Gambar matahari dan bulan sering dipakai Valentino Rossi di helmnya.
Dilansir dari Otorace.gridoto.com, Valentino Rossi sudah menggunakan gambar matahari dan bulan atau Soleluna sejak debut di kejuaraan dunia kelas 125 pada 1996.
Gambar tersebut menjadi gambar keberuntungan Valentino Rossi sejak saat itu hingga sekarang.
Di autobiografi Valentino Rossi yang berjudul 'What If I Never Tried', diceritakan alasannya menggunakan motif Soleluna itu.
Baca: Masih Prima Meski Usia Sudah 40 Tahun, Valentino Rossi Bikin Pembalap Ini Kagum
Baca: Banyak yang Belum Tahu, Ini Alasan Valentino Rossi Dijuluki The Doctor
"Matahari dan bulan adalah tanda keseimbangan yang penting bagi bumi, juga penentu waktu," kata Valentino Rossi.
"Saya orang yang lebih aktif di malam hari, tetapi juga aktif di siang hari untuk balapan, makanya matahari dan bulan sangat dekat bagi saya," lanjutnya.
Dalam autobiografi itu, Valentino Rossi diceritakan lebih aktif menyetting motornya pada malam hari.
Hal ini membuat pembalap Italia tersebut sering kesiangan.
Dekat dengan matahari maksudnya adalah ia selalu bangun pada siang hari.
Ada satu cerita ketika ia diseret oleh ayahnya, Graziano Rossi, hanya agar anaknya itu menjalani sesi warm up atau pemanasan, sehingga tidak kena penalti.
Motif Soleluna memang tidak pernah terlepas dari helm Valentino Rossi.
Berbagai motif, bentuk, dan warna pernah ia gunakan. Tetapi yang dipakai di musim 2018 dan 2019 dengan warna biru tua dan warna kuning adalah yang paling sederhana.
Di musim 2016-2017 ia menggunakan Soleluna 'Joystick' karena memadukan gambar dari pola konsol game PlayStation.
Baca: Banyak yang Belum Tahu, Valentino Rossi Ternyata Pembalap MotoGP Tersibuk, Jarang Libur
Baca: Bukan Valentino Rossi, Tapi Pembalap Ini yang akan Jadi Lawan Terberat Marc Marquez di MotoGP 2020
Pembalap Italia Valentino Rossi sampai saat ini masih memegang rekor sebagai pembalap MotoGP dengan jumlah kemenangan terbanyak.
Dengan rekor jumlah kemenangan terbanyak, Valentino Rossi memperkokoh reputasinya sebagai legenda balap roda dua.
Kehebatan seorang pembalap tidak hanya diukur dari jumlah gelar juara dunia yang dimiliknya, tetapi juga jumlah kemenangan yang diraihnya.
Berikut 10 pembalap di kelas para raja GP500/MotoGP yang memiliki jumlah kemenangan terbanyak:
Kevin Schwantz adalah pembalap Amerika yang aktif pada1986 hingga 1995.
Schwantz adalah pembalap terakhir dari kejayaan Amerika Serikat di ajang World GP pada akhir 1970-an sampai 1990-an sebelum Mick Doohan masuk dan akhirnya mendominasi.
Baca: Kevin Schwantz
Dia menjuarai kelas 500 cc pada 1993 bersama Suzuki, menutup dominasi Yamaha dan Honda yang sangat dominan selama sekitar 1 dekade sebelum Schwantz juara.
Pembalap Spanyol Dani Pedrosa termasuk pembalap yang masih dikenal hingga MotoGP saat ini.
Dani Pedrosa yang kini jadi test rider KTM meraih 31 kemenangan.
Jumlah ini ditorehkannya sejak debut di kelas premier bersama Repsol Honda pada 2006 sampai pensiun pada akhir 2018.
Sayang sekali, dari 31 kemenangan tersebut tidak ada yang berhasil dikonversikan menjadi gelar juara di kelas premier.
Namun, Pedrosa selalu menjadi rival berat lawannya.
Raihan terbaiknya adalah 3 kali jadi runner-up kelas MotoGP.
Pembalap Amerika Eddie Lawson adalah pembalap paling sukses di era 80-an di antara rival-rivalnya yakni Freddie Spencer, Randy Mamola, Wayne Gardner, Kevin Schwantz, dan Wayne Rainey.
Dari 31 kemenangan tersebut, Lawson berhasil meraih 4 gelar di kelas 500 cc, tiga bersama Yamaha dan satu bersama Honda.
