Reynhard Sinaga WNI asal Jambi yang Perkosa 195 Pria di Inggris Dikenal Orang Baik dan Sopan

Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: haerahr
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Reyhard Sinaga WNI asal Jambi yang Perkosa 195 Pria di Inggris Ternyata Dikenal Orang Baik dan Sopan

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mahasiswa Indonesia asal Jambi yang divonis memperkosa 195 pria di Inggris, akhirnya dihukum seumur hidup, teman-temannya sebut ia adalah sosok yang baik hati.

Meskipun dikenal dengan sosok yang baik, ternyata seorang mahasiswa Indonesia asal Jambi yang berkuliah di Inggris ini memiliki kasus kriminal yang besar.

Dilansir oleh The Guardian, seorang mahasiswa Indonesia di Inggris bernama Reynhard Sinaga (36), dipenjara seumur hidup karena memperkosa ratusan pria di Manchester, Inggris.

Menurut keterangan polisi, Reynhard Sinaga (36) telah memikat hampir 200 korban ke flatnya dan menyerang mereka.

Reyhard Sinaga pun akhirnya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman seumur hidup.

Baca: Perkosa dan Lecehkan Hampir 200 Pria di Manchester, Mahasiswa Asal Jambi Ini Dipenjara Seumur Hidup

Polisi memperkirakan Reyhard telah melecehkan setidaknya 195 orang selama dua setengah tahun setelah membujuk mereka ke flatnya dengan kedok sebagai "orang yang baik-baik" lalu membiusnya.

korban kemudian melakukan aksi perkosaannya mereka setelah mereka pingsan.

Ian Rushton, seorang wakil kepala penuntut senior barat laut, menyebut Reyhard Sinaga sebagai "pemerkosa paling produktif dalam sejarah hukum Inggris".

Dia terbukti telah melakukan 159 pelanggaran, termasuk 136 perkosaan, yang difilmkannya di dua ponsel.

Polisi belum mengidentifikasi setidaknya 70 korban lainnya.

Pada hari Senin (6/1/2020), Reyhard Sinaga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan jangka waktu minimal 30 tahun.

Hukuman tersebut diputuskan di akhir persidangan keempatnya setelah dua tahun kasusnya terbengkalai.

Reynhard dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Manchester karena terbukti bersalah dalam 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korbannya dengan cara memasukkan obat bius ke minuman korbannya. (Kompas.com)

Sinaga sudah menjalani 88 hukuman seumur hidup bersamaan dengan minimal 20 tahun sebelum ia dapat dipertimbangkan untuk pembebasan bersyarat setelah dua persidangan pertamanya, yang terkait dengan 25 korban dan didengar antara 2018 dan tahun lalu.

Dia dijatuhi hukuman pada hari Senin untuk persidangan tiga dan empat, di mana dia dihukum karena penghitungan terkait dengan 23 korban lebih lanjut.

Setelah penjatuhan hukuman tersebut, teman-teman Reyhard Sinaga pun buka suara.

Reynhard Sinaga sendiri lahir pada 1983 di Jambi, dengan tinggi sekitar 170 sentimeter.

Dia datang ke Inggris menggunakan visa pelajar pada 2007 saat dia berumur 24 tahun, dan tinggal selama 10 tahun hingga dia ditangkap pada 2 Juni 2017.

Baca: Seorang Ayah Mempersilakan Putrinya yang Berusia 12 Tahun Diperkosa oleh Teman-temannya Demi Uang

Baca: Berniat Antarkan Es Teh, Seorang Gadis Penjual Nasi Diperkosa Kakek Mijan hingga Hamil 8 Bulan

5 Fakta Reynhard Sinaga Pemerkosa Terbanyak di Inggris : Ajukan Tesis Tentang Perbedaan Gay dan Rekam Korbannya Selama Berjam-jam (Kompas.com)

Selama 10 tahun itu, Reynhard disebut dengan bantuan biaya dari ayahnya yang dilaporkan merupakan seorang bankir.

Selain membayar biaya kuliah, sang ayah disebut membiayai apartemen Reynhard Sinaga di Montana House, tempat di mana dia mengintai calon korbannya.

Teman Reynhard Sinaga yang tinggal di Gay Village, Manchester, menyebut si "Predator Setan" sebagai sosok bersuara lembut dengan kacamata tebal.

"Dia baik, lemah lembut, dan sopan. Saya tak bisa membayangkan dia bisa mendapatkan tiket tilang atau mengadu," ujarnya.

Dipanggil Rey, Reynhard Sinaga tidak pernah menceritakan tentang keluarganya di mana dua juga punya dua saudara, atau masa kecilnya.

Dia juga disebut tidak pernah menyembunyikan orientasi seksualnya di Manchester, dengan terlihat di Canal Street maupun Gay Village.

Teman-temannya mengaku, mereka sama sekali tidak tahu jika Reynhard menjadi terdakwa kasus pemerkosaan terbesar di Inggris.

Selama ini, kata mereka, Reynhard bakal menyombongkan diri dengan mendekati pria "heteroseksual", di mana dia kemudian menuduh mereka memerkosanya.

Dalam percakapan WhatsApp bertanggal Juli 2015 yang dipaparkan di pengadilan, Reynhard menyebut bahwa teman sekamarnya sudah pindah.

Temannya itu kemudian berseloroh dengan bercanda, bahwa pada nantinya, si "Predator Setan" bakal mendapatkan teman baru setiap harinya.

Reynhard membalas dengan menunjukkan seorang pria yang diyakini adalah korban terbarunya.

"Hahaha, yang kau maksud ini?" katanya.

Teman itu mengungkapkan, Reynhard begitu tertutup terkait siapa saja yang sudah dia ajak ke dalam apartemennya.

Hingga pada Januari 2015, dia sempat menunjukkan korbannya, remaja 19 tahun, yang kala itu sempat bertengkar dengan pacarnya.

Reynhard Sinaga (GREATER MANCHESTER POLICE vis BBC)

Teman tersebut menuturkan, selama ini dia tidak pernah melihat bagian dalam kamar Rey karena dia akan beralasan "terlalu kotor".

Reynhard kemudian menempuh studi di Universitas Manchester dari Agustus 2007 untuk gelar MA di bidang Sosiologi.

Kemudian pada Agustus 2012, dia sempat berkuliah di Universitas Leeds untuk PhD pada ilmu Geografi Manusia, di mana dia tidak menyelesaikannya.

Dia sempat menyerahkan tesisnya berjudul Sexuality and everyday transnationalism among South Asian gay and bisexual men in Manchester.

Tesis itu diajukan pada Agustus 2016.

Tetapi, Reynhard Sinaga dinyatakan gagal, sehingga dia diminta untuk memperbaikinya.

Seorang teman perempuan Reynhard mengatakan, si terdakwa sempat mengira dirinya sebagai Peter Pan karena merasa lebih muda dari usia aslinya.

"Dia narsis dan bersikap naif untuk segala sesuatunya," ujar si teman perempuan.

Reynhard disebut bakal menjalani hidupnya di dunia maya.

Gambar terakhir diambil pada 1 Juni 2017, hari di mana dia ditangkap, di mana unggahan terakhirnya adalah dia memakai filter telinga pink dan kacamata.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)(Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)



Penulis: Abdurrahman Al Farid
Editor: haerahr
BERITA TERKAIT

Berita Populer