondisi Taman Bareti pada Jumat (17/1/2020) siang saat itu sepi dari aktivitas kegiatan akademik maupun kemahasiswaan UPI.

Baca: Profil Kampus - Universitas Pendidikan Indonesia

Salah seorang mahasiswa berjalan melewati Taman Bareti UPI yang diduga sebagai lokasi salah satu penyelenggaraan kegiatan dari organisasi Sunda Empire, sebagaimana tayangan foto dan video yang beredar luar di masyarakat melalui media sosial beberapa waktu lalu, Jumat (17/1/2020) (Tribunjabar/Cipta Permana)

Hanya beberapa pekerja taman yang tampak bersantai di sekitar kolam ikan, tepat di depan Gedung Isola.

Yana menegaskan, UPI sama sekali tak ada kaitannya dengan Sunda Empire.

"Sebagai institusi pendidikan dan bagian dari pemerintahan, kami tegaskan bahwa seluruh sivitas akademika UPI,

mulai dari mahasiswa hingga para pimpinan lembaga tidak ada yang terlibat dalam kegiatan atau keanggotaan dari organisasi yang viral di masyarakat tersebut." ujar Yana dalam konferensi pers di Gedung Sekretariat UPI, Jumat (17/1/2020).

Baca: Makam di Halaman Kontrakan Totok Santoso di Sleman Ternyata Makam Janin Ratu Keraton Agung Sejagat

Baca: Tak hanya di Purworejo, Keraton Agung Sejagat di Klaten Miliki 29 Orang Pengikut

Postingan soal Sunda Empire. (Istimewa)

"Jadi kalau ada pihak-pihak yang menggiring informasi UPI terlibat atau memfasilitasi kegiatan itu,

maka informasi tersebut jelas tidak benar," pungkasnya.

Yana Menegaskan, berdasarkan informasi dari bagian Sarana dan Prasarana Kampus, selama ini UPI tidak pernah menerima permohonan ijzin atau memberikan izin kepada Sunda Empire untuk melakukan kegiatan atau menggunakan ruang fasilitas kampus UPI.

Baca: Setelah Ditangkap, Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Ditahan Secara Terpisah

(TribunnewsWiki.com/Saradita/Kompas.com/Trinun Jabar)



Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer