Viral Pengemis Cantik di Instagram, Netizen Sayangkan Pekerjaannya: Percuma Cantik tapi Pemalas

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Adya Rosyada Yonas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral pengemis cantik, netizen sayangkan pekerjaannya

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Beberapa waktu lalu viral postingan pengemis cantik di media sosial.

Foto tersebut diunggah oleh akun Instagram @memoefriantto pada Sabtu (21/12).

Dalam foto tersebut tampak seorang perempuan muda dengan baju lusuh dan rambut acak-acakan.

Meski demikian, perempuan itu tampak memiliki paras yang cantik.

Selain itu, ia juga membawa seorang balita.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi mengenai apakah perempuan tersebut benar-benar pengemis atau bukan.

Baca: Kumpulan Ucapan Selamat Natal Berbahasa Inggris beserta Terjemahan, Cocok sebagai Kiriman Ucapan

Baca: Daftar Daerah yang Alami Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019, Kemenag Beri Imbauan Salat Kusuf

Viral pengemis cantik, netizen sayangkan pekerjaannya (Viral Medsos)

Memang dalam foto itu si perempuan menyodorkan telapak tangannya yang terbuka.

Kemudian seorang pria memberikan sejumlah uang kepada perempuan tersebut.

Sementara itu, akun @memoefriantto memberikan caption 'pengemis cantik'.

Tak lama setelah diunggah, foto ini pun viral di media sosial.

Banyak netizen yang berkomentar dan memuji kecantikan perempuan dalam video tersebut.

zain.julio Mana laki nya ya masa istri cantik gitu dijadiin pengemis

obien54 ini lokasi nya dimana ya?? Gw mw datengin gw jadiin istri mau gk ya kira"?? Drpd ngemis,,

norakcom Ini asli apa editan, ko ada pengemis secantik cantik....ckckckckck

Meski demikian, ada juga akun yang mempertanyakan pekerjaan yang dipilih perempuan itu.

Dengan modal usia yang masih muda serta paras cantiknya, mengapa ia memilih menjadi pengemis.

Padahal dirinya masih sanggup melakukan pekerjaan lainnya.

fatmafitriana Percuma cantik tapi pemalas,mending jelek tapi kerja keras...

fatmafitriana @tukuel_farrania mending jualan koran atau nyemir sepatu,setidaknya ada usaha,.

wur3097 Kadang itu sdh penyakit mental, coba dikasih kerjaan blum tentu mau.....

mary.zalea Masih muda belia dan sehat jd art jg laku, kl alesan anak bs art pulang pergi..

resty_agesty Orang malas g mau kerja... Masih muda tp kerja'y minta",,,, g kreatif bgt cm mengandalkan belas kasih org. Kadang malah yg difabel msh mau beeusaha berjualan ato apalah supaya g jadi pengemis.

Baca: Berhasil Mendapatkan Rekor MURI, Kopi Janji Jiwa Janji Akan Menawarkan Inovasi Baru Tahun Depan

Baca: Tradisi Perayaan Natal Unik di Dunia: Filipina Punya Ibukota Natal, Orang Jepang Pergi ke KFC

Petugas P3S menjangkau pengemis yang memiliki uang Rp 194 juta bernama Muklis (37) di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Jumat (29/11/2019). (Tribun Jakarta) (Dokumentasi Sudin Sosial Jaksel)

KASUS SERUPA: Pengemis Bawa Uang Rp 194 Juta

Memang banyaknya kasus pengemis menjadi catatan tersendiri di Indonesia.

Beberapa waktu lalu juga viral seorang pengemis yang membawa uang ratusan juta di tasnya.

Seorang pengemis bernama Muklis (65) diamankan Petugas Pengawasan dan Pengendalian Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan karena kepergok mengemis.

Ketika diamankan, rupanya Muklis membawa uang Rp 194 juta di ranselnya.

"Yang bersangkutan tadi bilang uangnya buat modal dan bikin rumah di kampung," ungkap Marsudin, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan kepada TribunJakarta.com, Jumat (29/11/2019).

Bahkan, Muklis sebenarnya mematok target hingga Rp 200 juta.

Berikut ini adalah fakta Muklis, pengemis yang diamankan dengan uang ratusan juta.

Pernah Diamankan pada Tahun 2017

Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan pernah mengamankan Muklis pada 2017 silam.

Tahun itu ia pernah menetap di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya, Jakarta Barat, untuk mendapat pembinaan karena ketahuan mengemis.

Uang hasil mengemis yang didapat Muklis saat diamankan petugas mencapai Rp 99 juta.

