Gedung Capitol (Parlemen Amerika Serikat)

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gedung Capitol (Parlemen Amerika Serikat)


Daftar Isi


  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Gedung Capitol adalah kantor Parlemen Amerika Serikat (DPR dan Senat) yang beralamat di First St SE, Washington, DC 20004.

Gedung Capitol menjadi satu di antara landmark Amerika yang paling termasyhur.

Pembangunanan Gedung Capitol dimulai pada 1793 pada masa pemerintahan Presiden George Washington.

Gedung Capitol didesain oleh seorang dokter bernama William Thornton.

Selain digunakan sebagai tempat sidang Parlemen Amerika Serikat, Gedung Capitol juga menjadi museum sejarah dan seni.[1]

Baca: Gedung Putih (White House)

Baca: Donald Trump

Desain Gedung Capitol yang dimenangkan oleh William Thornton (Commons.wikimedia.org)

  • Sejarah


Setelah Residence Act dikeluarkan parlemen pada 1790, Presiden George Washington memilih area yang sekarang menjadi District of Columbia.

Dia juga menunjuk tiga komisoner untuk mensurvei tempat tersebut dan mengawasi pembangunan ibu kota serta gedung-gedung pemerintahan.

Para komisioner kemudian mempekerjakan seorang insinyur Prancis bernama Pieere Charles L’Enfant untuk merencanakan kota baru Washington

Dia memilih menempatkan Gedung Capitol di sebuah bukit yang kemudian disebut Bukit Jenkins.

L’Enfant juga diinginkan untuk mendesain dan mengawasi pembangunan Gedung Capitol, tetapi dia menolak.

Para komisoner kemudian mengumumkan sebuah kompetisi desain Gedung Capitol dan dimenangkan seorang dokter bernama William Thornton.

Presiden meletakkan batu pertama pembangunan Capitol pada 18 September 1793.

Ada tiga arsitek yang ditugaskan mengurus pembangunan, tetapi dua di antaranya diberhentikan karena mengubah desain dan tidak disetujui.

Pembangunan gedung menjadi pekerjaan yang melelahkan dan menghabiskan waktu.

Sisi timur Gedung Capitol (Commons.wikimedia.org)

Batu pasir yang digunakan untuk pembangunan harus diangkut dengan perahu dari tambangnya di Virginia.

Para pekerja harus meninggalkan rumahnya untuk bekerja di rimba Bukit Capitol.

Sementara itu, pendanaan pembangunan juga kurang.

Pada Agustus 1796, para komisioner memusatkan pekerjaan pada sayap utara sehingga dapat siap digunakan untuk pemerintahan sesuai jadwal.

Pada 1803, Parlemen mengalokasikan dana untun mereuskan pembangunan.

Setahun kemudian, jabatan komisioner dihapuskan dan diganti Superintendent Kota Washington.

Benjamin Henry Latrobe ditunjuk menjadi arsitek dan memodifikasi desain Thornton mengenai sayap selatan.

Dia juga memberikan tempat untuk kantor-kantor dan ruang komite.

Sayap selatan akhirnya selesai pada 1811.

Latrobe membangun kembali sayap utara pada 1808 setelah smepat runtuh.

Dia mendesain kembali interior bangunan untuk meningkatkan kegunaan dan durabilitas.

Latrobe sempat pergi dari Washington pada 1813 karena pekerjaannya selesai.

Namun, dia kembali pada 1815 setelah dipekerjakan kembali untuk memperbaiki Capitol yang sempat dibakar pasukan Inggris pada 1814.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 7 November 1983 – Ruang Senat Amerika Serikat Dibom

  • Pembakaran dan Perluasan Capitol


Amerika dan Inggris kembali berperang pada 1812.

Pada 24 Agustus 1814, tentara Inggris membakar Gedung Capitol, namun badai hujan mencegah gedung ini terbakar sepenuhnya.

Perbaikan mulai dilakukan setelah Latrobe kembali ke Washinton pada 1815.

Dia mulai memperkenalkan material-material baru, misalnya marmer.

Gedung Capitol setelah dibakar Inggris pada 1814 (Commons.wikimedia.org)

Namun, dia mengundurkan diri pada 1817 karena kelambanan pembangunan dan kenaikan biaya.

Latrobe digantikan Charles Bulfinch pada 1818 dan berhasil membuat ruang Senat dan DPR siap digunakan setahun kemudian.

