Bukan Valentino Rossi, Tapi Pembalap Ini yang akan Jadi Lawan Terberat Marc Marquez di MotoGP 2020

Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Marc Marquez mengunci gelar MotoGP 2019 di Thailand

TRIBUNNEWSWIKI.COM – MotoGP 2020 belum dimulai, namun pembalap Repsol Honda Marc Marquez sudah menunjuk satu pembalap yang akan jadi lawan terberatnya.

Marc Marquez mendominasi musim 2019 dan berhasil mempersembahkan Triple Crown.

Dominasi Marc Marquez memang sangat kuat, dia selalu finish di poisisi pertama dan kedua, kecuali di Amerika karena crash.

Selain itu Marc Marquez juga mencatat rekor baru pada MotoGP 2019, yakni pembalap dengan poin terbanyak dalam semusim.

Baca: Ini Daftar Pembalap MotoGP 2020 Setelah Johann Zarco Gabung Avintia Racing Ducati

Baca: Daftar 10 Pembalap GP500/MotoGP dengan Kemenangan Terbanyak, Valentino Rossi Masih Nomor Satu

Marc Marquez dan Alex Marquez sama-sama meraih gelar juara musim 2019 (Instagram.com/alexmarquez73)

Tidak hanya itu, Marc Marquez juga meraih kemenangan terbanyak dalam satu musim, dan finis di posisi podium terbanyak dalam satu musim.

Namun, Marc Marquez merasa sudah mendapat lawan berat di MotoGP 2020.

Lawan berat itu adalah pembalap tim Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo.

Baca: Fabio Quartararo

Baca: Kontrak Baru Ini Bisa Buat Fabio Quartararo Lama Bertahan di Yamaha

Fabio Quartararo (Instagram/fabioquartararo20)

Dalam beberapa kesempatan pada musim 2019, Marquez memang menyebut Quartararo bakal menyulitkan dia.

Kini, Marquez kembali melontarkan hal tersebut kala bernostalgia tentang masa lalunya yang bermimpi menjadi pembalap MotoGP.

"Saya memikirkannya ketika saya memenangkan juara dunia 125cc, saya menyadari dapat mendedikasikan diri saya untuk MotoGP," kata Marquez dilansir GridOto.com dari AS.com.

"Fabio Quartataro akan menjadi saingan besar saya berikutnya," ucap Marc Marquez.

Fabio Quartararo (Instagram/fabioquartararo20)

Berikut profil Fabio Quartararo:

Fabio Quartararo lahir di Nice, Cote d’Azur, Prancis pada 20 April 1999.

Ayah Fabio Quartararo adalah seorang pembalap motor pada 1980-an.

Fabio Quartararo berkenalan dengan dunia balap motor pada umur empat tahun, kemudian pindah dari Prancis ke Spanyol untuk mengembangkan karier.

Fabio memenangkan kejuaraan nasional untuk kategori 70, 80 dan 125 dan memenangkan PreMoto3 pada 2012. 

Pembalap Prancis Fabio Quartararo(Instagram.com/fabioquartararo20)

Pada 2013 dan 2014, Fabio memenangkan kejuaraan FIM CEV Repsol Moto3 dan memecahkan rekor sebagai pembalap termuda yang memenangkan CEV, yakni pada umur 14 tahun 218 hari.

Moto3

Fabio Quartararo mengikuti kejuaraan Moto3 pada 2015 ketika masih berumur 15 tahun.

Pada peraturan sebelumnya, Moto3 hanya bisa diikuti oleh pembalap berusia minimal 16 tahun.

Namun, Dorna pada 2015 mengubah peraturan tersebut dan memungkinkan pemenang CEV bisa mengikuti Moto3.

Di ajang Moto3, Fabio Quartararo menjadi pembalap untuk tim Honda Estrella Galicia 0,0.

Pada race kedua, Fabio berhasil naik ke podium dua dan mengulangi podiumnya di Assen.

Sebelumnya, Fabio juga berhasil meraih pole di Jerez dan Le Mans.

Namun, masa akhir debutnya di Moto3 diganggu oleh cedera pergelangan kaki

Pada 2017, Fabio Quartararo naik kelas ke Moto2.

Fabio Quartararo menjalani musim pertamanya di Moto2 dengan cukup berat.

Namun pada 2018, Fabio Quartararo mengalami kemajuan karena berhasil mencapai podium dan memenangkan kategori menengah.

Fabio berhasil masuk peringkat 10 besar pada akhir musim.

Fabio Quartararo naik ke kelas MotoGP pada 2019.

Fabio Quartararo menjadi pembalap untuk tim satelit Yamaha, yakni Petronas Yamaha SRT, menggunakan nomor 20.

Fabio berhasil meraih pole position pada kualifikasi GP Spanyol dan memecahkan rekor sebagai pembalap termuda yang meraih pole position di kelas MotoGP.

Rekor ini sebelumnya dipegang oleh Marc Marquez pada 2013.

Fabio Quartararo juga meraih pole pada kualifikasi Catalunya dan Assen.

Dua pole yang diraih, membuat Fabio Quartararo memecahkan rekor lain, yakni pembalap termuda di MotoGP yang meraih pole secara berturut-turut.

Fabio berhasil naik podium di Assen, yakni peringkat ketiga di belakang Maverick Vinales dan Marc Marquez.

Pada kualifikasi Sachsenring, Fabio meraih posisi dua, di belakang Marc Marquez.

Pada race di Sachsenring inilah, Fabio Quartararo mendapat crash pertamanya di MotoGP.

Fabio Quartararo terjatuh di tikungan ketiga ketika berusaha menyalip Danilo Petrucci.

Pembalap Prancis ini mengakhiri musim debutnya di peringkat kelima dengan 192 poin.

(Gridoto.com/Nur Pramudito/Tribunnewswiki.com/Febri)



Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer