Sesuai dengan daerah pertama kali ditemukan, wabah penyakit tersebut kemudian diberi nama Virus Wuhan.
Awalnya, virus ini disebut memiliki kemiripan dengan Pneunomia atau infeksi paru-paru.
Namun ternyata berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Virus Wuhan rupanya lebih ganas daripada Pneunomia.
Menurut WHO, Virus Wuhan masih satu keluarga dengan SARS dan MERS, serta disebabkan oleh Coronavirus.
Baca: Hari Ini dalam Sejarah 29 Desember 1997: Jutaan Ayam di Hong Kong Dibunuh karena Virus Flu Burung
Baca: Virus HIV
Dikutip dari Al Jazeera pada Jumat (17/1/2020), temuan tersebut menimbulkan kepanikan terutama bagi warga China.
Pasalnya pada 2002-2003 lalu, SARS pernah mewabah di China dan menewsakan 349 orang di China Dataran dan 299 di Hong Kong.
Kembali dikutip dari Al Jazeera, saat ini 2 orang teridentifikasi wabah penyakit tersebut dikabarkan telah meninggal dunia.
Orang pertama dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (9/1/2020) malam, seorang kakek berusia 61 tahun.
Sedangkan orang kedua dikabarkan meninggal dunia pada (15/1/2020), seorang kakek berusia 69 tahun.
Kakek tersebut telah merasakan sakit menyerupai Pneunomia sejak (31/12/2019).
Lima hari setelahnya, kondisi kesehatan sang kakek memburuk ditambah dengan rusaknya beberapa fungsi organ.
Dikabarkan Al Jazeera pada Jumat (17/1/2020), saat ini terdapat 41 orang yang dimungkinkan terjangkit Virus Wuhan.
Kewenangan kesehatan di China mengatakan 12 orang telah dinyatakan pulih.
Disisi lain, 5 pasien lainnya kini masih kritis dan dirawat intensif di beberapa rumah sakit.
Virus Wuhan telah ditemukan di Thailand dan jepang
Tak hanya di China, Virus Wuhan diketahui telah menjangkit warga negata Thailand dan Jepang.
Otoritas masing-masing negara mengatakan orang yang terjangkit penyakit tersebut sebelumnya memang telah mengunjungi Wuhan.
Otoritas Wuhan kemudian menutup pasar makanan laut pada (1/1/2020).
Hal tersebut lantaran adanya dugaan tempat tersebut merupakan awal kedua orang warga negara asing tersebut terjangkit Virus Wuhan.
Sejauh ini otoritas kesehatan China masih memberikan keterangan jika Virus Wuhan dimungkinkan tidak akan menular kepada sesama manusia.
Namun WHO mengatakan penularan Virus Wuhan antarmanusia sangat dimungkinkan.
Terutama bagi orang yang tinggal berdekatan dengan penderita.
Klaim tersebut berdasarkan penelitian terhadap seorang pria yang terkena Virus Wuhan.
Pria tersebut mengakui dirinya memang bekerja di pasar ikan laut di wilayah Huanan.
Rupanya sang istri juga terjangkit Virus Wuhan meskipun dirinya tidak pergi ke pasar ikan tersebut.
Tak hanya itu, perempuan Thailand yang juga mengidap Virus Wuhan mengatakan dirinya tidak pernah mengunjungi pasar ikan ketika berlibur ke Wuhan.
Demikian pula dengan pasien yang berasal dari Jepang juga mengatakan tak mengunjungi pasar ikan.
Fakta tersebut kemudian membuat otoritas Jepang berkesimpulan jika warga negaranya tersebut terjangkit Virus Wuhan karena tertular oleh warga Wuhan.
Tentang Coronavirus
Coronavirus adalah keluarga besar virus yang bisa menyebabkan infeksi mulai dari flu biasa hingga SARS.
Bahkan beberapa jenis dari virus tersebut bisa menyebabkan penyakt parah seperti MERS.
SARS ditemukan pertama kali di China selatan pada 2002 dan menginfeksi lebih dari 8.000 orang di lebih dari 37 negara.
Pada masa tersebut hampir 800 orang meninggal dunia karena penyakit tersebut.
Dikutip dari who.int, Coronavirus lebih banyak diketahui sebagai penyakit yang menjangkit hewan dan menular pada hewan lain.
Karena wabah di Wuhan, Coronavirus mulai kembali diteliti bagaimana proses penularannya kepada manusia.
China memang dikenal sebagai negara yang kurang baik dalam mengatasi masalah kesehatan terutama bidang pernapasan.
Namun saat ini China telah memiliki kapasitas dan sumber daya manusia yang mumpuni dalam menangani wabah Virus Wuhan.
Selain merawat dan melakukan isolasi terhadap pasien, otoritas setempat juga mulai mengkaji pengelolaan lingkungan di pasar ikan laut hingga melakukan penelitian patogen penyebab Virus Wuhan.
WHO masih terus melakukan penelitian dan identifikasi terkait Virus Wuhan agar wabah bisa dikendalikan.
WHO juga menyatakan siap untuk membantu China dalam melakukan penelitian dan menyelidiki Virus Wuhan.
Pihaknya tidak mengeluarkan larangan wisata bagi pelancong asing yang akan berkunjung ke Wuhan maupun China.
WHO juga mengimbau otoritas China dan negara lain agar tidak melakukan pembatasan aktivitas parwisata dan perdahangan baik dari maupun ke China.
Baca: Wabah Virus Otak yang Tewaskan 120 Anak di India Timur Bukan Dipicu Konsumsi Leci, Ini Penyebabnya
Baca: Penyakit Flu (Influenza)
(TRIBUNNEWSWIKI/Magi)