Bermain Apik Pasca Cedera, Paul Pogba Justru Disemprot Legenda Manchester United

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Paul Pogba.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pada pekan ke-18 Liga Inggris, Minggu (22/12/2019) di Vicarage Road, Manchester United takluk 0-2 di tangan tim tuan rumah Watford.

Kekalahan dari lawan yang sedang menghuni posisi juru kunci klasemen jelas tidak bagus bagi tim asuhan Setan Merah.

Meski begitu, di balik kekalahan dari Watford itu, Manchester United tetap menerima berkah berupa kembalinya Paul Pogba.

Ole Gunnar Solskjaer, pelatih Manchester United tetap merasa ada sisi positif yang didapatkan Manchester United dari pertandingan tersebut.

Baca: Dipastikan Melatih Timnas Indonesia, Inilah Momen Unik dan Istimewa Shin Tae-yong

Baca: Hasil Liga Inggris Pekan 18: Siklus Aneh Manchester United hingga Mourinho Dikalahkan Muridnya

"Masuknya Paul Pogba adalah satu-satunya hal positif."

"Dia sangat bekerja keras untuk bisa kembali tampil."

"Dia sudah fit dan tidak kegemukan."

"Dia adalah pemain penting dan akan memberi kontribusi besar untuk tim dalam laga-laga mendatang."

"Dia memberikan urgensi, kualitas, dan sejumlah operan bagus," kata Solskjaer seperti dikutip Tribunnewswiki.com dari Bolasport.com, Selasa (24/12/2019).

Paul Pogba, gelandang Manchester United. (TWITTER.COM/BBCSPORT)

Pogba masuk ke lapangan pada menit ke-64 menggantikan Jesse Lingard.

Itu merupakan penampilan pertama Pogba untuk Manchester United setelah sempat absen selama hampir 3 bulan karena cedera.

Sebelum ini, penampilan terakhir Pogba adalah melawan Arsenal di Liga Inggris pada 30 September 2019.

Seperti dikatakan Solskjaer, laga comeback Pogba menjadi hal positif bagi Manchester United.

Bermain selama sekitar 26 menit, Pogba menunjukkan tanda-tanda yang bagus.

Pogba melepaskan 2 tembakan yang semuanya on target.

Dia memegang 3,3% dari penguasaan bola total tim.

Baca: Manchester United Masih Jeblok, Inilah Tujuh Kandidat Pengganti Pelatih Ole Gunnar Solskajer

Baca: Kalahkan Manchester United, Liverpool Resmi Rekrut Gelandang Timnas Jepang

Ole Gunnar Solskjaer dan Paul Pogba. (teamtalk.com)

Gelandang timnas Prancis itu membuat 30 operan dengan akurasi mencapai 90%.

Di antara 30 operan itu, satu berbuah peluang gol untuk Manchester United.

Semua statistik itu menjelaskan betapa Pogba akan memberikan lonjakan kualitas yang signifikan buat lini tengah Manchester United begitu dia sudah benar-benar fit dan bisa menjadi starter reguler lagi.

Dari segi penguasaan bola, bersama Pogba, Manchester United bakal menjadi tim yang makin dominan.

Kalau selama 26 menit saja, yang berarti sekitar sepertiga waktu normal pertandingan, Pogba bisa mengoper dan memegang penguasaan bola sebanyak itu, bayangkan apa yang dapat dilakukannya jika bermain penuh.

Lini tengah Manchester United juga akan lebih aktif membantu pergerakan menyerang tim jika Pogba bermain.

Dia akan rutin melepaskan tembakan maupun menciptakan peluang lewat operan-operannya.

Yang belum kelihatan dari Pogba dalam laga melawan Watford adalah kemampuannya merebut bola dari lawan dan mengembalikan penguasaan bola ke Manchester United.

Akan tetapi, berdasarkan rekam jejaknya selama ini, urusan itu seharusnya juga akan menjadi lebih baik apabila Pogba sudah bermain secara reguler lagi.

Selama cedera, Pogba total sudah melewatkan 18 pertandingan Man United di semua kompetisi musim ini.

Baca: Gantikan Pochettino di Tottenham, Mourinho Segera Hadapi Jadwal Berat Liga Inggris

Baca: Kunci Gelar Juara Liga 1, Bali United Rencanakan Selebrasi Saat Jamu Persipura Jayapura

Gelandang Manchester United Paul Pogba saat berhadapan dengan gelandang bertahan Chelsea N'Golo Kante. (manutd.com)

Sejak Pogba cedera, Solskjaer memang kesulitan mencari komposisi yang tepat untuk lini tengah Man United.

Berkali-kali Solskjaer bongkar pasang pemain termasuk menjadikan Andres Pereira yang punya posisi asli winger menjadi gelandang tengah.

Keputusan itu diambil Solskjaer karena stok pemain tengah Man United sangat tipis saat Pogba, Scott McTominay, dan Nemanja Matic cedera bersamaan.

Kembalinya Paul Pogba tentunya menjadi kabar baik bagi Man United yang kini sedang tampil inkonsisten.

Kekalahan dari Watford membuat Man United kini tercecer ke peringkat delapan klasemen dengan koleksi 25 poin.

Man United tertinggal tujuh angka dari Chelsea di urutan empat atau batas akhir meraih tiket tampil ke Liga Champions musim depan.

Selanjutnya, Man United akan menjamu Newcastle United di Stadion Old Trafford pada pekan ke-19 Liga Inggris, Kamis (26/12/2019).

Komentar pedas Gary Neville

Legenda Manchester United, Garry Neville, ragu dengan komitmen Paul Pogba bersama klub Liga Inggris berjulukan Setan Merah tersebut.

Paul Pogba baru saja kembali bermain untuk Manchester United di Liga Inggris setelah hampir tiga bulan didera cedera engkel.

Gelandang timnas Perancis itu bermain selama 26 menit saat Setan Merah berhadapan dengan Watford di Stadion Vicarage Road, Minggu (22/12/2019).

Namun, kembalinya Pogba justru datang di saat Man United menelan hasil negatif.

Man United ditekuk tim tuan rumah dengan skor 0-2 pada pekan ke-18 Liga Inggris tersebut.

Baca: Hasil Liga Inggris: Manchester United, Arsenal dan City Imbang, Liverpool Semakin Digdaya

Baca: Inilah Elkan Baggot, Pesepakbola Muda Liga Inggris yang Berhasrat Bela Timnas Indonesia

Gary Neville, tak berharap Pogba berlama-lama di Manchester United. (manchestereveningnews.co.uk)

Kendati permainan Man United meningkat drastis setelah pemenang Piala Dunia 2018 itu merumput, comeback Pogba disambut dengan nasa sumir oleh legenda Manchester United, Gary Neville.

Neville yang juga merupakan seorang pundit sepak bola itu mengatakan, Pogba masih memendam rencana untuk keluar dari Man United.

Pada beberapa bursa transfer terakhir, Paul Pogba memang sempat diisukan akan hijrah.

Isu ini juga berhembus kencang ketika Jose Mourinho masih di klub tersebut.

Real Madrid dan Juventus menjadi dua tim yang paling santer diberitakan akan meminang gelandang 26 tahun tersebut.

Baca: Nadeo Argawinata: Naik Daun di SEA Games 2019 dan Disebut Mirip Kiper Chelsea

Baca: Dikabarkan Jualan Sepatu Bekas, Mantan Pemain Timnas Indonesia Budi Sudarsono Beri Konfirmasi

Paul Pogba (kanan) ketika bermain untuk Juventus. (juventus.com)

"Kami tahu Pogba akan mencetak gol dan assist untuk Man United."

"Tetapi setiap pekan pelatih bertanya tentang masa depan Pogba," kata Neville, dilansir Goal.

"Jadi Pogba perlu mengambil keputusan, apakah bertahan atau pergi," kata pemain Man United era 1994-2011 itu.

Gary Neville juga yakin, Man United akan lebih baik tanpa adanya Pogba.

"Tim bisa berkembang tanpanya."

"Man United butuh pemain-pemain yang ingin berada di klub," tutur Neville melanjutkan.

