Oleh sebab itu baik warga maupun wisatawan diimbau untuk tidak mendekati Gunung Karangetang.
Warga dan para wisatawan hanya diperbolehkan melakukan pendakian dan aktivitas lainnya di dalam zona aman.
Zona aman tersebut yaitu sejauh radius 2,5 kilometer dari kawah utama.
Warga juga diminta menjauhi area perluasan sektoral dari dua kawah ke arah barat laut utara sejauh 4 kilometer, dan dari kawah utama sejauh 3 kilometer ke barat.
Baca: Gunung Api Semburkan Awan Panas Setinggi 800 Meter, Sleman Diguyur Hujan Abu Tipis
Baca: Gunung Api Purba Nglanggeran
Dikutip dari Kompas.com, imbauan tersebut disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Karangetang, Fredianto Anthon Richard Korompis.
Terlebih tingkat aktivitas Gunung Karangetang berada dalam level III atau siaga.
Berdasarkan pantauan dari Pos Pengamatan Gunung api Karangetang, sinar api tampak di atas puncak kawah setinggi 25 meter.
Guguran lava dari puncak kawah utama tersebut mengarah ke Sungai Nanitu, Sense dan Pangi.
"Jarak luncuran mencapai 1.000 sampai 1.500 meter. Aktivitas itu terjadi pada Sabtu (14/12/2019) pukul 18.00-24.00 WITA,"katanya.
Bahaya terkena lava panas
Imbauan tersebut ada karena guguran lava panas sangat berbahaya bagi makhluk hidup.
Jangan pernah sekali-kali terlalu penasaran hingga membuat kita bertindak ceroboh.
Misalnya dengan menyentuh langsung lava panas dengan tangan atau bagian tubuh lain tanpa perlindungan tambahan apapun.
Dikutip dari Intisari.drid.id, Mei 2018 silam, seorang traveller bernama Alex Rivest asal Amerika Serikat, bepergian ke Gunung Kilauea yang ada di Hawaii Volcanoes National Park, Big Island.
Gunung Kilauea merupakan salah satu gunung berapi yang paling aktif di Hawaii, sehingga di sekitarnya terdapat sungai lava pijar berwarna merah.
Alex pada saat itu penasaran dan mencoba menginjakkan kakinya ke atas lava panas.
Aksinya tersbut direkam dalam sebuah video dan diunggah di akun Alex Rivest.
Dalam video yang berdurasi 10 detik tersebut Alex menginjakkan kakinya, tak lama kemudian terlihat percikan api di alas sepatu gunung yang ia kenakan.
Alex pun refleks mengangkat kaki dan berteriak.