Pasalnya, Teka Paku Alam sendiri baru-baru ini mengakui bahwa kontraknya bersama Semen Padang baru akan habis pada 14 Januari 2020.
"Waduh belum tahu (musim depan), soalnya masih kontrak selesain kontrak dulu."
"Sampai 14 Januari 2020," ujar Teja seperti dikutip Tribunnewswiki.com dari Tribun Jabar, Minggu (5/1/2019).
Menurut Teja, hingga saat ini belum ada pembahasan perpanjangan kontrak dari manajemen Semen Padang.
Sehingga kemungkinan besar, mantan kiper Sriwijaya FC itu akan hengkang dari tim Kabau Sirah.
Apalagi, Teja juga memag mengakui ada tawaran dari Persib Bandung.
"Ada beberapa tim yang nawarin cuma belum, sama nunggu keputusan. Ada beberapa tim Liga 1 juga. (Persib?) juga ya ada," ucapnya.
Teja mengaku masih belum memutuskan akan melanjutkan ke klub mana.
"Ya, dipikir-pikir dulu," tambahnya.
Baca: Liga Spanyol Pekan 19: Kemenangan Digagalkan Pemain China, Poin Barcelona Disamai Madrid
Baca: Transfer Liga 1: Persija dan Persib Masih Loyo, Bali United Tergesit Rekrut Pemain Baru
Walaupun demikian, aktivitas media sosial Teja tampaknya memberi sedikit kode bahwa ia akan segera berkostum Persib Bandung.
Teja Paku Alam diketahui mengunggah sebuah instastory di Instagram pribadinya, Sabtu (4/1/2020).
Teja mengunggah sebuah foto penyelamatan penting saat melawan Persib Bandung.
Dapat dipastikan foto tersebut diambil di markas Persib Bandung, yakni di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung dalam lanjutan Liga 1 2019 lalu.
Selain Teja, Persib juga sedang dirumorkan akan menggaet seorang striker lokal, Beni Okotovianto.
Beni Oktovianto baru menjalani tes medis dan masih menunggu keputusan final dari manajemen Persib apakah akan mengontraknya atau tidak.
Beni merupakan pemain asal Bontang yang merupakan mantan striker Persiba Balikpapan di Liga 2.
Saat ditanya soal ketertarikan Persib, Beni mengaku siap bersaing dengan para pemain senior yang ada di sana.
"Saya siap bersaing. Pelatih melihat kemampuan semua pemain."
"Tidak membedakan pemainnya."
"Tidak boleh takut menghadapi ketat dan panasnya persaingan di dalam tim," ujar Beni Oktavianto.
"Kalau jadi gabung, Persib jadi klub ketiga."
"Pertama Persik Kediri tahun 2017, kedua Persiba Balikpapan tahun 2018," tambahnya.
Persebaya Surabaya mulai menunjukkan persiapan menyambut kompetisi Liga 1 2020.
Manajemen Persebaya Surabaya telah mendatangkan tiga pemain lokal yaitu Arif Satria, Bayu Nugroho, dan Ricky Kambuaya.
Kehadiran ketiganya tentu menambah kekuatan Bajul Ijo di Liga 1 2020.
Tak hanya itu, Persebaya Surabaya juga mengorbit sejumlah pemain-pemain muda.
Tercatat ada enam pemain muda yang naik ke tim senior pada musim 2020.
Baca: Transfer Liga 1: Persib Pakai Muka Lama hingga Marko Simic Tolak Eropa Demi Persija
Baca: Derbi Jawa Timur Liga 1 2019 - Laga Persebaya Vs Arema FC Tak Digelar di Surabaya, tapi Balikpapan
Empat diantaranya telah bergabung dengan Persebaya Surabaya saat Liga 1 2019 yaitu Koko Ari Araya (bek), Muhammad Kemaluddin (gelandang), Zulfikar Akhmad Medianar Arifin (gelandang), dan Muhammad Supriadi (penyerang).
Sedangkan dua nama baru diorbitkan dari tim U-20 yaitu Ernando Ari Sutaryadi (kiper) dan Rizky Ridho Ramadhan (bek).
Dari enam nama tersebut, tiga diantaranya merupakan pilar timnas U-18 Indonesia yaitu Ernando, Rizky, dan Supriadi.
Keberadaan enam pemain ini di tim senior diharapkan bisa mempercepat perjalanan karier mereka.
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mengaku akan mengoptimalkan pemain-pemain muda ini pada musim 2020.
"Persebaya mempunyai banyak talenta muda, tentu saja itu harus dimaksimalkan," kata Aji Santoso dikutip dari laman resmi Persebaya.
"Saya sudah mengamati penampilan mereka, mereka mempunyai potensi yang sangat besar. Supriadi misalnya, dia pemain yang pintar dan punya skill," ujarnya menambahkan.
Selain itu, mereka juga membawa aura juara ke skuat Bajul Ijo senior.
Sebelumnya, Supriadi dkk sukses mengantarkan Persebaya meraih gelar juara di Elite Pro Academy U-20 atau Liga 1 U-20 2019.
Dengan prestasi tersebut, nama-nama di atas dinilai layak mendapatkan kesempatan bermain di tim senior Persebaya Surabaya.
Baca: Persebaya Surabaya Menuai Rentetan Hasil Negatif, Wolfgang Pikal Mundur sebagai Pelatih Bajul Ijo
Baca: Badai Cedera Jelang Lawan Arema, Pelatih Persib Bandung Kritisi Jadwal Liga
Apalagi, Persebaya akan bermain di empat ajang berbeda pada musim 2020 yaitu Liga 1, Piala Presiden, Piala Indonesia maupun ASEAN Club Championship.
Aji Santoso juga bisa menggunakan kembali jasa pemain muda yang membela timnas U-22 Indonesia, Rachmat Irianto.
Putra kandung Bejo Sugiantoro itu akan bertahan bersama Bajul Ijo hingga 2021.
Kehadiran pemain-pemain ini bisa menambal kepergian sembilan pemain.
Seperti diketahui, Persebaya baru saja mencoret sembilan pemain sekaligus antara lain Imam Arief (kiper), Miswar Saputra (kiper), Andri Muliadi (bek), Otavio Dutra (bek), Novan Setya (bek), Fandi Eko Utomo (gelandang), M. Solikin (gelandang), Elisa Basna (winger), dan Diogo Campos (penyerang).
Mantan pelatih Persija Jakarta, Edson Tavares, mengaku sangat geram dengan eks timnya tersebut.
Kekesalan Tavares bersumber pada keputusan manajemen yang tidak ingin memperpanjang kontrak pelatih asal Brasil itu di tim Macan Kemayoran.
Tavares menilai bahwa manajemen Persija Jakarta telah mempermainkan dirinya.
Sebab, menurut Tavares, manajemen klub sebelumnya sudah memberikan jaminan untuk tidak mendepak dirinya sebelum Liga 1 2019 berakhir.
Namun kini mantan pelatih Yokohama FC itu harus pergi dari tim Ibu Kota.
Baca: Sepekan Latih Persija, Edson Tavares sudah Beri Dampak Positif
Baca: Tinggalkan Qatar Demi Persija Jakarta, Inilah Tujuan Farri Agri
"Sebelum laga terakhir (lawan Kalteng Putra), saya bilang bahwa saya ingin pulang ke Brasil, tetapi Persija menahan saya," kata Edson Tavares dilansir dari Tribun Jakarta.
Tavares mengaku bahwa hingga saat ini dirinya masih menyimpan bukti percakapan dengan Presiden Persija Jakarta, Ferry Paulus, di aplikasi WhatsApp.
"Masih ada isi pembicaraan kami di WhatsApp, dia (Ferry Paulus) bilang 'Saya akan memutuskan Anda bertahan."
"Semua orang di sini menyukai Anda, kerja Anda bagus', tetapi setelah itu, mereka berubah pikiran," katanya mengungkapkan kekesalan.
Tavares kemudian merasa bingung dengan kejadian tersebut.
Pasalnya, dia menilai bahwa kedatangannya ke tubuh Persija Jakarta mampu membawa perubahan positif.
Tavares mampu menyelamatkan Riko Simanjuntak dkk dari jurang degradasi meskipun hanya mampu finis di posisi 10 besar.
Baca: Liga 2 2019 Berakhir: Klub Legendaris menjadi Juara hingga Gagalnya Sriwijaya FC Promosi ke Liga 1
Baca: Gelandang di Liga 1, Pemain Ini Berpeluang Jadi Satu-satunya Ujung Tombak Timnas U-22 di SEA Games
Pelatih 64 tahun itu meraih tujuh kemenangan, tiga imbang, dan lima kekalahan dari 15 pertandingan bersama Persija Jakarta.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi, hubungan saya dengan pemain bagus, hasilnya juga bagus, saya menyelamatkan Persija, lebih bagus daripada pelatih-pelatih sebelumnya," kata Edson Tavares.
Kini Edson Tavares telah menemukan pelabuhan anyar di Liga 1 2020.
Tavares direkrut oleh Borneo FC untuk menggantikan Mario Gomez yang hengkang ke Arema FC.
Kepastian Edson Tavares menjadi pelatih Pesut Etam disampaikan secara langsung lewat akun media sosial Borneo FC yang diunggah pada Sabtu (4/1/2020) malam.
Meski demikian, dalam unggahan tersebut tidak dijelaskan durasi kontrak yang ditawarkan manajemen Pesut Etam kepada Tavares.