Lisa Anderson merahasiakan kondisinya selama 10 tahun sampai mantan pasangannya mengikuti dirinya ke kamar mandi lantaran curiga.
Kelainan
Sindrom pica yang diderita Lisa Anderson diungkapkan oleh pihak dokter.
Sindrom pica sering terjadi bersamaan dengan gangguan kesehatan mental lainnya seperti autisme.
Ini juga disebut sebagai tanda-tanda dari stres.
Sindrom pica tidak banyak diketahui namun kemungkinan besar lebih umum terjadi di beberapa negara-negara berkembang, seperti laporan The National Eating Disorder.
Lebih jauh lagi, Lisa Anderson telah dirujuk oleh dokter umum untuk melakukan konseling yang akan dimulai pada bulan ini.
Kebiasaan tak biasa yang dimiliki Lisa bukannya tanpa risiko kesehatan.
Bedak merupakan bubuk yang terbuat dari mineral yang terbuat dari talc, sebuah bahan mineral yang terbuat dari campuran silikon, magnesium, dan oksigen.
Mineral talc diperkirakan beracun bagi tubuh apabila dihirup atau dikonsumsi.
Efek samping yang paling umum terjadi adalah masalah pernafasan disertai batuk dan iritasi mata.
Selain itu, efek berkelanjutan yang dapat ditimbulkan adalah menyebabkan nyeri dada dan bahkan gagal paru-paru, serta tekanan darah rendah, kejang-kejang, diare, hingga muntah.
Lisa menyebut, "Meskipun aku telah melakukan ini selama bertahun-tahun, aku baru menyadarinya di tahun ini bahwa ini tak bisa disebut normal."
"Pasanganku tak suka aku melakukannya lantaran berkaitan dengan kanker dan dampak bagi kesehatanku,"
"Aku coba riset sendiri melalui internet dan kemudian memutuskan untuk pergi ke dokter sendiri,"
"Aku telah lakukan itu bertahun-tahun tanpa mengetahui apa yang dapat terjadi padaku. Namun saat ini sudah terjadi. Aku hanya ingin orang lain tahu bahwa mereka tidak sendirian,"
Badan Internasional untuk penelitian kanker atau The International Agency for Research on Cancer yang merupakan bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya memutuskan bahwa Talc dimungkinkan bersifat kanker bagi manusia, berdasarkan serangkaian penelitian.
Hal ini terjadi karena bentuk alami dari mineral tersebut di mana bedak mengandung material asbes, suatu zat mematikan yang diketahui dapat menyebabkan kanker ketika dikonsumsi dalam jangka waktu lama kendati rendah dalam pemakaiannya.
Pada tahun 2016, sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan sekitar 33 persen peningkatan risiko kanker ovarium disebabkan karena penggunaan bedak talek genital.