Shin Tae-yong dalam beberapa waktu belakangan santer dikabarkan akan segera dikontrak oleh salah satu klub Liga China, Shenzhen FC.
Pelatih berusia 50 tahun itu dikabarkan hanya tinggal menunggu proses tanda tangan kontrak untuk menyelesaikan proses negosiasi.
Padahal di waktu yang berdekatan, ia juga menjadi kandidat paling kuat untuk menjadi pelatih timnas Indonesia.
Pada 19 November 2019 lalu, Shin Tae-yong sendiri sudah memenuhi panggilan PSSI di Malaysia untuk presentasi program.
Baca: PSSI Bertemu Pelatih Asal Italia, Peluang Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia Mengecil?
Baca: Sambut Shin Tae-yong jadi Pelatih Timnas Indonesia, PSSI Siapkan Tiga Asisten Pelatih Lokal
Shin Tae-yong datang bersama timnya untuk menjelaskan beberapa program kepelatihan dan target untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
PSSI sudah klop dan sangat tertarik dengan presentasi Shin Tae-yong dibanding kandidat lain.
“Kalau Shin Tae-yong siap untuk memperbaiki sepak bola Indonesia dan juara,” ucap Ketum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.
Iwan Bule pun sudah mengumbar isu bahwa kemungkinan besar Shin Tae-yong yang akan menjadi pelatih timnas Indonesia.
Keputusannya nanti setelah adanya rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta dalam waktu dekat.
“Kalau sudah oke semua, baru nanti (Shin Tae-yong) dikontrak tapi rencananya minimal satu tahun dahulu,” kata Iwan Bule.
Terkait kabar kemana akan melatih klub atau timnas, Shin Tae-yong sendiri akhirnya buka suara.
Shin Tae-yong dikabarkan lebih memilih klub yang terdegradasi ke kasta kedua Liga China yakni Shenzen FC ketimbang timnas Indonesia.
Sebelumnya, dia juga sempat dihubung-hubungkan dengan klub China lainnya yakni Jiangsu Suning.
Meski begitu mantan pelatih timnas Korea Selatan itu mengaku belum mengambil keputusan final terkait masa depannya.
"Saya belum mengambil keputusan."
"Saya belum mencapai kata sepakat dengan siapapun."
"Saya memang banyak berbicara dengan Indonesia dan ketertarikan dari klub China memang benar."
"Yang jelas adalah saya akan kembali melatih mulai tahun depan," kata Shin Tae-yong, seperti dikutip Tribunnewswiki.com dari Donga, Jumat (13/12/2019).
Baca: Pilih Indonesia atau Klub China, Shin Tae-yong Akhirnya Buka Suara: Saya Melatih Mulai Tahun Depan
Baca: Sambut Shin Tae-yong jadi Pelatih Timnas Indonesia, PSSI Siapkan Tiga Asisten Pelatih Lokal
Meski PSSI telah diberitakan santer akan memilih Shin Tae-yong, pemberitaan dari media Korea Selatan melaporkan bahwa mantan pelatih timnas Korsel itu akan bergabung dengan salah satu kontestan Liga China dalam waktu dekat.
Seperti dilansir dari Chosun Sports, Shin Tae-yong dilaporkan sudah menuju ke kesepakatan akhir untuk menukangi klub China, Shenzen FC.
”Klub Cina Shenzhen FC akan menunjuk Shin Tae-yong sebagai manajer baru tim itu.” bunyi tweet akun Sports Chosun ini Kamis (12/12/2019) siang WIB.
Keputusan ini diambil oleh Shin Tae-yong karena kabarnya China merupakan tempat yang cocok untuk memaksimalkan kemampuan dan filosofinya.
Selain itu, Shenzhen disebut sangat serius menginginkan Shin Tae-yong sejak lama.
"Kata sang direktur: 'Tak ada alternatif lain selain Shin Tae-yong'," menurut laporan Chosun Sports, media asal Korea Selatan itu.
Shin Tae-yong terakhir kali menukangi sebuah tim pada tahun 2018.
Saat itu, ia menjadi pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.
Namun sesuai Piala Dunia 2018, Shin Tae-yong memutuskan mengundurkan diri dari timnas Korea Selatan.
Meski gagal membawa Korea Selatan lolos dari fase grup, tim racikan Shin Tae-yong sukses mengalahkan juara bertahan Piala Dunia 2014 dalam laga terakhir Grup F, Piala Dunia 2018.
Taktik Shin Tae-yong dengan menerapkan garis pertahanan dalam serta serangan balik kilat mengandalkan kecepatan bintang Tottenham Hotspurs, Son Heung-Min pun terbukti sukses menjungkalkan Jerman dengan skor 2-0 pada Piala Dunia 2018 Rusia lalu.
Shin Tae-yong memang telah bertemu PSSI di Malaysia pada tanggal 19 bulan November lalu.
PSSI pun mengaku puas dengan pemaparan program kepelatihan dari Shin Tae-yong dalam pertemuan tersebut.
Kemungkinan besar, memang Shin Tae-yong yang akan menjadi pelatih timnas Indonesia.
Hal itu sudah ditegaskan Ketua Umum PSSI, M Iriawan selepas laga timnas U-23 Indonesia melawan Vietnam pada final SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (10/12/2019).
Baca: PSSI Condong Memilih Shin Tae-yong Jadi Pelatih Timnas, Nasib Indra Sjafri Masih Tanda Tanya
Baca: Suporter Indonesia Dipukuli di Malaysia, PSSI Laporkan ke FIFA
Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu melontarkan pernyataan itu di hotel tempat menginap pemain timnas U-23 Indonesia setelah pertandingan.
Iwan Bule mengatakan ia dan pengurus PSSI akan segera menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) untuk menentukan siapa pelatih timnas Indonesia.
Rencananya rapat itu akan digelar di Jakarta dalam waktu dekat.
“Untuk pelatih senior akan kami pikirkan dan rapatkan di Jakarta,” kata Iwan Bule.
“Tetapi kemungkinan besar, kami akan mengambil Shin Tae-yong."
“Dari pembicaraan dengan beberapa anggota Exco PSSI, mereka tertarik dengan Shin Tae-yong,” kata Iwan Bule.
Akan tetapi, ada kabar yang menyebutkan bahwa Shin Tae-yong diminati klub China.
Karena itu, PSSI pun ingin melakukan gerak cepat.
"Ya, saya sudah tahu kabar itu, katanya mau diambil klub China."
"Jadi kami harus cepat-cepatan (untuk mendatangkan Shin Tae-yong),” kata Iwan Bule.
Ditengah kesimpangsiuran Shin Tae-yong, PSSI pun bergegas mencari alternatif sebanyak-banyaknya.
Mantan pelatih PSIS Semarang asal Italia, Vincenzo Alberto Annese masuk sebagai kandidat pelatih timnas Indonesia.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Annese yang tengah berada di Jakarta, pada Kamis (12/12/2019).
Pelatih asal Italia ini mengaku memenuhi panggilan wawancara dengan PSSI.
"Saya sedang di Jakarta untuk interview," ujar Annese dikutip Tribunnewswiki.com dari Bolasport.com, Jumat (13/10/2019).
Walau demikian, Annese mengaku saat ini dirinya masih terikat dengan timnas Belize, sebuah negara di Amerika Tengah.
"Saya terikat dengan timnas Belize."
"Saya kesini hanya untuk melakukan interview, hanya itu," kata Annese.
Vincenzo Alberto Annese bukan sosok yang asing untuk persepak bolaan Indonesia.
Baca: Hasil Pekan 15 Liga Inggris: Arsenal Puasa Kemenangan, Liverpool dan MU Menangkan Laga Besar
Baca: Seorang Penyanyi Asal Italia Dituduh Jiplak Lagu Fake Love Milik BTS, Sempat Berikan Komentar Rasis
Annese pernah menukangi PSIS Semarang pada Maret hingga Agustus 2018 sebelum didepak karena dinilai gagal meningkatkan performa klub berjuluk Mahesa Jenar tersebut.
Annese yang pernah melatih Foggia Calcio itu menjadi kandidat ketiga calon pelatih timnas senior Indonesia selain Luis Milla dan Shin Tae-yong.
PSSI santer diberitakan akan memilih Shin Tae-yong pasca sang pelatih asal Korea Selatan tersebut sangat meyakinkan dalam memaparkan presentasi pada 19 November lalu.
Baca: Fakhri Husaini Mundur dari Timnas Indonesia U-19, Rochy Putiray: PSSI Enggak Beres
Baca: Baru Terpilih Jadi Ketua PSSI, Iwan Bule Lempar Wacana Selesaikan Jadwal Kacau Liga 1
Bahkan PSSI sudah melakukan ancang-ancang untuk menyiapkan tiga pelatih lokal menjadi asisten pelatih Shin Tae-yong jika pria asal Korea Selatan itu melatih timnas Indonesia kelak.
Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Soemantri mengatakan ada beberapa nama pelatih lokal untuk menemai Shin Tae-yong bila jadi ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia.
"Ya paling ada dua atau tiga pelatih asal Indonesia yang akan gabung ke sana (bersama Shin Tae-yong)," kata Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Soemantri pada Kamis (12/12/2019).
"Siapapun pelatihnya nanti, kami akan siapkan agar mereka bisa mendapatkan transfer ilmu," tambahnya.
Sedangkan terkait Luis Milla, Iwan Bule menegaskan bahwa pelatih asal Spanyol itu tidak bisa berjanji untuk mempersembahkan gelar juara kepada timnas Indonesia.
Oleh karena itu, PSSI lebih tertarik mendatangkan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.
Sebab, Shin Tae-yong berjanji dan siap memberikan prestasi ke tim Merah Putih kala bertemu dengan PSSI di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19 November 2019.
10 hari kemudian giliran Luis Milla yang berhadapan dengan PSSI di Manila, Filipina.
Baca: Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2022, Luis Milla Doakan yang Terbaik untuk Indonesia
Baca: Belum Umumkan Pelatih Timnas yang Baru, Inilah Alasan PSSI Tolak Utusan Luis Milla
Mochamad Iriawan pun cukup kaget mendengar pernyataan Luis Milla yang tidak berjanji mempersembahkan gelar juara.
Padahal sebelumnya eks pemain Barcelona itu sudah membesut skuat Garuda selama dua tahun sejak 2017.
Meski tak memberikan gelar instan, timnas Indonesia dibawah asuhan Luis Milla memiliki identitas permainan jelas, gaya sepak bola proaktif (sesuai dengan cita-cita Filanesia PSSI), percaya pada proses dan mengubah mentalitas bertanding.
Sepak bola yang diterapkan Luis Milla memang tak bisa secara instan menghasilkan gelar dalam waktu dekat.
Namun, efek panjangnya akan terasa lima hingga sepuluh tahun kedepan karena Filanesia yang menjadi cetak biru untuk pembinaan kontinyu sepak bola muda Indonesia juga relevan dengan sepak bola yang dibawa Luis Milla.
Selain itu, banyak suporter yang menginginkan Luis Milla karena hal tersebut.
Meski begitu bola panas ada di tangan PSSI.
“Dari hasil kemarin, Luis Milla tidak bisa menjanjikan untuk tampil terbaik menjadi juara."
“Kalau Shin Tae-yong siap untuk memperbaiki sepak bola Indonesia dan juara,” ucap Mochamad Iriawan atau yang biasa disapa Iwan Bule itu.
Baca: Bursa Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla Tak Berani Garansi Juara, Shin Tae-yong Dianggap Siap
Baca: Aktor Korea Cha In Ha Ditemukan Meninggal, Sempat Posting Foto di Instagram, Ini Pesan Terakhirnya
Iwan Bule sudah mengatakan kemungkinan besar memang Shin Tae-yong yang akan menjadi pelatih timnas Indonesia.
Keputusannya nanti setelah adanya rapat Komite Eksekutif PSSI di Jakarta dalam waktu dekat.
“Kalau sudah oke semua, baru nanti dikontrak tapi rencananya minimal satu tahun dahulu,” kata Iwan Bule.
Bila benar menjadi pelatih timnas Indonesia, tugas pertama Shin Tae-yong adalah Piala AFF 2020.
Selanjutnya, eks pelatih timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu bisa saja menjabat sebagai juru latih timnas U-20 Indonesia untuk Piala Dunia U-20 2021.
“Ya nanti bisa ke senior atau juga ke Piala Dunia U-20,” kata Iwan Bule
Kontrak Indra Sjafri bersama PSSI sebagai pelatih timnas U-23 Indonesia segera berakhir seiring selesainya gelaran SEA Games 2019.
Kerja sama Indra Sjafri dengan PSSI akan selesai pada akhir Desember sesuai dengan kesepakatan awal saat penunjukkannya pada Desember tahun lalu.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule belum mau bicara terkait masa depan Indra Sjafri saat kontrak sang pelatih habis.
"Indra Sjafri bagus."
"Ya nanti akan kami bicarakan lagi, jangan sekarang," kata Mochamad Iriawan di Manila, Kamis (12/12/2019).
Baca: Gagal Bayar Nazar Medali Emas, Indra Sjafri Ziarah ke Makam Orangtua, Tulis Soal Terima Hinaan
Baca: PSSI Condong Memilih Shin Tae-yong Jadi Pelatih Timnas, Nasib Indra Sjafri Masih Tanda Tanya
Sebelumnya, Indra Sjafri sempat memberikan kode meminta ditunjuk menjadi pelatih timnas Indonesia senior.
Hal itu diungkapkannya saat timnas U-23 Indonesia lolos ke final SEA Games seusai kemenangan timnya melawan timnas U-23 Myanmar pada semifinal SEA Games.
"Sabar, istirahat dulu."
"Diskusi dulu, yang jelas pertandingan (timnas) senior masih ada empat," ujarnya.
"Nanti dilihat, apakah juga skuadnya akan combine dengan pemain sekarang," ucapnya.
Indra Sjafri sejauh ini telah memberikan dua gelar buat timnas U-19 Indonesia dan timnas U-23 Indonesia.
Timnas U-19 Indonesia juara Piala AFF U-19 2013 dan kedua timnas U-22 Indonesia diantarnya juara Piala AFF U-22 2019.