Bahkan, dua Dewan Pengawas KPK, yakni Albertino Ho dan Artidjo Alkostar juga memiliki Honda Astrea.
Dilansir dari Gridoto.com, setidaknya ada 10 jenis Honda Astrea yang pernah ada di Indonesia.
Berikut daftar Honda Astrea yang pernah eksis di negeri ini:
Astrea 700 merupakan versi pertama sepda motor bebek Honda yang mempunyai nama Astrea.
Diproduksi oleh Federal Motor (sekarang Astra Honda Motor) pada 1981-1983, Astrea 700 mempunyai mesin berkubikasi 70 cc.
Dengan transmisinya yang cuma tiga kecepatan, pada awal kemunculannya top speed Astrea 700 bisa tembus sampai 80 Km/jam.
Dilihat dari namanya, Astrea 800 merupakan versi pemutakhiran dari Astrea 700.
Selain kapasitas mesinnya membesar jadi 86 cc, desainnya juga berubah, yang paling mencolok adalah perubahan pada stoplampnya.
Perubahan bentuk stoplamp tersebut juga mengakomodasi posisi lampu sein yang tidak lagi terpisah seperti generasi pendahulunya.
Baca: Kreativitas Tanpa Batas, Honda Astrea Grand Ini Dikawinkan dengan Yamaha NMAX Jadi Grand Max
Masih menggunakan transmisi tiga percepatan, Astrea 800 sudah menggunakan CDI untuk pengapiannya.
Spesifikasi Astrea Star sebenarnya tidak banyak yang berubah dari generasi pendahulunya.
Namun, secara tampilan Astrea Star ini mulai menunjukkan arah yang lebih modern.
Namun, Astrea Star masih memakai sokbreker depan jadul, dan belum teleskospik.
Baca: Ingin Saingi Kawasaki Ninja ZX-25R, Honda Dikabarkan Menyiapkan CBR250RR Empat Silinder
Astrea Prima punya kapasitas mesin yang juga diperbesar dari pendahulunya, yakni 95 cc.
Selain itu, transmisinya juga sudah empat percepatan, sehingga performanya lebih baik.
Berbeda dari para pendahulunya, Astrea Prima sudah menggunakan suspensi jenis teleskopik pada sokbreker depannya.
Baca: Honda Air Blade 150 2020 Resmi Diluncurkan, Ini Spesifikasi, Harga, dan Perbandingan dari Pesaingnya
Secara tampilan, Astrea Grand sudah mulai menunjukkan modernisasi yang lebih nyata.
Selain penggunaan sokbreker teleskopik, Astrea Grand juga sudah menanggalkan 'cepitan buku' yang di generasi sebelumnya selalu ada di atas sepatbor depan.
Dengan disingkirkannya cepitan buku itu, Astrea Grand jadi terlihat 'muda' dan tidak terlalu jadul.
Astrea Supra pastinya saat ini lebih banyak dikenal daripada generasi Astrea sebelumnya.
Sekarang, Supra sering disebut sebagai motor bapak-bapak, mungkin karena bapak-bapak banyak yang memakai Supra.
Mulai mengaspal tahun 1997, desain Astrea Supra sudah melompat jauh dibandingkan era Astrea Grand.
Bentuknya lebih aerodinamis selain itu dimensinya juga lebih besar, sehingga kemampuan akomodasinya juga lebih baik.
Sama-sama lahir pada tahun 1997, desain Astrea Impressa masih mempertahankan gaya era Grand.
Mungkin saat itu Honda menyiapkan Astrea Impressa untuk orang-orang yang belum bisa beralih dari desainnya Grand.
Bagaimanapun, saat itu Grand dan saudara-saudaranya sudah menjadi sepeda motor legendaris.
Jadi, mungkin Honda pilih main aman dengan tetap menghadirkan Impressa untuk berjaga jika Supra yang mengusung tema modern ternyata gagal di pasar.
Mengaspal pada 2001, perbedaan mencolok antara Astrea Supra X dan Supra ada pada rem depannya yang sudah mengadopsi rem jenis cakram.
Supra X sendiri saat itu sebenarnya punya beberapa varian antara lain Supra V dan Supra XX yang keduanya dilengkapi dengan kopling manual.
Bedanya hanya pada rem yang digunakan, V menggunakan tromol sedangkan XX menggunakan cakram untuk rem depannya.
Sepertinya Honda memang berniat memecah varian Astreanya dalam dua segmen, satu ke Astrea dengan gaya era Grand, satu lagi dengan gaya Supra.
Astrea Legenda 1 yang mengaspal mulai 2001, desainnya kembali mirip dengan Grand maupun Impressa.
Jadi, bisa dibilang Astrea Legenda 1 memang merupakan versi baru dari Impressa, sedangkan Supra merupakan segmen baru yang coba digarap Honda dengan desainnya yang modern agar bersaing dengan kompetitor.
Setelah Legenda 1, Legenda 2 hadir menyapa masyarakat Indonesia.
Makin jelas jika Legenda 2 hadir bukan sebagai suksesor Supra.
Mereka hadir di segmen yang berbeda dengan kapasitas mesin 97 cc, sama seperti Grand.