Harga Jual Rokok Eceran Naik 35 Persen Per 1 Januari 2020 Besok, Berikut Rinciannya

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi rokok. Harga jual rokok eceran resmi naik sebanyak 35 persan besok Rabu, 1 Januari 2020. Berikut rinciannya

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Wacana kenaikan harga rokok akhirnya kini disahkan.

Kenaikan tersebut mulai diberlakukan besok Rabu, 1 Januari 2020.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK Nomor 136/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. 

Dengan peraturan tersebut, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menetapkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen. 

Imbasnya ada kenaikan harga jual eceran (HJE) sebesar 35 persen.

Baca: Wanita Ini Berani Merokok di Kabin Pesawat, Dihentikan Penumpang Lain Malah Ancam Ledakkan Pesawat

Baca: Perkara Tak Dibelikan Rokok, Dua Pemuda di Semarang Ini Nekat Bakar Temannya Sendiri

Sebagai informasi, Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan Cukai Hasil Tembakau atau CHT per 5 Desember 2019 mencapai 143,66 triliun rupiah.

Dengan angka tersebut, CHT menjadi penyumbang terbesar dari penerimaan bea dan cukai.

Dikutip dari Kompas.com, kenaikan cukai tersebut merupakan hasil rapat yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, September 2019 lalu.

Rincian kenaikan harga rokok

Jika dirinci, rata-rata kenaikan tarif CHT tahun 2020 sebesar 21,55 persen.

Tarif CHT Sigaret Kretek Mesin (SKM) naik sebesar 23,29 persen.

Kemudian Sigaret Putih Mesin (SPM) naik 29,95 persen, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan naik 12,84 persen.

Sedangkan, jenis produk tembakau seperti tembakau iris, rokok daun, sigaret kelembek kemenyan, dan cerutu tidak mengalami kenaikan tarif cukai.

Kalau dihitung dengan cukai rokok yang baru, maka per 1 Januari 2020, harga sebungkus rokok bisa mencapai di atas Rp 30 ribu.

Tembakau dengan kualitas 1 biasanya, akan dikirim ke pabrik rokok di kawasan setempat sedangkan kualitas 2 dan 3 diexport ke Eropa. (nationalgrographic.grid.id/Feri Latief)

Hasil Tembakau Dalam Negeri

Dalam aturan tersebut, pemerintah telah menetapkan HJE yang berlaku per 1 Januari 2020. 

HJE dalam aturan tersebut naik dibandingkan pada 2018.

Sementara pada 2019, pemerintah tidak menaikkan tarif cukai. 

Berikut batasan HJE per batang atau gram dan tarif cukai per batang atau gram hasil tembakau buatan dalam negeri per 2020: 

1. Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan I

Batasan HJE per batang atau gram paling rendah Rp 1.700, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 740. 

2. Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan II

Batasan HJE per batang atau gram lebih dari Rp 1.275, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 470.

Atau batasan harga jual eceran per batang atau gram paling rendah Rp 1.020 sampai dengan Rp 1.275, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 455.

3. Sigaret Putih Mesin (SPM) golongan I

Batasan harga jual eceran per batang atau gram paling rendah Rp 1.790, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 790.

4. Sigaret Putih Mesin (SPM) golongan II

Batasan harga jual eceran per batang atau gram lebih dari Rp 1.485, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 485.

Atau batasan harga jual eceran per batang atau gram paling rendah Rp 1.015 sampai dengan Rp 1.485, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 470.

5. Sigaret Kretek Tangan (SKT) atau Sigaret Putih Tangan (SPT) golongan I

Batasan harga jual eceran per batang atau gram lebih dari Rp 1.460, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 425.

Atau batasan harga jual eceran per batang atau gram paling rendah Rp 1.015 sampai dengan Rp 1.460, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 330.

6. SKT atau SPT golongan II

Batasan harga jual eceran per batang atau gram paling rendah Rp 535, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 200.

7. SKT atau SPT golongan III

Batasan harga jual eceran per batang atau gram paling rendah Rp 450, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 110.

8. Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) atau Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF) tanpa golongan

Batasan harga jual eceran per batang atau gram paling rendah Rp 1.700, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 740.

9. Tembakau Iris (TIS) tanpa golongan

Batasan harga jual eceran per batang atau gram lebih dari Rp 275, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 30.

Atau batasan harga jual eceran per batang atau gram lebih dari Rp 180 sampai dengan Rp 275, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 25.

Atau batasan harga jual eceran per batang atau gram paling rendah Rp 55 sampai dengan Rp 180, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 10.

10. Klobot (KLB) tanpa golongan

Batasan harga jual eceran per batang atau gram paling rendah Rp 290, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 30.

11. Kelembak Menyan (KLM) tanpa golongan

Batasan harga jual eceran per batang atau gram paling rendah Rp 200, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 25.

12. Cerutu (CRT) tanpa golongan

Batasan harga jual eceran per batang atau gram lebih dari Rp 198.000.  Tarif cukai per batang atau gram Rp 110.000.

Atau batasan harga jual eceran per batang atau gram lebih dari Rp 55.000 sampai dengan Rp 198.000. Tarif cukai per batang atau gram Rp 22.000.

Atau batasan harga jual eceran per batang atau gram lebih dari Rp 22.000 sampai dengan Rp 55.000. Tarif cukai per batang atau gram Rp 11.000.

Atau batasan harga jual eceran per batang atau gram lebih dari Rp 5.500 sampai dengan Rp 22.000. Tarif cukai per batang atau gram Rp 1.320.

Atau batasan harga jual eceran per batang atau gram paling rendah Rp 495 sampai dengan Rp 5.500. Tarif cukai per batang atau gram Rp 275.

Baca: Pendaki Akan Dilarang Bawa Rokok untuk Mencegah Kebakaran Gunung

Baca: Beredar Daftar Harga Rokok Tembus 50.000 Mulai Tahun 2020, PT Djarum Tegaskan Itu Hoaks

Pekerja perempuan tengah menata lembaran daun tembakau untuk kemudian dikirim ke pabrik rokok (nationalgrographic.grid.id/Feri Latief)

Hasil Tembakau Impor

Sedangkan, batasan harga jual eceran terendah per batang atau gram dan tarif cukai per batang atau gram hasil tembakau yang diimpor sebagai berikut:

1. Jenis hasil tembakau SKM

Batasan harga jual eceran terendah per batang atau gram Rp 1.700, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 740.

2. Jenis hasil tembakau SPM

Batasan harga jual eceran terendah per batang atau gram Rp 1.790, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 790.

3. Jenis hasil tembakau SKT atau SPT

Batasan harga jual eceran terendah per batang atau gram Rp 1.461, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 425.

4. Jenis hasil tembakau SKTF atau SPTF

Batasan harga jual eceran terendah per batang atau gram Rp 1.700, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 740.

5. Jenis hasil tembakau TIS

Batasan harga jual eceran terendah per batang atau gram Rp 276, di mana tarif cukai per batang atau gram Rp 30.

6. Jenis hasil tembakau KLB

Batasan harga jual eceran terendah per batang atau gram Rp 290, dengan tarif cukai per batang atau gram Rp 30.

7. Jenis hasil tembakau KLM

Batasan harga jual eceran terendah per batang atau gram Rp 200, dengan tarif cukai per batang atau gram Rp 25.

8. Jenis hasil tembakau CRT

Batasan harga jual eceran terendah per batang atau gram Rp 198.001, dengan tarif cukai per batang atau gram Rp 110.000.

(TRIBUNNEWSWIKi/Magi, KOMPAS/Muhammad Idris/Mela Arnani)



Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
BERITA TERKAIT

Berita Populer