Saat itu Kakek Muklis dipulangkan ke kampung halamannya dengan dijemput keluarga.

Petugas di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 tak asing dengan wajah Kakek Muklis.

Mereka kaget karena kali ini Muklis kembali mengemis dan pendapatannya lebih besar dari dua tahun lalu.

"Bapak kenapa masuk lagi? Kan sudah dipulangin sama keluarganya. Pasti bawa uang banyak lagi ke sini," ungkap petugas itu kepada Muklis.

Muklis bersikeras kedatangannya ke Jakarta bukan untuk mengemis, tapi bekerja di sebuah warung sebagai pelayan.

Ia menolak disebut sudah pernah diamankan dan dibina oleh petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial Jakarta Selatan.

Belakangan, Muklis tak bisa mengelak.

Pasalnya, foto dirinya terpampang jelas di dinding pemberitahuan pelayanan panti tersebut yang berada di lobi.

Di salah satu foto itu, Muklis berdiri bersama keluarganya yang menjemput.

"Pak coba ke sini. Ini siapa? Yang jemput siapa ini?" tanya seorang petugas kepada Kakek Muklis.

Perlahan ingatan Muklis kembali pulih.

Ia pun mengakui bahwa orang-orang yang di foto itu adalah sanak saudaranya yang beberapa tahun silam datang menjemputnya.

Petugas kemudian menggiring Muklis masuk dalam panti.

Kepergok mengemis di bank

Kakek Muklis kepergok mengemis di depan salah satu bank swasta di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.

Ia langsung masuk ke dalam bank agar tak diamankan petugas Dinas Sosial, dengan pura-pura ingin menukarkan sejumlah uang hasil mengemis.

"Ditegur dia marah dan masuk ke dalam bank. Pihak sekuriti menahan kita masuk dan bilang tunggu sampai di luar," ungkap Yunus, petugas yang memergoki Muklis.

Setelah keluar, Muklis segera diamankan oleh petugas Dinsos lalu digiring masuk ke dalam mobil operasional Sudin Sosial Jakarta Selatan yang membawanya ke panti.

"Awalnya enggak bilang kalau mengemis. Bilangnya usaha. Namun, enggak mungkin. Di sini dia enggak punya rumah dan saudara," Yunus menambahkan.

Akhirnya, setelah petugas menginterogasinya, Kakek Muklis mengaku mengemis.

Ranselnya Berisi Uang Rp 194 Juta

Petugas sempat memeriksa isi tas ransel Muklis di dalam mobil Dinso dan jumlah uang hasil mengemis di hari ia diamankan mencapai 194 juta.

Menurut Yunus, petugas di lapangan yang mengamankan baru menghitung uang hasil mengemis Muklis sebanyak Rp 182 juta.

Yunus melihat ada berlembar-lembar uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 18 ikat. Tiap ikatnya senilai Rp 10 juta.

Ia juga menemukan berlembar-lembar uang pecahan Rp 50 ribu di amplop terpisah totalnya senilai Rp 2 juta.

Dikatakan Yunus, petugas kembali menghitung ulang uang Muklis di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1.

Terungkap, total jumlah uang yang ada di dalam tas ransel Muklis sampai Rp 194.500.000.

"Awalnya kan memang saya tanya ini dari mana? Dari usaha bengkel katanya. Namun, akhirnya dia mengaku bahwa dari hasil mengemis," terang Yunus.

Kurang lebih selama tiga bulan, P3S berusaha melacak keberadaannya lantaran mengganggu kenyamanan masyarakat.

Selama ini Muklis kerap kali menukarkan uang Rp 500 ribu dari hasilnya mengemis ke bank.

"Misalkan terkumpul uang Rp 500 ribu, Ia langsung tukarkan uang itu ke bank dengan pecahan Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu," ujar Yunus.

Uang dari hasilnya mengemis itu, ia selalu kumpulkan di dalam tas ranselnya.

Imbauan Dinsos

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Marsudin, mengimbau sebaiknya masyarakat tak memberikan derma kepada pengemis.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan uang kepada pengemis," kata Marsudin.

Sebaiknya, lanjut Mursidin, masyarakat bisa menyalurkan sumbangannya melalui lembaga atau badan penyelenggara kesejahteraan sosial.

Menurut dia, cara seperti ini lebih bermanfaat dan jelas sasarannya.

"Artinya, sumbangan yang diberikan kepada lembaga atau yayasan lebih bermanfaat dan terarah. Sehingga dapat dinikmati kaum dhuafa lebih banyak," kata Marsudin.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur/TribunJakarta)



Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Adya Rosyada Yonas
BERITA TERKAIT

Berita Populer