Bulfinch mendesain ulang bagian tengah dan membuat kubah di tempat itu menjadi lebih tinggi.

Dia tetap mengurusa pembangunan dan dekorasi Capitol sampai jabatannya dihapuskan pada 1829.

Mulai 1850, Gedung Capitol sudah tidak dapat menampung kenaikan jumlah senator dan anggota DPR.

Kompetisi berhadiah $500 diumumkan untuk memilih perencanaan terbaik mengenai perluasan Gedung Capitol.

Karena tidak dapat memilih pemenangnya, maka hadiah tersebut dibagi pada lima arsitek dengan perencanaan terbaik.

Thomas U. Walter kemudian ditunjuk untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Walter mengawasi pembangunan gedung dan meyakinkan bahwa kosntruksi perluasan tetap sesuai dengan gaya gedung.

Dia menggunakan marmer untuk eksterior karena batu pasir lebih mudah hancur.

Setelah ada perluasan, bagian sayap menjadi dua kali lebih panjang dari Capitol.

Karena kubah tengah terlihat terlalu kecil, maka pada 1856, kubah lama disingkirkan dan digantikan kubah baru.

Pembangunan berhenti pada 1861 sehingga Capitol dapat digunakan sebagai barak militer, rumah sakit, dan dapur ketika Perang Sipil terjadi.

Namun setahun kemudian, Abraham Lincoln memutuskan pembangunan dilanjutkan.

Pekerjaan di kubah dan perluasan selesai pada 1868 di bawah Edward Clark, bekas asisten Walter.

Modernisasi juga dilakukan oleh Clark, termasuk pembangunan teras marmer yang berada di sisi utara, barat, dan selatan Capitol.

Setelah sayapnya sempat mengalami kebakaran pada November 1898, muncul kebutuhan untuk fireproofing.

Pada abad ke-20, perluasan di bagian depan-timur menambah 102 kamar mulai dari 1959 hingga 1960.

Bangunan batu juga diubah dari batu pasir menjadi marmer Georgia selama perluasan ini.

Rencana perluasan bagian depan-barat pada 1970-an mendapat protes dan terpaksa tidak dilanjutkan.[3]

  • Arsitektur dan dekorasi


Gedung Capitol menggunakan arsitektur neoklasik, desainnya diturunkan dari Yunani dan Roma kuno.

Di dalamnya terdapat banyak lukisan, patung, dan karya seni lainnya yang menggambarkan berbagai periode sejarah Amerika.

Jantung Capitol adalah Rotunda, sebuah aula berdiameter 96 kaki yang diatapi kubah.

Lantai atas setinggi 180 kaki adalah sebuah mural besar yang dilukis oleh seniman Italia bernama Constantino Brumidi.

Mural ini bernama The Apotheosis of George Washington, terdiri dari sebuah potret presiden pertama yang naik ke surga dengan diapit oleh tokoh-tokoh alegoris Kebebasan/Otoritas dan Kemenangan/Kemasyhuran.

Mereka dikelilingi oleh para perempuan yang mewakili 13 koloni pertama.

Di sekeliling perimeter, di lantai bawah, terdapat enam kelompok tokoh yang menggambarkan Perang, Ilmu Pengerahuan, Kelautan, Perdagangan, Mekanika, dan Pertanian.

Dalam adegan ini para dewa dan dewi mitologi berinteraksi dengan tokoh-tokoh sejarah.

Brumidi juga mendesain dan memulai melukis dekorasi di dinding atas Rotunda yang menggambarkan peristiwa-peristiwa dalam sejarah Amerika.

Aula Patung Nasional awalnya aula DPR, tetapi pada 1864 setelah ruang DPR dibangun. Aula ini digunakan untuk memamerkan patung-patung.

Tiap negara bagian berkontribusi dua patung untung untuk menghormati tokoh-tokoh sejarah.

Ada sekitar seratus patung di kolkesi ini, yang dipamerkan sepanjang Capitol dan Capitol Visitor Center.

Ruang Mahkamah Agung yang lama telah direstorasi seperti penampakannya pada abad ke-19.[4]

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Febri)



Nama Gedung Capitol


Alamat First St SE, Washington, DC 20004, Amerika Serikat


Dibangun pada 1793


Desainer William Thornton


Digunakan sebagai Kantor Kongres/Parlemen Amerika Serikat


Sumber :


1. www.aoc.gov
2. www.nps.gov
3. www.visitthecapitol.gov


Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer