Valentino Rossi Kangen Naiki Motor MotoGP Honda RC211V yang Pernah Mengantarnya Jadi Juara

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Honda RC211V yang pernah dipakai Valentino Rossi

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Valentino Rossi mengaku ingin menaiki motor MotoGP Honda RC211V lagi.

Honda pernah menjadi tempat berlabuh Valentino Rossi sejak ia debut di kelas premier yang saat itu masih berformat 2-Tak GP500.

Setelah menjuarai kelas menengah 250 cc bersama Aprilia pada 1999, Valentino naik ke kelas 500 cc di tim satelit Nastro Azzurro Honda.

Pada musim debutnya, Valentino Rossi mengakhiri musim sebagai runner-up di belakang Kenny Roberts Jr.

Setahun kemudian, pembalap berjuluk The Doctor ini berhasil menjadi juara dunia kelas 500 cc.

Valentino Rossi sampai saat ini menjadi satu-satunya pembalap yang berhasil menjuarai kelas premier bersama tim satelit.

Format 2-Tak 500 cc digantikan MotoGP 990 cc pada 2002.

Baca: Valentino Rossi Mengaku Siap Pindah ke Tim Satelit Asal Tetap Bisa Bertahan di MotoGP

Baca: Tidak Hanya Nomor 46, Valentino Rossi Juga Terkenal dengan Gambar Matahari dan Bulan, Ini Artinya

Honda RCV211V (Commons.wikimedia.org)

Pada musim tersebut, Valentino Rossi menggunakan motor RC211V di tim pabrikan Honda.

Rossi kemudian pindah ke Yamaha pada 2004-2011 dan menggunakan YZR-M1.

Pembalap Italia itu sempat pula bergabung ke tim Ducati pada 2011-2012, kemudian kembali ke pabrikan Iwata.

Dilansir dari Otomania.gridoto.com, Rossi ingin kembali menaiki Honda RCV211 yang legendaris itu.

Motor itu mengingatkannya pada momen heroik di Phillip Island saat dirinya menang meski kena penalti 10 detik.

Valentino Rossi mengungkapkan keinginannya menggeber motor Honda yang pernah mengantarkannya meraih kemenangan di MotoGP tersebut.

"Mungkin Phillip Island dengan motor 5 silinder punya Honda di 2003, motor yang ingin kukendarai lagi," ungkap Rossi dilansir dari Motorsport-total.com.

"Saat itu aku mengabaikan bendera kuning dan meraih kemenangan meski kena penalti 10 detik," katanya.

Bagi Rossi, motor itu adalah yang terkuat pada zamannya.

"Dalam hal mesin dan teknologi, motor itu istimewa dan balapan itu jadi momen yang hebat, terutama di Phillip Island," kata Rossi.

Baca: Valentino Rossi Hampir Jadi Pembalap F1 di Tim Ferrari pada 2006, Tetapi Batal karena Hal Ini

Baca: Daftar 10 Pembalap GP500/MotoGP dengan Kemenangan Terbanyak, Valentino Rossi Masih Nomor Satu

Rossi ketika masih di Honda (Commons.wikimedia.org)

 

Ini syarat agar Valentino Rossi tetap membalap setelah musim 2020

Kontrak Valentino Rossi di MotoGP bersama Yamaha berakhir pada musim 2020.

Karier Valentino Rossi setelah musim 2020 pun menjadi sorotan.

Valentino Rossi saat ini menjadi menjadi pembalap tertua di gelaran MotoGP, yakni 40 tahun.

Sudah dua dekade Valentino Rossi membalap di kelas para raja.

Namun, dengan berakhirnya kontrak, orang-orang mulai mempertanyakan keputusannya setelah MotoGP 2020, apakah pensiun atau masih membalap.

Dilansir dari Gridoto.com, Rossi tidak perlu menunggu sampai berakhirnya musim 2020 untuk membuat keputusan.

Valentino Rossi (Otorace.gridoto.com/Twitter/Monster Energy Yamaha Energy)

Keputusannya akan dibuat setelah balapan-balapan awal MotoGP 2020.

"Musim yang akan datang, aku akan mempertimbangkan untuk lanjut atau tidak setelah 2020," kata Rossi dilansir GridOto.com dari Speedweek.com.

"Tapi kupikir aku akan berhenti setelah musim depan. Dan aku akan balapan di Valencia, lalu bilang selamat tinggal," jelas Rossi.

Semua tergantung performa balapnya di race-race awal MotoGP 2020.

“Tergantung dari hasilnya, jika aku lebih cepat dari tahun ini dan bisa bertarung untuk podium, aku akan mencoba lanjut. Jika tidak, aku akan lihat bagaimana kelanjutannya. Semua tergantung kecepatanku," imbuhnya.

Sebenarnya syarat ini mirip dengan saat sebelum Valentino Rossi memutuskan bertahan pada awal 2018 lalu.

Baca: Valentino Rossi Mengaku Siap Pindah ke Tim Satelit Asal Tetap Bisa Bertahan di MotoGP

Pada waktu itu, Rossi tanpa ragu memutuskan lanjut, meskipun Yamaha masih bermasalah.

Sekarang kondisinya berbeda, Yamaha malah lebih kompetitif dari saat itu, seharusnya tidak sulit bagi Rossi untuk memutuskan bertahan.

Valentino Rossi (Instagram.com/valeyellow46)

Ketika pembalap Yamaha lain kompetitif, performa Rossi malah sedikit menurun di paruh akhir MotoGP 2019.

“Ini musim yang berat dan kami berharap lebih. Aku tidak cukup kuat dan tidak cukup cepat. Aku tidak nyaman dengan motornya, jadi aku bilang kami berada di fase buruk, hasil kami menunjukkan semuanya," ungkap Rossi.

Meski Yamaha sudah memperbaiki beberapa bagian yang membuat motor YZR-M1 makin kompetitif, Rossi masih belum puas.

Menurutnya, Yamaha butuh sesuatu lebih besar agar bisa mengganggu Marc Marquez dan Honda.

Selain itu, Rossi juga mengakui bahwa pembalap Yamaha lainnya beradaptasi lebih baik di atas M1.

"Mereka semakin bagus dengan motor tahun ini dan faktanya Maverick Vinales dan Fabio Quartararo benar-benar pembalap yang kuat," tegasnya.

(Otomania.gridoto.com/Parwata/Gridoto.com/ Rezki Alif Pambudi/TribunnewsWiki/Febri)



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer