Zuraida Hanum Mengaku Ingin Mati karena Hadapi Banyak Masalah saat Masih Bersama Hakim PN Medan

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Istri Hakim PN Medan mengaku stres hingga ingin mati saat bersama suaminya karena banyak masalah.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Zuraida Hanum mengaku bahwa dirinya ingin mati saja karena hadapi banyak masalah saat bersama Hakim PN Medan, Jamaluddin.

Istri Hakim PN Medan mengaku stres hingga ingin mati saat bersama suaminya karena banyak masalah.

Sebanyak 15 adegan pembunuhan Hakim Jamaluddin mulai dari rencana ingin menikah hingga dijanjikan uang Rp 100 juta dan umrah, telah dilakukan tiga tersangka, pada Senin (13/1/2020).

Terdapat lima tempat yang dijalani oleh tersangka Zuraida Hanum, M Jefri Pratama, dan M Reza Fahlevi untuk melakukan rekonstruksi.

Baca: Terungkap, Istri Hakim PN Medan Akan Menikah dengan Eksekutor Suaminya Sendiri, Akui Lelah Disakiti

Baca: Sambil Mengangis, Zuraida Ungkap Sakit Hatinya Ke Hakim PN Medan: Dia Selalu Mengkhianati Saya

Pada salah satu Cafe, adegan pertama para tersangka bertemu diawal bulan November 2019 dilakukan.

Pertemuan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, tersangka Jefri bertemu dengan Hanum di Cafe Every Day.

"Hanum curhat bahwa kepada tersangka Jefri, dia mengatakan rasanya mau mati saja," kata penyidik, dikutip dari Tribun Medan.

Zuraida Hanum mengaku bahwa selama hidup bersama Hakim PN Medan dirinya banyak menghadapi masalah.

"Dikarenakan banyak kali permasalahan yang dihadapi selama bersama Jamaluddin," sambungnya.

Dijelaskan penyidik, tersangka Zuraida meminta almarhum Jamaluddin harus dimatikan.

Untuk melancarkan aksinya, Zuraida meminta tolong kepada Jefri untuk almarhum Jamaluddin dibunuh.

Sudah bunuh ayahnya, Anak Hakim PN Medan Jamaluddin berharap bundanya, Zuraida Hanum dihukum seumur hidup dibanding hukuman mati, ternyata karena ini. (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI)

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan ada belasan adegan rekonstruksi yang dilakukan ketiga tersangka.

"Ada 15 reka adegan yang dilakukan pada lima tempat berbeda," kata Tatan, Selasa (14/1/2020).

Dijelaskan Tatan kelima reka adegan dilakukan di antaranya pada Cafe Every Day, Cafe Reza, Coffe Town, Helvetia dan rumah tempat tinggal Reza.

Satu tempat lainnya termasuk Pasar Melati tempat para tersangka membeli perlengkapan untuk menghabisi nyawa korban.

"Kita hitung semua sekitar lima tempat. Ada beberapa yang saling berdekatan. Reka adegan dimulai pukul 13.30-18.00 WIB," ungkapnya.

Lebih lanjut, Tatan menuturkan bahwa untuk rekonstruksi selanjutnya akan dilakukan dirumah rumah Jamaluddin.

"Nanti untuk rekonstruksi selanjutnya akan dilakukan di TKP rumah Jamaluddin. Kapan waktunya masih dikoordinasikan," jelasnya.

Dua tersangka, Jeffry Pratama dan Zuraida dihadapkan saat rekonstruksi di Warunk Everyday di Jalan Gagak Hitam, Ringroad Medan pada Senin siang (13/1/2020).(KOMPAS.COM/DEWANTORO) (Kompas.com)

Anak Hakim PN Medan Jamaluddin Ingin Bundanya Dihukum Seumur Hidup Dibanding Hukuman Mati

Zuraida Hanum (41) merupakan dalang pembunuhan Jamaluddin, Hakim PN Medan, bersama dua orang suruhanya yakni Jefri Pratama (42) dan Reza Fahlevi (29).

Setelah diperiksa, ketiga tersangka pun disangkakan pasal 340-sub-pasal 338, pembunuhan berencana.

Pasal tersebut menjerat pelaku untuk dihukum mati.

 

Namun ternyata putri dari korban Hakim PN Medan tak menginginkan hukuman mati bagi bundanya dan dua pelaku lain.

Kenny Akbari Jamal, putri hakim PN Medan berharap ibu tirinya Zuraida Hanum tidak sampai dihukum mati.

Alasannya karena hukuman mati lebih sebentar merasakan sakit.

"Aku sih milihnya penjara seumur hidup daripada hukuman mati. Kalau hukuman mati, sebentar aja sakitnya." katanya di RSUD Pirngadi Medan pada Kamis (9/1/2020), dikutip dari Tribun-Medan.com.

"Kalau penjara seumur hidup kan, dia kan bisa rasain gimana susahnya hidup di penjara kek gitu kan. Udah dikasih hidup enak, tapi balasannya ini," tambahnya.

Zuraida Hanum, istri Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin pura-pura nangis dan pingsan saat suami meninggal, ternyata otak pembunuhannya. (Rizwan/Serambinnews.com)

Meskipun Zuraida adalah ibu tirinya, sambung Kenny, ia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan hukum tetap berjalan, karena bundanya menjadi otak pembunuhan terhadap ayahnya.

"Walaupun dia (Zuraida Hanum) ibu tiri, tapi tetap aja dia otak pembunuhannya. Memang bukan dia yang bunuh, tapi dia otak di balik semua kan," tegasnya.

Sebenarnya Kenny mengaku merasa begitu terpukul dengan kejadian ini.

Ia pun tak pernah menyangka bahwa di balik kematian ayahnya, ibu tirinya sendiri yang menjadi otak pembunuhan tersebut.

"Ya pasti, terpukul sih. Orang yang dianggap dekat, maksudnya istri Abuku, kok tega-teganya gitu bunuh Abuku?" ungkapnya.

Kenny juga menyesalkan perbuatan bundanya yang tega melakukan kekejian terhadap PN Jamaluddin. Sebab, semasa hidupnya, Jamaluddin memberi pengaruh besar terhadap istrinya.

"Apa sih yang nggak dikasih Abuku sama dia? Maaf ya. Aku tahu kayak gimana latar belakang bundaku dan setelah menikah dengan Abuku kayak gimana," sahutnya.

Kenny menyangka ibu tirinya adalah orang baik, padahal ibunya sendiri yang membunuh ayahnya.

Kenny baru sadar bahwa ada motif terselubung kehadiran ibu tirinya di tengah keluarga PN Jamaludin.

"Yang dianggap baik-baik aja, ternyata ada motif terselubung," tambah Kenny.

Sekaitan dua orang pembunuh bayaran tersebut, Kenny pernah mendengar salah satu nama, yakni Jeffry.

"Soal yang dua itu (pembunuh PN Jamaludin), aku nggak kenal. Tapi, yang namanya Jeffry, aku pernah dengar. Tapi enggak tahu yang mana orangnya. Cuma dengar sekilas gitu aja di rumah," tutur Kenny.

Baca: Ditolak Calon Mertua karena Miskin dan Bukan PNS, Wanita Ini Akhirnya Pamer Kekayaan dan Mobil Mewah

Baca: Kakek 74 Tahun Ini Menyesal Nikahi Gadis 21 Tahun, Ternyata Gadis Itu Lakukan Ini pada Pria Tua Lain

(Tribunmedan/M.Andimaz Kahfi)(TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)



Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer