Valentino Rossi menjajal mobil Mercedes F1 W08, sedangkan Lewis Hamilton memakai YZR-M1.
Sayangnya, tidak ada satu pun foto atau video beredar soal jalannya acara ini.
Dilansir dari Gridoto.com, tidak ada press release resmi dan tidak ada postingan di sosial media yang diberikan.
Penyelenggara menutup rapat-rapat sampai saat ini soal bagaimana jalannya acara, juga hasilnya.
Kabarnya, foto, video, berita, dan lainnya akan dipublikasikan, tidak jelas kapan tepatnya.
Baca: Gabung Avintia Racing Ducati, Johann Zarco Kalahkan Rekor Valentino Rossi
Baca: Banyak yang Belum Tahu, Ini Alasan Valentino Rossi Dijuluki The Doctor
Hal itu membuat beberapa informasi yang jadi bahasan panas.
Ada beberapa rumor, misal yang diungkap oleh media Italia, Corriere dello Sport, menyebutkan bahwa Lewis Hamilton mengalami crash.
Hamilton mengalami crash dengan YZR-M1, seperti halnya saat menjajal Superbike YZF-R1 bersama Michael van der Mark dan juga Alex Lowes beberapa waktu lalu.
Crash tersebut tidak sampai membuat Hamilton mengalami cedera.
Sementara itu, Valentino Rossi tidak mengalami masalah menjajal mobil Mercedes W08 yang dipakai pada kompetisi 2017.
Kedua pembalap menikmati ngebut di trek sejak jam 9 pagi sampai jam 5 sore waktu setempat.
Kontrak Valentino Rossi di MotoGP bersama Yamaha berakhir pada musim 2020.
Karier Valentino Rossi setelah musim 2020 pun menjadi sorotan.
Valentino Rossi saat ini menjadi menjadi pembalap tertua di gelaran MotoGP, yakni 40 tahun.
Sudah dua dekade Valentino Rossi membalap di kelas para raja.
Namun, dengan berakhirnya kontrak, orang-orang mulai mempertanyakan keputusannya setelah MotoGP 2020, apakah pensiun atau masih membalap.
Dilansir dari Gridoto.com, Rossi tidak perlu menunggu sampai berakhirnya musim 2020 untuk membuat keputusan.
Keputusannya akan dibuat setelah balapan-balapan awal MotoGP 2020.
"Musim yang akan datang, aku akan mempertimbangkan untuk lanjut atau tidak setelah 2020," kata Rossi dilansir GridOto.com dari Speedweek.com.
"Tapi kupikir aku akan berhenti setelah musim depan. Dan aku akan balapan di Valencia, lalu bilang selamat tinggal," jelas Rossi.
Semua tergantung performa balapnya di race-race awal MotoGP 2020.
“Tergantung dari hasilnya, jika aku lebih cepat dari tahun ini dan bisa bertarung untuk podium, aku akan mencoba lanjut. Jika tidak, aku akan lihat bagaimana kelanjutannya. Semua tergantung kecepatanku," imbuhnya.
Sebenarnya syarat ini mirip dengan saat sebelum Valentino Rossi memutuskan bertahan pada awal 2018 lalu.
Pada waktu itu, Rossi tanpa ragu memutuskan lanjut, meskipun Yamaha masih bermasalah.
Sekarang kondisinya berbeda, Yamaha malah lebih kompetitif dari saat itu, seharusnya tidak sulit bagi Rossi untuk memutuskan bertahan.
Ketika pembalap Yamaha lain kompetitif, performa Rossi malah sedikit menurun di paruh akhir MotoGP 2019.
“Ini musim yang berat dan kami berharap lebih. Aku tidak cukup kuat dan tidak cukup cepat. Aku tidak nyaman dengan motornya, jadi aku bilang kami berada di fase buruk, hasil kami menunjukkan semuanya," ungkap Rossi.
Meski Yamaha sudah memperbaiki beberapa bagian yang membuat motor YZR-M1 makin kompetitif, Rossi masih belum puas.
Menurutnya, Yamaha butuh sesuatu lebih besar agar bisa mengganggu Marc Marquez dan Honda.
Selain itu, Rossi juga mengakui bahwa pembalap Yamaha lainnya beradaptasi lebih baik di atas M1.
"Mereka semakin bagus dengan motor tahun ini dan faktanya Maverick Vinales dan Fabio Quartararo benar-benar pembalap yang kuat," tegasnya.
Rossi sudah menjalani balapan ke-400 pada MotoGP Phillip Island 27 Oktober 2019.
Dilansir GPone.com, Rossi juga tidak menyangka akan memiliki jumlah start sebanyak itu dalam karier balapnya.
Untuk bisa membalap selama itu tidak bisa terpikirkan, apalagi oleh saya yang tidak pernah punya bayangan seberapa lama saya akan membalap,” ujarnya.
“Apalagi saat saya masih umur 17 tahun, saya menganggap mereka yang berumur 25 tahun sebagai kakek saya, tapi sekarang umur saya sudah 40 tahun”, canda Rossi.
Rossi sendiri mengaku bahwa ia masih belum memikirkan karier balapnya selepas tahun 2020 saat kontraknya dengan Yamaha berakhir.
Namun ia masih ingin terus membalap.
Ia juga mengungkapkan jika dirinya punya kesempatan bersaing dengan adik tirinya Luca Marini di MotoGP, hal tersebut akan menjadi pengalaman yang menarik.
“Pastinya akan sangat menarik, apalagi saya tidak pernah menyangka hal tersebut bisa menjadi suatu kemungkinan,” kata Rossi.
“Dengan begitu mudah-mudahan Luca dapat mendapat tempat yang bagus di kelas MotoGP saat 2021 nanti,” imbuhnya.