Ini merupakan rangkaian persiapan timnas U-19 Indonesia dalam menyambut Piala Asia U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021.
Menariknya, semua jajaran pelatih timnas Indonesia dimulai dari Shin Tae-yong, Indra Sjafri, Nova Arianto, hingga pelatih fisik timnas U-19 Indonesia hadir semua.
Dikutip Tribunnewswiki.com dari Bolasport.com, Selasa (14/1/2020), hanya Bima Sakti dan Markus Horison dari timnas U-16 Indonesia yang tak ada dalam kesempatan ini.
Rombongan timnas U-19 Indonesia tiba pada sekitar 16.00 WIB dengan menggunakan dua bus timnas Indonesia.
Pelatih timnas U-19 Indonesia, Gong Oh-kyun langsung memimpin pemanasan para pemain.
Baca: Transfer Persib: Incar Pilar Timnas Indonesia hingga Pemain Asing, Nasib Eze Tanda Tanya
Baca: Tukangi Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Sempat Galau, Sulit Tidur dan Tak Enak Badan
Sementara jajaran pelatih lainnya seperti Shin Tae-yong dan Indra Sjafri hanya memantau di tengah lapangan.
Keduanya nampak akrab berdiskusi di tengah latihan timnas U-19 Indonesia yang juga dihadiri Ketum PSSI, Mochamad Iriawan dan Menpora, Zainudin Amali.
Meski begitu, ada satu hal yang menjadi keluhan Shin Tae-yong dari latihan perdana timnas U-19 Indonesia di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi
Shin Tae-yong ikut terlibat dalam latihan yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB dan selama kurang lebih 90 menit itu.
Menurut pelatih asal Korea Selatan, kontur lapangan dari Stadion Wibawa Mukti kurang bagus dan ideal untuk menjadi lokasi berlatih.
Baca: Kalahkan Manchester United, Liverpool Resmi Rekrut Gelandang Timnas Jepang
Baca: Dipastikan Melatih Timnas Indonesia, Inilah Momen Unik dan Istimewa Shin Tae-yong
Baca: Pilih Indonesia atau Klub China, Shin Tae-yong Akhirnya Buka Suara: Saya Melatih Mulai Tahun Depan
Para pemburu berita yang melakukan sesi wawancara dengan Shin Tae-yong di tengah lapangan juga merasakan apa yang jadi keluhan pelatih asal Korea Selatan itu.
Sepintas, lapangan memang terlihat bagus dengan pola yang tersusun rapi, cuma tanahnya tidak terlalu rata yang langsung terasa saat kaki menginjak lapangan.
"Lapangannya kurang bagus."
"Kondisinya bisa membuat pemain jadi cedera," kata Shin Tae-yong kepada wartawan seusai latihan timnas U-19 Indonesia.
"Saya lihat lapangan dari luar kelihatannya bagus-bagus saja, tapi langsung terasa beda di dalamnya," ujarnya menambahkan.
Memang, masalah kualitas lapangan yang terbilang kurang bagus bukan masalah baru di sepak bola Indonesia
Bisa dibilang, hanya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta yang terbilang kualitasnya sudah standar FIFA dari segi rumput dan kontur tanahnya.
Untuk ukuran Indonesia, Stadion Wibawa Mukti menjadi salah satu yang terbaik dari segi kualitas lapangan.
Apalagi, stadion ini pernah menjadi salah satu venue sepak bola pada ajang Asian Games pada 2018.
"Setelah masuk ke lapangan untuk melihat dan merasakannya langsung, ternyata kurang bagus," tutur eks pelatih Seongnam Ilhwa Chunma itu.
"Dengan kondisi begini, pemain Indonesia harus berhati-hati selama berlatih di sini," ucapnya khawatir.
Sebanyak 51 pemain timnas U-19 Indonesia menjalani latihan pertama di bawah arahan Shin Tae-yong dan segenap jajaran pelatih timnas Indonesia, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin (13/1/2020).
Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas Indonesia senior, ikut terlibat dalam latihan yang berlangsung selama kurang lebih berjalan selama 90 menit itu.
Tak ada materi latihan berat atau taktik dalam kesempatan ini melainkan pemain hanya diarahkan mengembalikan kondisi fisik setelah lama berlibur dari kompetisi.
Meski begitu, Shin Tae-yong melihat bahwa para pemain seleksi masih grogi dan tak mampu tampil lepad dalam kesempatan ini.
Baca: Pasca Dikabarkan ke China, Shin Tae-yong justru Tertantang Melatih Timnas Indonesia
Baca: Hasil Liga Inggris Pekan 22: Liverpool Unggul 16 Poin di Puncak Klasemen, Manchester United Berpesta
"Kelihatannya pemain Indonesia sedikit grogi dan kurang agresif."
"Mungkin karena ini baru kumpul untuk pertama kalinya," kata Shin Tae-yong kepada wartawan seusai latihan.
"Jujur saya belum tahu apa-apa tentang pemain Indonesia."
"Kami akan meeting banyak dengan staf kepelatihan dari Korea."
"Dan juga dengan staf dari coach Indra Sjafri," ujar pelatih asal Korea Selatan menambahkan.
Seleksi ini dilakukan untuk menyaring pemain-pemain terbaik dan nantinya akan dikerucutkan menjadi 30 pemain.
Selanjutnya, timnas U-19 Indonesia juga akan melanjutkan pemusatan latihan dan beruji coba di Thailand.
"Nanti latihan berlanjut ke Chiangmai (Thailand) dan akan datang juga klub-klub Korea," tutur Shin Tae-yong.
"Jadi, kami harus bersaing juga dengan tim Liga Korea di sana, makanya kami pilih ke Thailand," ucapnya.
Latihan pertama timnas U-19 Indonesia dihadiri semua pelatih timnas Indonesia dari segala kelompok usia.
Hanya Bima Sakti dan Markus Horison dari timnas U-16 Indonesia yang tak hadir dalam latihan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Senin (13/1/2020).
Shin Tae-yong, Indra Sjafri, Nova Arianto, hingga jajaran staf pelatih dari Korea Selatan juga ikut memimpin latihan.
Kondisi ini membuat sedikit bingung para pewarta yang turut menghadiri latihan.
Apalagi, jabatan pelatih timnas U-19 Indonesia dipegang oleh Gong Oh-kyun sebagaimana yang dirilis PSSI.
Awalnya, muncul asumsi bahwa keterlibatan semua pelatih karena ini merupakan latihan pertama dari era kepelatihan Shin Tae-yong.
Namun kabar ini dibantah oleh Lee Jae-hong yang disebut bertindak sebagai pelatih fisik.
"Bukan, (Gong Oh-kyun) dia bukan pelatih timnas U-19 Indonesia."
"Selama ini, media-media salah memberitakan," kata Lee Jae-hong.
Menurut Lee Jae-hong jabatan pelatih masih dipegang oleh Shin Tae-yong sebagai pelatih-manajer, termasuk timnas U-19 Indonesia.
Hal yang sama juga diungkapkan Indra Sjafri yang sebelumnya disebut sebagai asisten pelatih timnas U-23 Indonesia.
"Ya, semua masih sama-sama (ikut melatih)."
"Belum ada pembagian," ujar Indra Sjafri.