"Pikir saya adalah Man United akan lebih baik tanpanya jika memang itu masalahnya."

"Pogba bisa mencetak gol, memberikan umpan, dia pemain terbaik klub, tetapi apakah dia ingin bermain untuk Man United?," kata Neville memungkasi.

United dekati Erling Haaland

Kesempatan Manchester United untuk mendapatkan Erling Haaland semakin besar dengan menyerahnya salah satu klub yang turut mengincar striker Red Bull Salzburg itu.

Manchester United kabarnya cukup serius untuk merekrut salah satu talenta terbaik Eropa saat ini, Erling Haaland.

Haaland, yang baru berusia 19 tahun, telah mencetak 28 gol dalam 22 penampilan di semua kompetisi musim ini.

Ia juga sudah mencatatkan lima hat-trick atas namanya, termasuk satu pada debutnya di Liga Champions kala jumpa Genk.

Baca: Erling Haaland

Baca: Erling Haaland Boleh ke Old Trafford, Meski Karier Ayahnya Dihancurkan Legenda Manchester United

Erling Haaland, penyerang muda Red Bull Salzburg. (Tribunnews.com)

Penampilan menakjubkan itu telah membuatnya dikaitkan dengan sejumlah raksasa Eropa termasuk Man United.

Man United ingin meningkatkan meningkatkan ketajaman mereka dengan memboyong Haaland ketika jendela transfer dibuka kembali bulan depan.

Pelatih Setan Merah saat ini, Ole Gunnar Solskjaer pernah bekerja bersama dengan Haaland saat keduanya masih membela Molde.

Haaland diyakini tertarik untuk reuni dengan Solskjaer di Old Trafford.

Kini, Man United mendapat angin segar dalam usaha mereka memboyong Haaland.

Hal tersebut terjadi setelah Red Bull Leipzig mengakui mereka menyerah dalam mengejar striker RB Salzburg itu.

Perkara finansial menjadi alasan Leipzig berhenti untuk mengejar tanda tangan striker yang bernomor punggung 30 itu.

Hal itu seperti yang diungkapkan langsung oleh Direktur Sepak Bola Leipzig, Oliver Mintzlaff.

"Ya, kami bertemu dengannya. Kami tertarik padanya, sangat tertarik," ucap Mintzlaff seperti dikutip dari Mirror.

"Dia mendengarkannya, secara logis, dan sangat terbuka untuk pindah."

"Dia ingin berganti (klub) paling lambat di musim panas."

"Namun, ada hal yang tidak bisa kami setujui dalam kesepakatan tersebut."

"Biaya transfer masih bisa kami terima, tetapi gaji yang diminta tidak bisa kami wujudkan," kata Mintzlaff menambahkan.

Baca: Hasil El Clasico: Imbang Tanpa Gol dan Membosankan, Pemain Barcelona Pecahkan Rekor

Baca: Hasil Lengkap dan Klasemen Pekan Keempat Liga Inggris, Belum Terkalahkan, Liverpool Masih di Puncak

Erling Haaland, selebrasi setelah mencetak gol. (Instagram @erling.haaland)

Pihak Haaland kabarnya meminta gaji sebesar 8 juta euro (sekitar Rp 124 miliar) per musimnya.

Leipzig tidak tertarik untuk memenuhi tuntutan gaji yang diajukan oleh agen Haaland.

Kabar tersebut jelas menjadi sebuah dorongan untuk Man United dalam mengejar Haaland.

Permintaan gaji Haaland sepertinya masih terbilang cukup kecil jika dibandingkan beberapa pemain Man United.

Saat ini, Man United sanggup menggaji pemain mereka dengan angka fantastis.

Seperti dilansir BolaSport.com dari Capology.com, David De Gea menerima gaji sebesar 19,5 juta pounds (sekitar Rp miliar) per musimnya.

Belum lagi pemain bintang lainnya seperti Paul Pogba, Harry Maguire, Anthony Martial dan masih banyak lagi.

(Tribunnewswiki.com/Bolasport.com/Kompas.com/Haris/Dwi Widijatmiko/Hafidz)



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer