Sejumlah nama sempat dikaitkan bakal mengisi kursi pelatih timnas Indonesia yang ditinggalkan oleh Simon McMenemy.
Eks juru latih Bhayangkara FC itu dipecat seusai gagal memberikan sentuhan apik untuk timnas Indonesia.
Tim Garuda terpaksa angkat koper lebih dini dalam perburuan tiket ke Piala Dunia 2022 Zona Asia.
Di tangan Simon McMenemy, Indonesia menelan lima kekalahan beruntun dan menjadi juru kunci klasemen Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.
Baca: Eks Pemain Timnas Ungkap Borok Pemain Asing di Liga, Termasuk Penyerang Persib Bandung
Baca: Hasil Liga Inggris Pekan 17: Manchester United disalip Tottenham, Manchester City Kembali Menang
Lebih buruknya lagi, Indonesia telah tiga kali dipermalukan di kandang oleh sesama wakil Asia Tenggara yaitu Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Tak heran jika pencarian dilakukan PSSI guna mengembalikan martabat timnas Indonesia.
Dua pelatih asing sempat mengajukan diri kepada ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.
Mereka ialah Luis Milla (Spanyol) dan Shin Tae-yong (Korea Selatan).
Keduanya telah melakukan presentasi dihadapan elite petinggi PSSI.
Jika menilik pada kualitas, kedua juru taktik ini tak perlu diragukan lagi.
Luis Milla pernah sukses mengantarkan timnas U-21 Spanyol meraih titel juara Piala Eropa U-21 pada 2011.
Sedangkan Shin Tae-yong sukses membawa timnas Korea Selatan juara di Piala EAFF 2017 (setara dengan Piala AFF).
Tak hanya itu, Shin Tae-yong juga meraih gelar Liga Champions Asia 2010 bersama Seongnam Ihwa Chunma.
Bahkan, pria berusia 49 tahun itu dipercaya menangani timnas Korea Selatan pada Piala Dunia 2018.
Tentu secara prestasi keduanya jauh lebih unggul ketimbang Simon McMenemy yang baru bisa meraih gelar juara di Liga 1 2017 saat menakhodai Bhayangkara FC.
Baca: Shin Tae-yong Didekati Klub China, PSSI Bergegas Cari Kandidat Pelatih Timnas Indonesia
Baca: PSSI Bertemu Pelatih Asal Italia, Peluang Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia Mengecil?
Sayangnya, PSSI belum bisa memenuhi hasrat pendukung Indonesia untuk menghadirkan Shin Tae-yong dan Luis Milla.
Terkait kabar kemana akan melatih klub atau timnas, Shin Tae-yong sendiri akhirnya buka suara.
Shin Tae-yong dikabarkan lebih memilih klub yang terdegradasi ke kasta kedua Liga China yakni Shenzen FC ketimbang timnas Indonesia.
Sebelumnya, dia juga sempat dihubung-hubungkan dengan klub China lainnya yakni Jiangsu Suning.
Meski begitu mantan pelatih timnas Korea Selatan itu mengaku belum mengambil keputusan final terkait masa depannya.
"Saya belum mengambil keputusan."
"Saya belum mencapai kata sepakat dengan siapapun."
"Saya memang banyak berbicara dengan Indonesia dan ketertarikan dari klub China memang benar."
"Yang jelas adalah saya akan kembali melatih mulai tahun depan," kata Shin Tae-yong, seperti dikutip Tribunnewswiki.com dari Donga, Jumat (13/12/2019).
Meski PSSI telah diberitakan santer akan memilih Shin Tae-yong, pemberitaan dari media Korea Selatan melaporkan bahwa mantan pelatih timnas Korsel itu akan bergabung dengan salah satu kontestan Liga China dalam waktu dekat.
Seperti dilansir dari Chosun Sports, Shin Tae-yong dilaporkan sudah menuju ke kesepakatan akhir untuk menukangi klub China, Shenzen FC.
”Klub Cina Shenzhen FC akan menunjuk Shin Tae-yong sebagai manajer baru tim itu.” bunyi tweet akun Sports Chosun ini Kamis (12/12/2019) siang WIB.
Keputusan ini diambil oleh Shin Tae-yong karena kabarnya China merupakan tempat yang cocok untuk memaksimalkan kemampuan dan filosofinya.
Selain itu, Shenzhen disebut sangat serius menginginkan Shin Tae-yong sejak lama.
"Kata sang direktur: 'Tak ada alternatif lain selain Shin Tae-yong'," menurut laporan Chosun Sports, media asal Korea Selatan itu.
Shin Tae-yong terakhir kali menukangi sebuah tim pada tahun 2018.
Saat itu, ia menjadi pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.
Namun sesuai Piala Dunia 2018, Shin Tae-yong memutuskan mengundurkan diri dari timnas Korea Selatan.
Meski gagal membawa Korea Selatan lolos dari fase grup, tim racikan Shin Tae-yong sukses mengalahkan juara bertahan Piala Dunia 2014 dalam laga terakhir Grup F, Piala Dunia 2018.
Taktik Shin Tae-yong dengan menerapkan garis pertahanan dalam serta serangan balik kilat mengandalkan kecepatan bintang Tottenham Hotspurs, Son Heung-Min pun terbukti sukses menjungkalkan Jerman dengan skor 2-0 pada Piala Dunia 2018 Rusia lalu.
Adapun Luis Milla, PSSI tampak tidak begitu tertarik karena eks pelatih timnas Indonesia edisi 2017 itu tak memberikan jawaban konkret saat ditanya target di Piala AFF 2020.
PSSI telah memasang target kepada pelatih baru untuk bisa menghadirkan gelar juara di Piala AFF 2020.
Baca: Bursa Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla Tak Berani Garansi Juara, Shin Tae-yong Dianggap Siap
Baca: Belum Umumkan Pelatih Timnas yang Baru, Inilah Alasan PSSI Tolak Utusan Luis Milla
Mantan pelatih PSIS Semarang asal Italia, Vincenzo Alberto Annese masuk sebagai kandidat pelatih timnas Indonesia.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Annese yang tengah berada di Jakarta, pada Kamis (12/12/2019).
Pelatih asal Italia ini mengaku memenuhi panggilan wawancara dengan PSSI.
"Saya sedang di Jakarta untuk interview," ujar Annese dikutip Tribunnewswiki.com dari Bolasport.com, Jumat (13/10/2019).
Walau demikian, Annese mengaku saat ini dirinya masih terikat dengan timnas Belize, sebuah negara di Amerika Tengah.
"Saya terikat dengan timnas Belize."
"Saya kesini hanya untuk melakukan interview, hanya itu," kata Annese.
Baca: PSSI Condong Memilih Shin Tae-yong Jadi Pelatih Timnas, Nasib Indra Sjafri Masih Tanda Tanya
Baca: Pilih Indonesia atau Klub China, Shin Tae-yong Akhirnya Buka Suara: Saya Melatih Mulai Tahun Depan
Vincenzo Alberto Annese bukan sosok yang asing untuk persepak bolaan Indonesia.
Annese pernah menukangi PSIS Semarang pada Maret hingga Agustus 2018 sebelum didepak karena dinilai gagal meningkatkan performa klub berjuluk Mahesa Jenar tersebut.
Annese yang pernah melatih Foggia Calcio itu menjadi kandidat ketiga calon pelatih timnas senior Indonesia selain Luis Milla dan Shin Tae-yong.
Secara pengalaman, Vincenzo Annese justru lebih rendah daripada Simon McMenemy.
Mantan pemain Venezia itu belum pernah meraih satu gelar juara pun selama menjadi pelatih.
Selain itu, Annese yang baru berusia 35 tahun juga masih terlalu muda untuk menangani timnas Indonesia.
Selain Annese, sempat muncul nama Rahmad Darmawan, Indra Sjafri, hingga Stefano Cugurra yang digadang-gadang menjadi pelatih baru timnas Indonesia.
Tiga nama ini jelas paham dengan karakter bermain Indonesia karena sudah cukup lama melatih di tanah air.
Terkhusus Rahmad Darmawan baru saja diputuskan menjadi pelatih baru Madura United musim depan.
Sedangkan Indra Sjafri dan Stefano Cugurra alias Teco masih belum ada kabar terbaru.
Tetapi yang jelas, keduanya telah sama-sama mengutarakan tertarik menduduki kursi skuat Merah Putih.
Baca: Bali United Juara Liga 1 2019, Ini Salah Satu Kuncinya
Baca: Liga 2 2019 Berakhir: Klub Legendaris menjadi Juara hingga Gagalnya Sriwijaya FC Promosi ke Liga 1
"Saya pasti siap (ke timnas Indonesia), karena saya sudah kerja tiga tahun sebagai pelatih kepala di dua klub berbeda, Bali United dan Persija," ucap Teco pada Jumat (29/11/2019).
"Yang kamu sampaikan itu tolong ditulis di koran atau di media online bahwa Indra Sjafri merupakan pelatih lulusan terbaik dan siap untuk menjadi pelatih timnas Indonesia," kata Indra Sjafri di Manila, Filipina, Sabtu (7/12/2019).
Teco baru saja meraih titel juara bersama Persija Jakarta di Liga 1 2018 dan Bali United pada Liga 1 2019.
Sedangkan Indra Sjafri mengantarkan timnas U-19 Indonesia juara Piala AFF 2013 dan timnas U-22 Indonesia juara Piala AFF U-22 2019 serta runner-up SEA Games 2019.
Baca: Rahmad Darmawan
Baca: Indra Sjafri
Selanjutnya, tinggal PSSI memutuskan siapa pelatih yang layak memimpin timnas Indonesia menuju gelar juara Piala AFF 2020.
Yang jelas, Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Soemantri, telah menyatakan bahwa pelatih baru timnas Indonesia akan diumumkan selambat-lambatnya awal tahun 2020.
"Sesuai dengan instruksi dari Pak Ketum (Iwan Bule) semoga pada awal Januari nanti, sudah pelatih untuk timnas Indonesia senior," tutur Cucu.
Ujian pertama yang akan dihadapi oleh pelatih baru adalah partai keenam Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia.
Skuat Garuda bakal menantang Thailand pada 26 Maret 2020.
Meski laga kontra Thailand masih lama, PSSI harus segera melakukan persiapan dan pembentukan program timnas Indonesia dengan pelatih baru, mengingat kontinyuitas dan rencana terukur adalah hal yang krusial dalam membentuk skuat yang mumpuni untuk kompetisi dan laga-laga mendatang.
Pertaruhan akan seperti apa kualitas dan kapabilitas skuat timnas Indonesia di masa depan (terdekat tahun 2020) juga terkait dengan bagaimana program pelatih timnas Indonesia yang baru nanti.