Gelar juara dunianya bersama Yamaha dan Honda adalah pengukir sejarah, Lawson adalah pembalap pertama yang bisa mempertahankan gelarnya setelah pindah pabrikan.
Pada 2004, kejadian serupa berhasil diikuti Valentino Rossi yang pindahkan dari Honda ke Yamaha dan jadi juara.
Hailwood adalah pembalap asal Inggris yang aktif pada1960-an.
Mike Hailwood meraih 9 gelar juara dunia pada periode tersebut, 4 di antaranya bersama MV Agusta di kelas 500 cc.
Baca: Mike Hailwood
Dia juga berkompetisi sebagai pembalap profesional di ajang Formula 1 di periode yang sama saat itu.
Mike Hailwood dianggap sebagai rival utama pembalap Italia Giacomo Agostini.
Stoner adalah satu di antara pembalap yang fenomenal di era modern MotoGP.
Casey Stoner dikenal sebagai pembalap yang membawa Ducati meraih satu-satunya gelar di MotoGP pada 2007.
Pembalap asal Australia ini dikenal dengan gaya balapnya yang sangat khas dengan aksi-aksi slidingnya dengan Ducati.
Selain Ducati, Stoner juga berhasil mengonversi 38 kemenangannya dengan gelar untuk Repsol Honda di 2011.
Stoner juga kontroversial dengan beberapa tindakannya termasuk keputusannya untuk pensiun di usai 27 tahun setelah musim 2012 berakhir.
Pembalap Spanyol Jorge Lorenzo termasuk dalam pembalap tersukses di era modern MotoGP dengan raihan 3 gelar juara dunia bersama Yamaha.
Setelah sukses dengan Yamaha, Lorenzo mencoba peruntungan bersama Ducati dan akhirnya berhasil meraih kemenangan di tahun keduanya.
Setelah menjalani debut musim yang sulit bersama Honda pada 2019, Lorenzo akhirnya memutuskan pensiun dari dunia MotoGP.
Gaya balap Lorenzo yang halus masih jadi panutan oleh beberapa pembalap terutama Yamaha.
Pembalap Australia Mick Doohan dikenal dengan Honda NSR500-nya.
Mick Doohan adalah pembalap tersukses akhir era 2-tak pada 1990-an dengan 5 gelar juara dunia berturut-turut dari 1994 sampai 1998, sebelum akhirnya pensiun setelah mengalami crash pada 1999.
Baca: Mick Doohan
Doohan juga dikenal dengan rem jempolnya dimana dia tidak memakai pijakan rem belakang pada motornya saat meraih 5 gelarnya.
Pembalap Spanyol Marc Marquez saat ini sangat mendominasi kelas premier.
Dari 56 kemenangannya, Marc Marquez sudah berhasil meraih 6 gelar kelas premier MotoGP.
Marc Marquez juga sedang mengejar rekor-rekor lainnya.
Dengan performa mengesankan dan usia yang masih muda, Marquez berkemungkinan mengejar rekor-rekor yang masih dipegang oleh pembalap lain saat ini.
Agostini adalah pembalap dengan gelar juara dunia terbanyak, 15 kali juara, 8 di antaranya di kelas premier.
Pembalap asal Italia ini aktif pada 1960-an dengan MV Agusta dan bersaing dengan Mike Hailwood saat itu.
Selain bersama MV Agusta, Agostini juga sekali menjadi juara bersama Yamaha.
Baca: Giacomo Agostini
Pembalap Italia Valentino Rossi sampai saat ini masih menjadi ikon MotoGP dan mempunyai fans yang luar biasa banyak.
Meski sudah berusia 40 tahun, Rossi masih memiliki tempat di hati penggemarnya karena kemampuan dan kharismanya.
Pembalap berjuluk The Doctor ini Rossi masih memegang kemenangan terbanyak di kelas premier MotoGP.
Dari 89 kemenangan tersebut, The Doctor meraih 7 gelar di kelas premier 500cc/MotoGP.
Terakhir, Rossi meraih gelarnya pada 2009 dan 3 kali jadi runner-up setelahnya di 2014-2016.
Pembalap bernomor 46 ini juga pembalap yang pernah mencicipi berbagai regulasi mesin yang pernah dipakai di kelas premier, mulai dari 500 cc 2-tak, hingga era 4-tak 990 cc, 800 cc, dan terakhir 1000 cc.