Fakta Identitas Kerangka yang Ditemukan di Septic Tank, Menikah Usia 16 Tahun hingga Korban KDRT

Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lokasi Penemuan Kerangka di Kasihan, Bantul, Yogyakarta Senin (23/12/2019)(KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO)

TRIBUNNEWSWIKI.COM – Polisi akhirnya berhail mengungkap identitas kerangka yang ditemukan dalam septic tank di Karangjati RT 07 Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Minggu (22/12/2019).

Kerangka tersebut diketahui merupakan kerangka seorang perempuan bernama Ayu Selisa, yang hilang sejak 2009 lalu.

Dikutip dari Kompas.com, Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya mengatakan keyakinan pertama kali waktu Dokter Forensik RS Bhakti Polda DIY melakukan visum luar, dijumpai gelang hitam dan potongan bordir pakaian.

Gelang hitam dan potongan border pakaian itu selanjutnya dibawa oleh petugas Polsek kasihan ke rumah orantua Ayu di Kampung Badran, Kelurahan Bumijo, Jetis, Yogyakarta.

Penemuan kerangka manusia di septic tank di Bantul (TribunJogja)

"Orangtua Ayu meyakini dan membenarkan terhadap barang tersebut milik anaknya Ayu Shelisa," kata AKP Riko seperti dilansir oleh Kompas.com.

"Bordir tersebut merupakan bordir dari jaket milik Ayu Shelisa dan gelang hitam yang ditemukan didekat kerangka tersenut gelang yang dipakai Ayu Shelisa," ujarnya.

Baca: Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Universitas Bengkulu, Pardi, Ditemukan Bunuh Diri

Baca: Belum Sebulan Dilantik, Anggota DPRD Gunungkidul Diberhentikan Sementara Karena Kasus KDRT

Kerangka Ayu Selisa itu kini telah diminta pihak keluarga untuk dikebumikan.

Berawal dari wasiat suaminya

Ayu Selisa merupakan menantu dari maluyo, pemilik pekarangan tempat ditemukannya kerangka.

Sedangkan suami Ayu Selisa yang bernama Edi meninggal karena karena bunuh diri.

Dilansir oleh Tribun Mataram, kerangka Ayu Selisa ditemukan pada Minggu (22/12/2019) atau tepatnya 40 hari setelah kematian Edi.

Penemuan kerangka Seli berawal saat warga membersihkan septic tank di pekarangan milik Maluyo, mertua dari Seli.

Penemuan kerangka tersebut kemudian dilaporkan warga ke polisi.

Saat olah TKP, polisi menemukan potongan bordir pakaian dan gelang hitam yang diyakini adalah milik Ayu Selisa yang hilang 10 tahun lalu.

Sebelumnya, warga sekitar mencurigai jika kerangka tersebut adalah AS, menantu Maluyo yang hilang beberapa tahun lalu.

Dugaan itu juga diyakini Ketua RT 7 Suparno.

Baca: Kepala Desa Meninggal dalam Mobil, Diduga Hendak Mesum, Barang Bukti Pil hingga Celana Dalam

Baca: KALEIDOSKOP 2019 : Kasus Pembunuhan Menghebohkan, Pembantaian KM Mina hingga Jenazah Dicor

Menantu Maluyo yang hilang disebutnya berinisial AS.

"Nunggu kepastian apa kerangka mbak AS atau bukan, belum tentu. Tapi kemungkinan besar iya," kata Suparno.

Suparno mengatakan, AS adalah istri Edi, anak Maluyo.

Ayu Selisa dan Edi menikah pada 2006 lalu.

Kemudian pada 2009, Ayu Selisa mendadak hilang.

Warga sekitar rumah Maluyo menduga AS pulang ke rumah orangtuanya karena bercerai dengan Edi.

Warga baru tahu AS sudah meninggal saat membaca wasiat Edi.

"Wasiat isinya intinya pokoknya 'pak mak aku arem nyusul mboh tua (Bapak dan Ibu, saya mau menyusul kakek nenek) sama istri saya'," ucapnya.

