Banyak Terjadi Banjir, Waspadai Penyakit Leptospirosis atau Kencing Tikus yang Mudah Menyebar

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi tikus

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa hari ini banyak terjadi bencana banjir.

Salah satu wilayah terdampak banjir parah adalah DKI Jakarta dan beberapa kota di sekitarnya.

Mengingat banyak banjir yang terjadi, penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Pasalnya, air banjir membawa berbagai macam kuman dan bakteri yang bisa memicu penyakit tertentu.

Baca: Kenali Jenis Penyakit dan Cara Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

Baca: Hati-hati, Terlalu Banyak Tidur Bisa Picu Berbagai Penyakit, Mulai dari Depresi hingga Kematian

Kawasan permukiman di Ciledug Indah tergenang banjir Kamis (2/1/2020). Kawasan permukiman ini tergenang akibat luapan Kali Angke (Warta Kota/Alex Suban)

Satu di antara penyakit yang semakin mudah menyebar ketika banjir ialah kencing tikus atau leptospirosis.

Dilansir dari Kompas.com, Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira Interrogans.

Bakteri tersebut ada pada tikus.

Sementara itu, penyakit bisa ditularkan ketika kencing dan kotoran tikus larut dalam genangan banjir.

Leptospirosis bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, hidung, kulit yang lecet atau luka, dan makanan.

Penderita akan menunjukkan gejala leptospira selama dua minggu.

Meski demikian, dalam beberapa kasus, gejala mungkin tidak terjadi selama sebulan.

Gejala yang ditimbulkan bisa bermacam-macam, seperti menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam tinggi, nyeri otot, hilang nafsu makan, mata merah, dan nyeri otot.

Jika mengalami gejala tersebut, alangkah pentingnya untuk pergi ke dokter terdekat.

Dokter akan melakukan tes darah sederhana.

Hal itu bertujuan untuk mengetahui antibodi.

Namun hasil itu bisa tidak akurat jika penderita memiliki riwayat penyakit dalam sistem tubuh.

Tes darah itu menjadi tidak akurat karena menunjukkan antibodi dari infeksi yang terjadi sebelumnya.

Oleh karena itu, biasanya dokter akan melakukan tes kedua beberapa waktu kemudian.

Baca: Kepulauan Riau

Baca: Kabupaten Natuna

ilustrasi tikus (pixabay)

Dilansir Kompas.com dari WebMD, penyakit leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik, seperti penisilin dan doksisiklin.

Dokter juga bisa saja merekomendasikan ibuprofen.

Iburpofen bermanfaat untuk mengatasi demam dan nyeri otot.

Leptospirosis dapat sembuh dalam waktu seminggu.

Akan tetapi, penderita harus pergi ke rumah sakit apabila terjadi infeksi yang lebih parah.

Gejala berat itu dapat berupa gagal ginjal, meningitis, dan masalah paru-paru.

Dalam keadaan itu, mungkin perlu disuntikkan antibiotik ke dalam tubuh.

Dalam keadaan yang kebih serius, penyakit kencing tikus juga dapat merusak organ tubuh.

Berikut pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari bakteri Leptospira interrogans:

  • Berperilaku hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Menyimpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus
  • Mencuci tangan dan kaki serta bagian tubuh lainnya dengan sabun setelah melakukan aktifivitas. Misalnya, setelah bekerja di sawah atau selokan rumah
  • Memakai sepatu dari karet yang berukuran tinggi dan memakai sarung tangan karet
  • Membasmi tikus di rumah atau kantor
  • Membersihkan dengan desifektan yang mengandung Pemutih, Lysol, larutan asam, dan yodium untuk mematikan bakteri pada bagian-bagian dari rumah maupun kantor yang diindikasi bekas kencing tikus.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur/Kompas.com/Amalia Zhahrina)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer