Kota Pematangsiantar

Penulis: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kota Pematangsiantar


Daftar Isi


  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kota Pematangsiantar merupakan salah satu kota di Provinsi Sumatra Utara.

Kota ini memiliki luas wilayah 79,97 km2 dan berpenduduk sebanyak 247.411 jiwa (2015), dimana Laki-laki berjumlah 120.597 jiwa Dan perempuan 126.814 jiwa.

Kota Pematangsiantar yang hanya berjarak 128 km dari Medan dan 50 km dari Parapat sering menjadi kota perlintasan bagi wisatawan yang hendak ke Danau Toba.

Sebagai kota penunjang pariwisata di daerah sekitarnya, kota ini memiliki 8 hotel berbintang, 10 hotel melati dan 268 restoran.

Destinasi Pematangsiantar (Travelingyuk.com)

  • Sejarah


Masa Kerajaan Pematangsiantar

Sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Pematangsiantar merupakan daerah kerajaan.

Pematangsiantar yang berkedudukan di Pulau Holing dan raja terakhir dari dinasti ini adalah keturunan marga Damanik yaitu Tuan Sang Nawaluh Damanik yang memegang kekuasaan sebagai raja tahun 1906.

Di sekitar Pulau Holing kemudian berkembang menjadi perkampungan tempat tinggal penduduk diantaranya Kampung Suhi Haluan, Siantar Bayu, Suhi Kahean, Pantoan, Suhi Bah Bosar, dan Tomuan. Daerah-daerah tersebut kemudian menjadi daerah hukum Kota Pematangsiantar yaitu:

  • Pulau Holing menjadi Kampung Pematang
  • Siantar Bayu menjadi Kampung Pusat Kota
  • Suhi Kahean menjadi Kampung Sipinggol-pinggol, Kampung Melayu, Martoba, Sukadame, dan Bane.
  • Suhi Bah Bosar menjadi Kampung Kristen, Karo, Tomuan, Pantoan, Toba dan Martimbang.

Masa Pendudukan Belanda

Setelah Belanda memasuki Daerah Sumatra Utara, Daerah Simalungun menjadi daerah kekuasaan Belanda sehingga pada tahun 1907 berakhirlah kekuasaan raja-raja.

Kontroleur Belanda yang semula berkedudukan di Perdagangan, pada tahun 1907 dipindahkan ke Pematangsiantar.

Sejak itu Pematangsiantar berkembang menjadi daerah yang banyak dikunjungi pendatang baru, Bangsa Cina mendiami kawasan Timbang Galung dan Kampung Melayu.

Pada tahun 1910 didirikan Badan Persiapan Kota Pematangsiantar.

Kemudian pada tanggal 1 Juli 1917 berdasarkan Stad Blad No. 285 Pematangsiantar berubah menjadi Gemente yang mempunyai otonomi sendiri.

Sejak Januari 1939 berdasarkan Stad Blad No. 717 berubah menjadi Gemente yang mempunyai Dewan.

Masa Pendudukan Jepang

Pada zaman Jepang berubah menjadi Siantar State dan Dewan dihapus.

Setelah Proklamasi kemerdekaan, Pematangsiantar kembali menjadi Daerah Otonomi.

Berdasarkan Undang-undang No.22/ 1948 Status Gemente menjadi Kota Kabupaten Simalungun dan Wali Kota dirangkap oleh Bupati Simalungun sampai tahun 1957.

Masa Kemerdekaan Indonesia

Berdasarkan UU No.1/1957 berubah menjadi Kota Praja Penuh dan dengan keluarnya Undang-undang No.18/ 1965 berubah menjadi Kota, dan dengan keluarnya Undang-undang No. 5/ 1974 tentang-Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah berubah menjadi Kota Daerah Tingkat II Pematangsiantar sampai sekarang

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.35 Tahun 1981 Kota Daerah Tingkat II Pematangsiantar terbagi atas empat wilayah kecamatan yang terdiri atas 29 Desa/Kelurahan dengan luas wilayah 12,48 km² yang peresmiannya dilaksanakan oleh Gubernur Sumatra Utara pada tanggal 17 Maret 1982.

Kecamatan-kecamatan tersebut yaitu:

  • Kecamatan Siantar Barat
  • Kecamatan Siantar Timur
  • Kecamatan Siantar Utara
  • Kecamatan Siantar Selatan
  • Pemekaran Daerah 1986

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 15 tahun 1986 tanggal 10 Maret 1986 Kota Daerah Tingkat II Pematangsiantar diperluas menjadi 6 wilayah kecamatan, di mana 9 desa/Kelurahan dari wilayah Kabupaten Simalungun masuk menjadi wilayah Kota Pematangsiantar, sehingga Kota Pematangsiantar terdiri dari 38 desa/kelurahan dengan luas wilayah menjadi 70,230 km² Kecamatan-kecamatan tersebut yaitu:

  • Kecamatan Siantar Barat
  • Kecamatan Siantar Timur
  • Kecamatan Siantar Utara
  • Kecamatan Siantar Selatan
  • Kecamatan Siantar Marihat
  • Kecamatan Siantar Martoba

Pada tanggal 23 Mei 1994, dikeluarkan kesepakatan bersama Penyesuaian Batas Wilayah Administrasi antara Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.

Adapun hasil kesepakatan tersebut adalah wilayah Kota Pematangsiantar menjadi seluas 79,9706 km².

Pemekaran Daerah 2007

Pada tahun 2007, diterbitkan 5 Peraturan Daerah tentang pemekaran wilayah administrasi Kota Pematangsiantar yaitu:

  • Peraturan Daerah No.3 tahun 2007 tentang Pembentukan Kecamatan Siantar Sitalasari
  • Peraturan Daerah No.6 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kecamatan Siantar Marimbun
  • Peraturan Daerah No.7 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kelurahan Bah Sorma
  • Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kelurahan Tanjung Tongah, Nagapitu dan Tanjung Pinggir
  • Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2007 tetang Pembentukan Kelurahan Parhorasan Nauli, Sukamakmur, Marihat Jaya, Tong Marimbun, Mekar Nauli dan Nagahuta Timur

Dengan demikian jumlah Kecamatan di Kota Pematangsiantar ada sebanyak delapan kecamatan dengan jumlah kelurahan sebanyak lima puluh tiga Kelurahan.

Kota Pematangsiantar (YouTube)

  • Geografi


Kota Pematangsiantar terletak pada garis 2° 53’ 20” - 3° 01’ 00” Lintang Utara dan 99° 1’00” - 99° 6’ 35” Bujur Timur, berada di tengah–tengah wilayah Kabupaten Simalungun.

Luas daratan Kota Pematangsiantar adalah 79,971 Km² terletak 400-500 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan luas wilayah menurut kecamatan, kecamatan yang terluas adalah kecamatan Siantar Sitalasari dengan luas wilayah 22,723 km² atau sama dengan 28,41% dari total luas wilayah Kota Pematangsiantar.

Iklim

Karena terletak dekat garis khatulistiwa, Kota Pematangsiantar tergolong ke dalam daerah tropis dan daerah datar, beriklim sedang dengan suhu maksimum rata-rata 30,3 oC dan suhu minimum rata-rata 21,1 oC pada tahun 2012.

Selama tahun 2012 kelembaban udara rata-rata 84 persen.

Rata-rata tertinggi pada bulan Oktober dan Desember masing-masing mencapai 88 persen, sedangkan curah hujan rata-rata 229 mm di mana curah hujan tertinggi terjadi pada bulan April yang mencapai 341 mm.

  • Kependudukan


Jumlah penduduk yang paling banyak ditinjau dari kelompok usia adalah pada usia 30 – 34 tahun pada Tahun 2011 29.059 jiwa.

Tahun 2012 sebanyak 29.992 jiwa dan pada Tahun 2013 sebanyak 32.110 jiwa dan Tahun 2014 sebanyak 31.517 jiwa dan Tahun 2015 sebanyak 30.282 jiwa.

Sedangkan jumlah penduduk kelompok usia yang paling sedikit kelompok umur 0 – 4 pada Tahun 2011 sebanyak 1.943 jiwa dan dan Tahun 2012 sebanyak 5.024 jiwa serta umur 65 – 69 pada Tahun 2013 sebanyak 7.183 jiwa dan Tahun 2014 sebanyak 7.079 jiwa,dan Tahun 2015 sebanyak 6.989 Jiwa.

  • Potensi Daerah


Kota Pematangsiantar terletak pada wilayah geografis yang strategis menghubungkan kawasan pantai timur dan pantai barat (dataran tinggi) wilayah Sumatera Utara dan sebagai pintu gerbang menuju kawasan wisata Danau Toba.

Disamping letak geografis kota, Pematangsiantar juga merupakan pusat koleksi dan distribusi kawasan hinterlandnya terutama komoditas hasil pertanian, perikanan, peternakan dan sebagainya.

Kota Pematangsiantar juga memiliki sektor industri baik skala kecil, menengah bahkan  besar dan pusat-pusat perdagangan baik pasar tradisional dan pasar modern.

Kondisi tersebut didukung oleh kedudukan Kota Pematangsiantar sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW)  berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)  Provinsi Sumatera Utara.

Disamping hal tersebut, potensi unggulan Kota Pematangsiantar lainnya  adalah disektor Pendidikan dan Kesehatan.

Berdasarkan data Angka Partisipasi Kasar (APK) Kota Pematangsiantar selalu berada diatas angka 100 % baik sekolah dasar, pertama dan menengah, hal ini menunjukkan bahwa siswa yang bersekolah di Kota Pematangsiantar juga berasal dari kawasan di luar wilayah administratif Kota Pematangsiantar.

Sektor Kesehatan dimana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Dr. Djasamen Saragih milik Pemerintah Kota Pematangsiantar merupakan rumah sakit rujukan bagi rumah sakit-rumah sakit kawasan sekitarnya dan keberadaan rumah sakit swasta di Kota Pematangsiantar yang memiliki Bed Occupancy Ratio (BOR) yang sangat tinggi dengan pasien yang banyak berasal dari wilayah Kabupaten sekitarnya.

  • Pertumbuhan Ekonomi


Pembangunan ekonomi Kota Pematangsiantar saat ini diarahkan pada upaya meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat yang dibarengi oleh perubahan institusional dan modernisasi serta pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan aspek pemerataan pendapatan, kesempatan kerja, laju pertumbuhan penduduk, dan perubahan struktur ekonomi daerah.

Pertumbuhan ekonomi Kota Pematangsiantar yang semakin baik tersebut seiring dengan membaiknya perekonomian regional dan nasional, yang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan asli daerah.

Selama kurun empat tahun terakhir Tahun 2012-2015 Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pematangsiantar adalah sebagai berikut :

Tahun 2012 dari target Rp.  59,146,308,083.00 terealisasi sebesar Rp. 49,915,366,002.98 atau 84,39 %

Tahun 2013 dari target Rp. 69.526.518.187,00 terealisasi sebesar Rp. 61.357.963.445,49 atau 88,25 %,

Tahun 2014 dari target Rp. 92.301.487.715,85 terealisasi sebesar Rp. 90.477.498.193,76 atau 98,02 %,

Tahun 2015 dari target Rp. 120.786.489.041,00 terealisasi sebesar Rp. 91.799.141.262,17 atau 76,06 %.

Selain PAD Kota Pematangsiantar, Pertumbuhan perekonomian daerah secara umum dapat dilihat melalui perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan PDRB per-kapita.

Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sangat penting bagi setiap pemerintah daerah untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemakmuran masyarakat.

Hotel Horison Pematangsiantar (pegipegi)

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)



Informasi


Nama Kota Kota Pematangsiantar


Moto Sapangambei Manoktok Hitei


Provinsi Sumatra Utara


Peresmian 24 April 1871


Wali Kota Hefriansyah Noor


Luas 79,97 km²


Populasi 247.411 (2015)


Situs Resmi http://www.pematangsiantarkota.go.id/


Sumber :


1. pematangsiantarkota.go.id


Penulis: Putradi Pamungkas

Berita Populer