Konfilik AS vs Iran, TNI Siapkan Kantor Atase Pertahanan sebagai Penampungan Sementara WNI

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Roket yang diluncurkan Iran ke pangkalan militer AS

Tak hanya itu, Iran juga terang-terangan mengincar Gedung Putih.

Rencana untuk menyerang jantung politik Amerika Serikat itu disampaikan oleh anggota parlemen Iran, Abolfazl Aboutorabi.

"Kita dapat menyerang Gedung Putih itu sendiri, kita dapat membalas mereka di tanah Amerika, katanya dikutip Labour News Agency.

"Kami memiliki kekuatan, dan insya Allah kami akan merespons pada waktu yang tepat."

“Ini adalah deklarasi perang, yang berarti jika Anda ragu Anda kalah," lanjut Aboutorabi.

Pihak parlemen Iran memang serempak menyerukan 'kematian Amerika'.

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, juga memperingatkan pangkalan, kapal perang, dan tentara Amerika Serikat.

Ia mengatakan bahwa Amerika akan membayar harga atas tewasnya pemimpin militer mereka.

Baca: Berani Serang AS dengan Luncurkan Rudal, Ternyata Iran Punya Cadangan Minyak Ratusan Miliar Barel

Inilah rudal yang ditembakkan oleh pasukan militer Iran ke Pangkalan AS di Irak (https://urgente24.com/)

Hassan Nasrallah berkata, "Ketika peti mati prajurit dan perwira Amerika dikirim ke AS, Trump dan pemerintahannya akan menyadari bahwa mereka sudah kehilangan wilayah itu."

Tak berhenti di situ, Teheran juga membatalkan komitmen internasional mereka soal penggunaan nuklir.

Dengan demikian, tidak ada batasan untuk melakukan penelitian serta pengayaan uranium.

Ancaman balas dendam yang diserukan Iran memicu meningkatnya konflik yang kian memanas di Timur Tengah.

Presiden Trump tidak tinggal diam.

Ia mengancam menargetkan 52 situs Iran.

Dan apabila Teheran bersikeras menyerang AS, Trump dalam akun Twitternya mengatakan, AS akan menghabiskan dua triliun dolar untuk perlatan militer.

"Jika Iran menyerang Pangkalan Amerika, atau orang Amerika mana pun, kami akan mengirimkan beberapa peralatan baru yang indah itu ke arah mereka ... dan tanpa ragu-ragu," tulis Trump.

Amerika sendiri telah mengirim pasukan penerjun payung tambahan, dari Divisi Lintas Udara 82 untuk memperkuat pangkalan militer AS di Irak.

Akan tetapi, langkah AS sepertinya tidak akan mudah.

Pasalnya, Baghdad telah bersiap untuk mengusir pasukan asing di tanah mereka.

Baghdad dengan tegas melarang mereka untuk menggunakan tanah, wilayah udara, atau perairan untuk alasan apapun.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin) (Tribunnews.com/Gita Irawan)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh

Berita Populer