Korban KDRT

Ayu Selisa atau yang akrab dipanggil Seli diketahui menikah di usia yang masih cukup muda, 16 tahun

Sedangkan suaminya, Edi Susanto berumur sekitar 19 tahun saat itu.

Tersebut diceritakan oleh ibunda Seli, Anik Maidarningsih (51).

Setelah menikah, keduanya hidup berdua layaknya suami istri pada umumnya. Namun seiring berjalannya waktu, biduk rumah tangga pasangan muda ini terbuka.

Ibunda Ayu Selisa, Anik Maidarningsih (51) saat ditemui di rumahnya di Badran RT 39 RW 9, Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta. Kamis (26/12/2019)(KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO)

Di usia satu tahun pernikahan, Edi yang tampak ramah di hadapan mertuanya ternyata kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada Seli.

Hal itu terungkap, ketika Seli menceritakan kehidupan pernikahannya kepada Anik. 

Edi bekerja sebagai buruh serabutan, Seli tak kerja.

Baca: 4 Fakta Pembunuhan Sadis hingga Kepala Korban Putus di Gowa, Pelaku Menyerahkan Diri ke Polisi

Baca: MULAI TERUNGKAP Misteri Pembunuhan Model Panas Thailand: Diduga Diperkosa Temannya Saat Mabuk

“Pernah kasar, pernah cerita dislomoti (sundut) rokok. Sering nangis pengen pisah. Saya sebagai orang tua cuma bisa ngandani (memberitahu supaya sabar),” ujar Anik kepada wartawan Kamis (26/12/2019).

Sampai akhirnya, pada 2009, Seli menghilang secara misterius dan tidak ada kabar sama seklai.

Sejak terakhir bertemu 2008, Anik terus berupaya mencari ke rumah di Karangjati RT 07, dijawab pergi oleh Edi maupun keluarganya.

Memang sejak anaknya menikah, Seli dan Edi sering bertandang ke rumahnya, jika tak datang biasanya dirinya sering berkunjung.

“Seminggu enggak kelihatan ke sini saya sering ke sana (Karangjati),” ucapnya.

Diduga pelakunya adalah suami korban

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Riko Sanjaya mengaku masih mendalami kemungkinan  dugaan pembunuhan terhadap Seli.

“Dugaan ada indikasi pembunuhan,” kata AKP Riko seperti dilansir oleh Kompas.com.

Pihak kepolisian masih mendalami keterangan saksi.

“Ada indikasi penyebabnya terjadinya itu karena pembunuhan. Karena kalau dilihat keberadaan kerangka itu ada di dalam septic tank, bukan di tempat umum atau (kondisi) terjatuh atau bagaimana,” katanya.

Beberapa indikasi yang mengarah ke pembunuhan, di antaranya, Edi saat bunuh diri pun meninggalkan surat wasiat akan menyusul istrinya.

Apalagi kerangka ada dalam septic tank.

Baca: Akibat Gojlok Anak Buahnya Masuk Got Kotor, Lurah Jelambar Dicopot dari Jabatannya

Baca: 9 Tradisi Makanan Unik dan Penuh Makna yang Dihidangkan saat Tahun Baru di Sejumlah Negara di Dunia

Hingga saat ini, polisi sudah memeriksa lima orang saksi, di antaranya orang tua Edi, orang tua Seli, hingga dokter forensik. 

Menurut AKP Riko, tidak menutup kemungkinan akan diperiksa saksi-saksi yang lain yang mengarah atau mengetahui kejadian tersebut. 

“Kalau dari penyelidikan saksi-saksi petunjuk yang ada mengarah Edi,” ucapnya. 

Untuk penyebab kematian, pihaknya masih perlu mendalami informasi dan keterangan lain.

 Sebab, belum tampak adanya tanda kekerasan.

Untuk itu, pihaknya berharap jika ada warga yang mengetahui untuk kooperatif dan mau bersaksi.

(Tribunnewswiki.com/Ami Heppy, Kompas.com)



Penulis: Amy Happy Setyawan
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer